Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #14


__ADS_3

'Ada apa dan kenapa ini? Kenapa semua berubah?'


'Aku sama sekali tidak mengerti'


Julian berkata kata dalam hatinya sendiri. Dia benar benar tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi saat ini. Dia sama sekali tidak tau keadaan seperti apa yang terjadi sekarang.


"Julian kenapa melamun?" tanya Kevin saat melihat Julian seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Eh...... Tidak ada apa apa Kevin"


Julian tergagap menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Kevin kepada dirinya.


'Sepertinya Julian sudah mulai curiga'


'Gue harus ngomong sama Bryan' lanjut Kevin yng sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Akhirnya buku ini ketemu juga" kata Felix saat melihat situasi sudah aman dan kondusif kembali.


Felix membawa buku itu turun. "Kalian bertiga duluan aja ke mobil Kevin. Gue bayar dulu" ujar Felix yang tidak ingin Julian semakin curiga dengan keadaan. Kevin sudah memberitahukan kepada Felix apa yang terjadi tadi.


Mereka bertiga kemudian menuju mobil Kevin yang diparkir di parkiran biasa saja. Tidak di bestman seperti mobil yang dipakai oleh Nyonya besar.


Felix yang sudah membayar tagihan buku yang sebenarnya sama sekali tidak dibutuhkannya itu sekarang sudah berada di dalam mobil. Mobil kemudian bergerak meninggalkan toko buku untuk menuju rumah Felix.


...........................................................


"Apa kalian tadi melihat Tuan muda?" tanya Nyonya besar kepada keempat pengawal saat sudah di dalam mobil.


"Siap melihat Nyonya besar. Tuan muda berjalan dengan Tuan Felix dan Tuan Kevin" jawab pengawal yang memang melihat Bryan berjalan dengan kedua sahabatnya.


Untung saja saat itu Julian meminta izin ke toilet dan tidak ingin diantarka oleh Bryan.


"Tidak ada orang lain?" tanya Nyonya besar.


"Sama sekali tidak ada Nyonya besar. Tuan muda hanya berjalan dengan Tuan Felix dan Tuan Kevin" jawab pengawal menegaskan kembali jawaban yang sudah diberikannya tadi.


"Oh baiklah" jawab Nyonya besar.

__ADS_1


Nyonya besar berharap pengawalnya melihat anak laki laki satu satunya itu berjalan dengan seorang wanita. Ternyata hal yang diharapkannya itu tidak terjadi juga.


"Kita langsung ke mansion utama saja" kata Nyonya besar meminta sopir mengarahkan mobil yang dikemudikannya ke mansion utama saja.


"Siap Nyonya besar"


,...............................................................


"Silahkan masuk" kata Felix mempersilahkan ketiga orang yang bersama dengan dirinya tadi untuk masuk ke dalam mansion nya yang sangat besar itu.


Julian melihat sedikit ke arah mansion milik Felix. 'Gaya america' ujar Julian dengan sangat pelan yang tidak bisa di dengar oleh siapapun.


Kevin memperhatikan sikap dan reaksi Julian. Julian sama sekali tidak terkejut saat melihat mansion Felix yang besar itu.


'Kenapa dia santai saja ya?'


'Gue nggak yakin kalau dia orang biasa saja'


Kevin benar benar menjadi sangat penasaran dengan Julian. Melihat sikap dan cara Julian beberapa jam ini, membuat Kevin menjadi sangat yakin, kalau Julian yang di kenal oleh Tuan Muda dan juga Felix bukanlah seperti yang mereka kenal.


'Gue harus cari tau' kata Felix dalam hatinya dan membulatkan tekadnya untuk mencari tau siapa sebenarnya istri Tuan mudanya itu.


"Apa boleh bawa pulang semuanya?" tanya Julian yang bermaksud untuk bercanda dengan Felix.


"Silahkan, kalau memang butuh semuanya"


"Mobil Kevin cukup muat untuk membawa semua buku ini" lanjut Felix memperbolehkan Julian untuk membawa semua buku yang ada di perpustakaan pribadinya itu.


