
"Julian udah waktunya istirahat. Kita ke kantin yuk" ajak Vian yang merasakan perutnya sudah berbunyi nyaring.
"Gue bawa bekal" kata Julian dengan santai.
"Mana?" tanya Vian saat melihat tidak ada kotak bekal di meja Julian. Apalagi tadi saat mereka bertemu, Julian terlihat tidak membawa kotak bekal.
"Iya ya, mana kotak bekal gue?" kata Julian sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Coba tanya Bryan. Dia bawa kali kotak bekal loe" Vian memberikan saran dan usulannya kepada Julian untuk menanyakan perihal kotak bekalnya kepada Bryan.
Julian terlihat mengetikkan sesuatu di layar ponsel nya itu. Ponsel yang terpaksa baru dibelinya saat dia akan sidang terbuka disertasi beberapa hari yang lalu.
Bryan yang sedang fokus membaca laporan sampai lupa jam makan siang. Melihat ke arah layar ponselnya yang menyala tanda ada pesan chat yang masuk.
"Julian?" ujar Bryan saat melihat nama siapa yang mengirimkan pesan chat kepada dirinya.
"Sayang kotak bekal aku kamu bawa?" Bryan membaca dengan bersuara pesan chat yang dikirim oleh Julian kepada dirinya.
Bryan melihat kotak bekal yang berada di atas mejanya itu. Bryan yang malas mengetik pesan chat lebih memilih untuk menelpon Julian saja langsung.
"Hallo sayang" sapa Julian saat dirinya menerima telpon dari Bryan.
"Sayang, sepertinya kotak bekal kamu memang terbawa sama aku. Masalahnya yang di atas meja kerja aku sekarang kotak bekalnya lebih besar" kata Bryan menerangkan kotak bekal yang ada di atas meja kerjanya itu.
"Yang punya kamu mana?" tanya Julian heran kotak bekal mereka kurang satu.
"Di mobil Kevin sepertinya" kata Bryan mencoba menebak dimana letak kotak bekal yang diperuntukkan untuk dirinya.
"Ye kok bisa kamu bawa keduanya sayang?" tanya Julian lagi.
"Sepertinya saat turun dari motor tadi" kata Bryan memberikan jawaban dimana kemungkinan kotak bekal mereka berdua terbawa oleh Bryan ke perusahaan.
"Oke sip. Aku ke kantin dulu makan ya. Habiskan tuh semua makanannya, kasih Kevin, Felix" kata Julian.
Julian sebenarnya sedikit kesal dengan Bryan karena membawa dua kotak bekal makanan ke perusahaan, tetapi mau bagaimana lagi, selain karena kesalahan Bryan, Julian juga salah karena dia tidak memegang sendiri kotak bekalnya itu.
__ADS_1
"Ayok ke kantin. Bryan membawa kedua kotak bekal makanan ke perusahaannya" ujar Julian mengajak Vian untuk langsung ke kantin.
Mereka berdua kemudian berjalan ke kantin perusahaan yang terletak di bagian belakang. Letak kantin berada di parkiran kendaraan roda empat.
"Kok bisa di bawa sama Bryan?" ujar Vian bertanya.
"Gara gara tadi turun dari motor, dia yang megang, terus kita berdua tapi langsung masuk ke dalam perusahaan" ujar Julian menjelaskan kenapa bisa Bryan membawa kotak bekal milik Julian.
"Haha haha haha. Ada ada aja"
Sesampainya di kantin, Julian dan Vian memesan menu makan siang yang akan mereka nikmati untuk siang hari ini. Julian memesan ayam geprek dan jus jeruk, sedangkan Vian memesan nasi padang dan es teh.
"Kevin, ke ruangan gue" kata Bryan meminta Kevin untuk datang ke ruangannya.
"Sip"
Kevin mengambil beberapa laporan yang sudah diperiksanya untuk diperiksa kembali oleh Bryan. Kevin kemudian meninggalkan ruangannya dan berjalan menuju ruangan Bryan.
"Ada apa?" tanya Kevin saat dirinya sudah sampai di depan Bryan.
"Hah?"
Kevin kemudian tidak sengaja melihat ke arah kotak bekal makanan yang ada di meja kerja Bryan.
