
"Papi, ada yang mau Tania kasih tau sama Papi. Papi pasti sangat ingin mendengar apa yang akan tania kasih tau ke papi" kata Tania saat dia dan Papi Witama masih berada di dalam mobil untuk pulang menuju mansion keluarga Witama.
"Ada apa Tania? Kamu bisa bicara langsungkan sekarang" ujar Papi menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tania kepada dirinya.
Tania terdiam mendengar respon dari Papi. Tapi dia tidak mau salah mengambil langkah. Tania harus menempatkan dirinya di tempat yang aman untuk menceritakan apa yang diketahuinya sekarang ini kepada Papi.
"Tidak sekarang Papi. Aku akan beritahu semuanya pas kita hanya berdua saja Papi. Tidak ada orang lain lagi. Aku tidak mau sesuatu terjadi setelah ada yang mendengar berita ini" kata Tania yang tidak mungkin menceritakan hal yang sangat penting itu saat ada orang lain di antara mereka berdua.
"Berat kali emangnya sampai sampai kamu ingin berbicara tanpa di dengar oleh orang lain? " tanya Papi kepada Tania.
"Sangat berat Papi. Makanya Tania hanya ingin kita berdua saja yang berbagi cerita dan satu orang yang memang sangat tau bagaimana cerita ini bisa terjadi" kata Tania menjelaskan kepada Papi.
"Tania tidak mau salah langkah Papi. Takutnya nanti kalau Tania katakan sekarang jah ternyata di mobil ada alat penyadap berabe lah nanti. Makanya Tania nggak mau cerita sekarang" kata Tania menjelaskan kepada Papi.
Tania tau kalau sopir Papi adalah orang yang bisa dipercaya, bahkan kalau Tania mau, ada sebuah kaca yang bisa digunakan sebagai pembatas antara kursi sopir dengan kursi penumpang
"Baiklah. Kalau begitu. Besok kita akan berbagi cerita di perusahaan Papi" kata Papi memutuskan kapan mereka akan berbincang bincang membahas apa yang akan diceritakan oleh Tania nantinya.
"Tania, buat janji dulu dengan orang yang sangat tau cerita itu dulu ya Pi. Nanti pastinya jam berapa baru Tania kabari lagi" jawab Tania menjelaskan kepada Papi kalau dirinya tidak bisa memastikan jam berapa mereka akan bertemu besok.
"Emangnya dia tidak di dalam lingkaran perusahaan kita?" tanya Papi
"Masih Papi. Tetapi sekarang dia sedang bekerja di perusahaan lain karena satu hal" jawab Tania menjelaskan kepada Papi.
"Oke. Atur saja. Papi menurut saja" jawab Papi lagi.
Tania kemudian menghubungi Vian lewat pesan chat. Dia sudah mendapatkan izin dari Bryan untuk melakukan hal itu. Sehingga Tania memanfaatkan izin tersebut dengan sebaik baiknya. Vian membalas pesan chat yang dikirimkan oleh adik tuan mudanya itu. Mereka sudah sepakat untuk bertemu besok sore.
__ADS_1
"Papi besok sore jawab orang itu" kata Tania memberitahukan kepada Papi.
"Sip. Ajak makan di restoran kita saja. Papi akan pesan ruangan VIP jam lima di sana" kata Papi menjelaskan dimana mereka akan bertemu.
"Siap Papi" jawab Tania.
Tania kembali mengirimkan pesan kepada Vian. Vian pun setuju dengan apa yang dikatakan oleh Tania. Dia sama sekali tidak menolak janji temu itu. Apalagi tadi dia sudah berkomunikasi dengan Felix dan Felix juga sudah mengizinkan, apalagi Bryan juga sudah setuju.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Papi, kita jalan sekarang?" tanya Tania saat dirinya baru saja sampai di perusahaan yang sekarang di pimpin Papi.
"Oke." jawab Papi yang juga semangat saat melihat Tania yang semangat.
