
Vian memarkir motor miliknya di parkiran khusus motor yang ada di bestman mall besar itu. Julian dan Vian kemudian melepas helm yang mereka pakai tadi dan menaruhnya di tempat khusus penitipan helm.
"Jadi, kita kemana dulu?" tanya Vian kepada Julian saat mereka sudah di depan pintu mall besar tersebut.
"Menurut loe kemana lebih bagus kita duluan?" tanya balik Julian kepada Vian.
"Kalau gue terserah loe aja, maunya kemana, gue ngikut loe aja mau kemananya" jawab Vian yang tidak ada hal yang ingin dicarinya di mall saat ini.
"Es krim dulu gimana?" ujar Julian memberikan saran kemana sebaiknya mereka pergi untuk hari ini terlebih dahulu.
"Heemm hemmm sepertinya menarik."
"Oke kita maka es krim" Vian setuju dengan rekomendasi tempat yang diajukan oleh Julian kepada dirinya.
Tempat pertama yang akan mereka kunjungi berdua sebelum mereka pergi ke tempat yang lainnya. Untuk melihat lihat sekaligus cuci mata, kalau ada yang mereka rasa mereka suka dan harga cocok di budget mereka, maka siapa tau ujungnya.
"Cobain es krim yang lagi viral itu gimana?" tanya Julian memberikan ide es krim mana yang akan mereka nikmati hari ini.
"Yakin mau es krim itu?" tanya Vian yang sudah bisa membayangkan sepanjang apa antrian yang harus mereka lalui untuk mendapatkan dua porsi es krim yang mereka pesan.
"Lihat dulu aja. Kalau rame mah ogah gue. Mending tempat yang biasa kita makan. Es krim nya juga enak, nggak kalah dengan toko sebelah" ujar Julian yang tidak pernah akan mau saat di ajak untuk antri membeli makanan.
"Bagi gue se viral apapun makanan baru, kalau untuk mendapatkannya susah, gue ogah. Mending gue tunggu aja mereka nggak viral lagi, jadi untuk mendapatkan menu makanan mereka jadi gampang. Nggak perlu ngantri."
"Ngantri satu jam makannya satu menit. Yang nggak lah ya say. Gue masih sayang kaki gue. Mau gue pakai lama" lanjut Julian menjawab dengan sangat panjang sekali apa yang dikatakan oleh Vian kepada dirinya.
Vian hanya bertanya satu, Julian menjawab sepuluh. Julian bener bener sangat berminat untuk menjawab pertanyaan dari Vian tadi. Pertanyaan yang seharusnya jawabnya ya atau tidak, tetapi di jawab dengan jawaban esai oleh Julian.
Julian dan Vian berjalan menuju warung es krim yang sedang viral itu. Saat sampai di sana betoaa kagetnya Julian dan Vian.
"Itu orang lagi bagi sembako gratisan apa?" ujar Julian saat melihat panjangnya antrian pembeli di warung es krim yang sedang viral tersebut.
"Haha haha haha haha. Gimana tetap lanjut beli atau pindah haluan?" tanya vian saat melihat betapa panjang antrian yang harus mereka lalui sebelum mendapatkan dua gelas es krim pesanan mereka.
Julian yang belum sempat menjawab pertanyaan dari Vian, langsung saja menarik tangan Vian. Mereka langsung putar arah, Julian membatalkan niatnya untuk menikmati es krim viral itu.
__ADS_1
"Gue sekarang mau es krim. Bukan mau berjuang mendapatkan es krim" kata Julian sambil berjalan menjauh dari warung es krim yang viral itu.
"Haha haha haha. Akhir balik ke asal" ujar Vian menyindir Julian.
"Yang lama lebih gesit" jawab Julian dengan santainya.
"Lebih cepat sampe. Lebih cepat bisa di makan" ujar Vian lagi.
Beberapa orang yang melihat Julian dan Vian yang berbalik arah melihat ke arah merek.
"Kok berbalik Non?" ujar salah seorang bertanya kepada Julian dan Vian.