"Itu bukannya kotak bekal makanan?" tanya Kevin saat melihat sebuah kotak bekal makanan ada di meja kerja Bryan.
"Ya itu memang kotak bekal makanan, tetapi milik Julian. Milik gue tinggal di mobil loe" jawab Bryan lagi menerangkan kotak bekal yang di atas mejanya itu punya siapa.
"Makan itu aja apa salahnya. Ngapain harus ngambil yang di mobil gue lagi. Kan sama sama makanan, sama sama yang masaknya Julian" komentar Kevin saat dirinya diminta Bryan untuk mengambil kotak makanan Bryan ke mobilnya.
"Mana bisa gitu. Gue mau makan bekal makanan yang dimasak untuk gue" jawab Bryan yang tetap keras kepala hanya mau makan makanan yang ada di kotak bekalnya saja.
Bryan menatap ke arah Kevin yang tidak juga beranjak meninggalkan ruangan Bryan untuk pergi mengambil kotak bekal makanannya yang tertinggal di mobil Kevin
"Kevin" ujar Bryan dengan nada bukan nada sahabat lagi tetapi sudah nada pimpinan meminta karyawan untuk mengerjakan apa yang diminta oleh dirinya.
__ADS_1
Kevin yang mendengar nada suara Bryan yang sudah tidak bersahabat lagi memilih untuk pergi mengerjakan apa yang diminta oleh Bryan kepada dirinya. Kevin akan mengambil kotak bekal makanan yang diminta oleh Bryan.
"Ini kotak bekal makanannya" kata Kevin sambil menaruh kotak bekal makanan yang diambilnya ke mobil tadi ke depan Bryan.
"Makasi Kevin" ujar Bryan.
Kevin berbalik hendak kembali ke ruangannya. Dia berencana akan pergi keluar mencari makan siang. Perutnya sudah berbunyi minta diisi makanan.
"Loe mau kemana?" tanya Bryan saat melihat Kevin yang main balik arah saja saat dirinya siap mengambilkan kotak makanan
"Mau cari makan siang. Kan jam istirahat" jawab Kevin.
"Loe makan makanan yang dalam kotak bekal Julian saja. Ngapain main beli ke luar" ujar Bryan sambil menarik kotak bekal makanan milik Julian.
Kevin mengambil kotak bekal makanan itu. Dia melihat ke arah Bryan.
"Gue kira loe mau makan semuanya" ujar Kevin yang kaget Bryan memberikan kotak bekal makanan milik Julian kepada dirinya.
"Kata Julian tadi ke gue, gue harus berikan kotak bekal makanan milik dia ke elo dan Felix. Nah berhubung Felix tidak ada di sini maka silahkan makan untuk loe sendiri" kata Bryan memberitahukan pesan yang dikatakan oleh Julian tadi kepada Kevin.
"Oke. Makasi Julian" ujar Kevin berterimakasih kepada orang yang tidak dilihatnya sama sekali
Saat itulah, pada saat Bryan dan Kevin akan menikmati bekal makan siang yang dibawakan oleh Julian, pintu ruang kerja Bryan terbuka dari luar.
"Mami lagi" ujar Bryan menebak siapa yang datang ke ruangannya tanpa melihat ke arah pintu masuk ruangan.
Kevin yang mendengar hanya bisa geleng geleng kepala saja mendengar siapa yang dituduh oleh Bryan masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kalian berdua memanglah ya. Makan siang nggak ngajak ngajak gue. Apa salahnya kasih tau dan undang gue makan kek" kata Felix saat baru masuk ke dalam ruang kerja Bryan dan melihat Bryan serta Kevin yang sedang menatap bekal makanan yang terbuka di atas meja tamu.
"Lah kami mana tau loe mau datang ke kantor pusat. Kami kira sangat betah di kantor cabang setelah tidak mengikuti kegiatan sehari hari Julian lagi" kata Bryan sambil memindahkan nasi ke dalam piring maka.
"Ya ya ya" jawab Felix.
Kevin dan Felix bergantian mengisi piring mereka dengan menu bekal makan siang milik Bryan. Mereka bertiga kemudian makan dengan sangat lahap bekal makan siang yang sangat enak itu.
__ADS_1