Papi dan anak gadisnya itu keluar dari anak cabang perusahaan Witama pada pukul setengah lima sore. Hal ini di sebabkan karena Tania yang baru saja siap melakukan tindakan operasi di rumah sakit tempat dia bekerja pada pukul setengah empat sore.
"Sore" jawab Papi dengan sangat ramah menjawab sapaan dari beberapa karyawan.
"Kita pergi dengan mobil Tania aja Papi. Sopir Papi suruh pulang aja" ujar Tania yang tidak mau ada orang lain yang tau mereka mau ngapain dan janji temu dengan siapa.
"Oke" jawab Papi yang main menurut saja apa yang dikatakan oleh Tania kepada dirinya.
Papi menghubungi sopirnya, meminta dia untuk pulang duluan saja. Papi akan pulang dengan Tania.
Mobil pribadi Papi kemudian bergerak meninggalkan perusahaan untuk pulang ke rumah tanpa membawa Tuan besar Witama.
Tania dan Papi masuk ke dalam mobil milik Tania. Mereka berdua siap untuk bertemu dengan seseorang yang sekarang sudah bisa dipastikan sedang menunggu mereka di restoran tempat mereka akan bertemu.
__ADS_1
"Kamu yakin kalau orang itu sudah di restoran?" tanya Papi yang sedikit ragu kalau orang yang akan mereka temui sudah berada di restoran.
"Sangat yakin Papi. Dia adalah orang orang Kak Bryan juga. Jadi tidak akan mungkin tidak berada di sana sekarang." jawab Tania sambil mengemudikan mobil menuju restoran tempat janji temu dengan Vian.
Papi terdiam cukup lama saat Tania mengatakan nama Bryan. Papi sudah lama sekali tidak bertemu dengan anak laki laki satu satunya dalam keluarga Witama.
"Papi kenapa? Kangen kak Bryan?" tebak Tania dengan santainya.
"Apa kamu sudah bertemu dengan Bryan lagi?" tanya Papi yang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
"Sampai hari ini sudah pernah dua kali malahan" jawab Tania yang memang bukan tipe orang menyembunyikan sesuatu dari Papinya itu.
"Maksud kamu dua kali gimana?" tanya Papi yang penasaran dengan jawaban dari Tania selanjutnya.
"Iya sudah dua kali. Pertama di kebun teh hari minggu kemaren, kemudian senen" jawab Tania.
"Kenapa nggak cerita?" tanya Papi protes kepada Tania.
"Lah ini kan mau cerita Papi" jawab Tania dengan spontan kepada Papi.
"Tapi bukan tania yang cerita ada orang yang akan cerita kepada Papi. Kalau Tania yang ceria takut salah nanti Papi" kata Tania sambil melihat sedikit ke arah Papi
Setelah berkendara lebih kurang sengah jam, Tania membelokkan mobilnya masuk ke dalam area restoran mewah yang dimiliki keluarga Witama. Tania memberhentikan mobil di dalam pintu masuk restoran mewah tersebut. Seorang valet datang menghampiri. Tania memberikan kunci mobilnya kepada vallet itu. Tuan besar Witama dan nona muda Witama berjalan masuk ke dalam restoran. Mereka langsung di sambut hangat oleh manager yang mengelola restoran dengan sangat ramah sekali.
"Selamat datang Tuan besar dan Nona muda" Sapa manager dengan sangat ramah kepada Papi dan Tania yang baru datang ke restoran.
Papi dan Tania hanya mengangguk saja menjawab sapaan dari manager restoran. Mereka berdua kemudian di arahkan oleh manager untuk menuju ruang makan vvip yang memang sudah di siapkan dari tadi untuk menyambut kedatangan pemilik restoran mewah tersebut.
__ADS_1
"Silahkan masuk Tuan dan Nona. Nona Vian sudah menunggu dari tadi di dalam" ujar manager memberitahukan kepada papi dan tania kalau tamu mereka berdua sudah terlebih dahulu datang sebelum mereka datang