
"Asli remuk semua badan."
"Inilah ya yang dirasakan sama Julian. Pulang kampus, kerja, sampe rumah kerja lagi."
"Dia memang hebat. Sama sekali tidak pernah mengeluh dengan apa yang dikerjakannya."
"Salut gue sama semua istri. Mereka bisa begitu kuat menjalankan semua pekerjaan mereka"
Bryan memuji bagaimana kuatnya seorang Julian dalam menjalankan hari harinya. Menjalankan semua kegiatan yang dilakukan oleh dirinya setiap hari. Kegiatan yang begitu banyaknya, hal ini membuat Bryan semakin kagum dengan istri yang dinikahinya secara mendadak itu.
Bryan menalihat jam dinding yang ada di ruang tamu sekaligus ruang makan tersebut.
"Bisa tidur tiga jam ini" kata Bryan yang merasakan rasa letih di sekujur tubuhnya sehabis melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh Julian dan juga para maid di mansion keluarga.
Bryan memilih mendengarkan musik klasik dari ponsel keluaran terbarunya itu, untuk mengiringi matanya yang mulai terpejam. Bryan benar benar ingin menikmati istirahatnya kali ini.
*************
"Vina, apa gue bisa minta tolong sama loe kali ini?" Julian berkata sambil menatap ke arah Vina dengan tatapan memohon untuk bisa membantu dirinya.
Julian tidak ingin mengecewakan Bryan. Dia terpaksa harus meminta bantuan kepada sahabatnya itu. Walaupun sebenarnya Julian berat untuk meminta bantuan kepada Vina, tetapi demi Bryan, Vina harus melakukannya.
"Gue selalu siap membantu loe. Apa yang perlu gue bantu?"
'Nggak mungkin gue nggak bantu anda Nona muda, bisa bisa dicincang gue sama Tuan muda' lanjut Vina dalam hatinya mengomentari permintaan yang diajukan oleh Julian.
"Gue kayaknya hari ini akan pulang cepat, loe gantiin gue ya?"
"Gue mohon sama loe"
"Hanya beberapa jam saja. Gue perginya jam tujuh, mau ya Vin. Gue mohon"
Julian berusaha meyakinkan Vina untuk mau menggantikan dirinya bertugas hanya beberapa jam saja.
Vina pura pura diam. Vina ingin melihat seteguh apa Julian meminta kepada dirinya. Julian yang melihat Vina tidak memberikan reaksi apa apa, hanya bisa terdiam sesaat.
"Vin, ayolah Vina. Gue mohon, kali ini aja." lanjut Julian meminta Vina untuk mau menggantikan dirinya bekerja hari ini.
"Loe mau kemana?" tanya Vina sedikit penasaran.
__ADS_1
"Ada janji sama suami gue. Dia ngajak gue kencan" jawab Julian dengan nada sangat pelan. Julian tidak mau ada orang lain mendengar apa yang dikatakannya kepada Vina.
"Oh serius?" Vina benar benar kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Julian kepada dirinya.
Julian mengangguk meyakinkan Vina kalau apa yang dikatakan oleh dirinya adalah sebuah kebenaran.
Vina tersenyum melihat Julian yang bahagia karena mau diajak pergi kencan tuan mudanya itu. Vina tidak ada alasan untuk menolak keinginan Julian.
"Oke sip. Gue akan gantikan elo. Loe nggak perlu sampai memohon begini. Aman aja itu kalau masalah ganti menggantikan." jawab Vina meyakinkan Julian kalau dia bersedia menggantikan dirinya bekerja dalam beberapa jam.
"Makasih banyak. Loe memang teman terbaik gue" balas Julian sambil memeluk Vina.
"Kan gue memang hanya satu satunya kawan elo." balas Vina yang nggak mau kalah.
"Ye. Perlu kali harus ngingetin itu"
Julian mencabik senyum di bibirnya.
"Ehem, kalau mau ngobrol ada jamnya" ujar supervisor sambil menatap ke arah Julian dan Vina.