"Saya sekarang hanya mau makan es krim pak. Bukan mau berjuang untuk mendapatkan es krim" kata Julian menjawab sekena hatinya saja
"Bapak kalau mau lanjut antri silahkan saja Bapak. Kalau saya mah ogah, nggak kuat mental saja Pak" lanjut Julian lagi
Julian dan Vian kemudian berbelok masuk ke dalam warung es krim favorit mereka selama ini.
"Selamat sore Nona Julian, Nona Vian." ujar pelayan yang menyambut mereka berdua di depan pintu masuk warung es krim.
"Mau pesan apa Nona?" tanya pelayan kepada Julian dan Vian.
"Seperti biasa saja." jawab Julian lagi.
"Oke Nona. Tunggu sebentar akan diambilkan" ujar pelayan.
Julian dan Vian kemudian memilih tempat duduk yang di pojokan. Mereka memang paling suka duduk di sana.
Saat itulah Tania yang baru selesai belanja masuk ke dalam warung yang sama dengan yang dimasuki Julian.
"Tania" ujar Julian memanggil Tania.
Tania yang mendengar namanya dipanggil oleh seseorang langsung saja melihat ke sumber suara. Saat itulah dia melihat Julian dan Vian. Malahan Julian melambaikan tangannya ke arah Tania.
"Hay. Aku ke sana" ujar Tania kepada Julian dengan bahasa isyarat
__ADS_1
Tania sekarang sudah berada tepat di sebelah Julian. Sedangkan Vian duduk di depan mereka berdua.
"Oh ya Tania, kenalin ini sahabat gue satu satunya yang saat itu gue katakan ke loe waktu kita di kebun teh" ujar Julian mengingatkan Tania tentang pembicaraan mereka yang membahas Vian.
"Siapa namanya kemaren ya. Vi vi, ah lupa gue, maaf" ujar Tania pura pura lupa nama Vian.
'Ndak Tuan Muda, ndak Nona muda, akting mereka sungguh luar biasa" ujar Vian memuji bagaimana akting dari seorang Tania.
"Vian" kata Julian menyebutkan nama Vian yang tidak selesai dikatakan oleh Tania.
"Nah bener Vian" kata Tania mengulang kembali menyebutkan nama Vian.
"Vian" ujar Vian memperkenalkan dirinya kepada Tania.
"Tania" Jawab Tania sambil tersenyum.
"Jadi kamu dari mana?" tanya Julian kepada Tania. Temannya selain Vian.
"Nggak ada, rencana tadi mau cari buku, ternyata melenceng ke sini. Eeee nggak taunya ketemu sama kamu berdua." ujar Tania berkata sambil melihat ke arah Julian dan Vian.
"Gimana kalau kita jalan bertiga saja nanti. Jadinya kan bisa langsung duduk duduk bertiga gitu. Lebih rame lebih asik" ujar Julian memberikan ide kepada Tania dan Vian.
"Setuju" kata Vian lagi.
"Gue lebih dari setuju" ujar Tania yang sangat bersemangat bisa jalan dengan Julian kakak iparnya yang sangat baik hati itu.
Seorang pelayan mengantarkan pesanan Julian, Vian dan Tania. Ketiga gadis cantik itu kemudian menikmati es krim yang mereka pesan
"kemana suami kamu Julian? tumben nggak ikut sama kamu dia, biasanya dimana ada kamu pasti ada suami kamu" tanya Tania yang tidak melihat keberadaan kakak laki lakinya itu.
"Bryan sedang ada kerjaan dari perusahaan nya di luar kota" kata Julian memberitahukan kepada Tania kenapa tidak ada Bryan di dekat mereka sekarang ini.
"oooooo, kirain suami kamu kemana" kata Tania lagi.
Julian sama sekali tidak menaruh curiga kepada Tania, saat Tania bertanya tentang Bryan. Rasa cemburu pun tidak ada sedikitpun dalam hati Julian. Padahal Tania amatlah cantik.
__ADS_1