"Haha haha haha tidak sama sekali. Aku hanya bercanda saja" kata Julian yang sudah bisa menebak jawaban yang diberikan oleh Felix kepada dirinya.


'Fix ada sesuatu'


'Gue pastikan akan cari tau' kata Julian.


Julian menyibukkan dirinya untuk mencari buku buku yang dibutuhkan oleh dirinya dalam menyelesaikan tugas akhir perkuliahan S2 nya itu.


Sedangkan Bryan, Felix dan Kevin terlihat sedang sibuk bermain game. Mereka bertiga menahan diri untuk membahas hal hal yang nantinya akan semakin membuat Julian penasaran. Sehingga Bryan memutuskan untuk mereka bermain game saja.

__ADS_1


"Felix maaf sebelumnya. Apa mansion sebesar ini tidak ada pembantunya?" tanya Julian yang sedikit merasa haus.


"Sama sekali tidak ada. Kenapa?" tanya Felix yang kebetulan sedang tidak gilirannya untuk bermain game.


"Aku haus" jawab Julian.


"Oh, biar aku ambilkan ke dapur dulu" jawab Felix sambil berdiri dari tempat duduknya. Felix tidak mungkin menyuruh Nona mudanya itu untuk pergi mengambil air minum ie dapur.


"Jangan, biar saya saja."


Julian tidak ingin merepotkan Felix. Juluan sudah merasa sangat luar biasa hari ini merepotkan Felix. Mulai dari meminjamkan buku, sampai mengelilingi perpustakaan Felix yang sangat besar itu.


"Mini bar, ada tepat di depan dapur. Di sana ada lemari es. Kamu bisa ambil air apa yang kamu butuhkan" ujar Felix memberitahukan dimana letak mini bar tempat dirinya menyimpan makanan dan minuman.


"Oke"


Julian kemudian pergi berjalan meninggalkan ruang perpustakaan untuk menuju mini bar yang tadi dikatakan oleh Felix.


Julian mengambil beberapa air minum dalam kemasan dan memasak mie instan yang ada di dalam lemari es milik Felix.


"Sayang, kamu masak mie instan?" tanya Bryan kaget melihat apa yang dibawa oleh Julian masuk ke dalam perpustakaan.


"Iya, maafin aku ya, tidak izin dulu ke Felix" kata Julian sambil menundukkan kepalanya. Julian sadar kalau dia salah sekarang karena sudah memasak mie instan milik Felix tanpa memberitahukan Felix terlebih dahulu.


"Tidak apa apa Julian. Lagian kami bertiga juga sudah sangat lapar" sambar Felix yang tidak ingin Julian merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukan oleh dirinya.


Julian masih menatap ke arah Bryan. Bryan terseyum sambil mengangguk. "Aku tidak marah" kata Bryan sambil mengusap rambut Julian dengan kasih sayang. Julian merasakan rasa itu. Dia tersenyum membalas perlakuan lembut yang diberikan oleh Bryan kepada dirinya.


Mereka berempat menikmati dengan sangat lahap mie rebus yang telah di masak oleh Julian. Apa lagi mie rebus itu ditemani dengan teh es yang disiapkan oleh Julian. Mereka menikmati semua hidangan itu sambil mengobrol. Julian menikmati obrolan ringan tiga orang sahabat itu.


"Apa semua buku yang kamu inginkan sudah kamu dapatkan sayang?" tanya Bryan saat dirinya sudah selesai menikmati mie rebus buatan Julian yang sangat lezat itu.


"Sudah sayang. Semuanya sudah aku sisihkan tinggal masuk dalam tas aja" jawab Julian.


"Oke, kamu masukan dalam tas, biar aku saja yang membersihkan meja makan ini" kata Bryan yang tau bagaimana kebiasaan dari seorang Julian


"Aku saja sayang. Kamu ngobrol aja"

__ADS_1


Julian tidak ingin Bryan melakukan pekerjaan itu di depan sahabat sahabatnya.


__ADS_2