Julian dan Vina langsung kabur ngacir berlalu dari hadoaan supervisor yang terlihat sudah sangat marah.
*************
"Huft, kalau nggak gara gara janjian dengan Julian, gue lebih memilih untuk terus melanjutkan tidur panjang ini"
"Gue bener bener lelah" lanjut Bryan setengah malas membuka matanya yang gelap dan tajam tersebut.
Dalam waktu satu jam, Bryan sudah selesai mempersiapkan dirinya untuk pergi berkencan pertama sekalinya dengan istri tercintanya. Bryan memakai baju kemeja yang sangat sangat sederhana sekali serta celana levis yang dimilikinya. Bryan tidak ada pilihan lain untuk pakaian yang akan dipakainya lagi.
"Gue ke sana dengan apaan ya?" ujar Bryan yang mendadak menjadi bingung harus berangkat dengan kendaraan apa menuju supermarket tempat Julian bekerja.
"Kevin"
"Ya kevin. dia satu satunya makhluk yang bisa nolong gue. Nggak ada yang lain. Gue beneran nggak tau mau pake apa ke sana"
Bryan menghubungi asistennya tersebut. Kevin yang baru saja bangun dari istirahat siangnya, tanpa bisa membersihkan badannya terlebih dahulu sudah harus pergi untuk menjemput Bryan yang terkenal sebagai manusia yang sama sekali tidak mau menunggu dalam waktu yang lama.
"Untung aja gue udah pindah kontrakan. Kalau tidak, bisa di dendeng sama Tuan Muda guenya"
__ADS_1
*************
"Wow, ligat juga loe Vin" kata Bryan saat melihat Kevin sudah berada di depan kontrakannya.
"Gue nggak mau di dendeng sama loe" balas Kevin.
Kevin berani berbicara seperti itu, karena Bryan menyapa dengan kata sapaan loe dan gue, jadi sekarang Bryan dalam mode sahabat Kevin, bukan dalam mode Tuan Muda.
"Loe mau kemana coba, sampai sampai harus mengganggu tidur siang gue?" kata Kevin mengeluarkan protesnya kepada Bryan.
"Gue mau kencan dengan Julian. Tapi gue nggak mungkin ke sana jalan kaki. Apalagi naik ojek online, mana gue punya aplikasinya" jawab Bryan sambil meminum pijat kocok yang tadi di beli oleh Kevin untuk dirinya sendiri.
"Loe main nyosor aja. Loe tau gue seharian belum makan. Gila ya loe" protes Kevin dengan emosi saat melihat Bryan main minum pocok nya saja.
"Hahahaha. Sorry bro, gue haus" jawab Bryan dengan wajah tanpa dosanya.
"Untung aja loe bos gue kalau nggak"
"Loe jadiin gue dendeng"
"Haha haha haha haha"
Dua sahabat itu tertawa bersama sama. Walaupun status mereka atasan dan bawahan kalau di perusahaan. Obrolan ringan antara kedua sahabat itu terus berlanjut sepanjang perjalanan.
"Jadi loe mau kencan makan bakso pinggir jalan, dengan Felix sebagai pengawal?" tanya Kevin sekali lagi memastikan rencana kencan Bryan.
"Yup"
"Gue ikut"
"Serah loe. Gue turun sini" kata Bryan
"Kok?" Kevin heran karena swalayan tempat Julian bekerja masih sekitar 20 meter lagi.
"Gue nggak mau dia curiga. Jadi gue mau jalan aja" kata Bryan.
"Hahahaha hahaha. Bucin" Kevin meledek Bryan.
Bryan langsung turun dari mobil sahabatnya. Dia tidak mau melayani candaan Kevin. Kevin yang melihat Bryan rela berjalan kaki hanya bisa tersenyum saja. Kevin mengikuti Bryan.
__ADS_1
Felix yang melihat ada mobil Kevin, langsung berganti posisi dengan Bryan. Bryan duduk di kursi yang diduduki Felix sebelumnya. Sedangkan Felix sudah berada di dalam mobil Bryan yang sengaja parkir di parkiran swalayan mewah melil perusahaan Witama Grub.