
Tok tok tok tok. Felix sudah untuk kesekian kalinya mengetuk pintu kamar Bryan dari luar. Tetapi sama sekali tidak ada tanggapan apapun dari dalam kamar Bryan.
"Tu anak apa masih tidur juga ya?" ujar Felix saat melihat sudah berkali kali dia mengetuk pintu kamar Bryan. Mulai dari ketukan kecil, berpola sampai dengan keras dan terburu buru, tetapi sama sekali tidak ada tanggapan dari dalam kamar Bryan.
"Bryan Bryan Bryan. Katanya akan ke perusahaan jam tujuh. Sekarang sudah jam tujuh kurang seperempat dia masih belum bangun. Gimana mau sarapan coba" ujar Felix berbicara sendiri sambil menghadap ke arah pintu kamar Bryan yang masih tertutup rapat. Tidak ada tanda tanda Bryan mau membukakan pintu kamarnya itu.
"Dasar pria yang Hem ntahlah ntah apa yang mau gue omongin ke loe lagi. Nggak paham gue" lanjut Felix masih mengomel sendirian.
"Nggak punya pasangan lie, gue dan Kevin tetap susah. Sudah punya pasangan lie, kami makin susah. Maunya loe apa sih Bryan" Felix terus saja mengomel di depan pintu kamar Bryan.
Pintu hanyalah sebuah benda mati yang tidak memiliki perasaan dan pikiran. Dia hanya bisa tetap tenang saat mendengar makian yang dikeluarkan oleh Felix di depannya saat ini
"Huft" Felix menghembuskan nafasnya dengan sangat berat.
Dia kemudian berjalan kembali ke kamarnya. Dia akan meminta manager hotel mengantarkan kunci cadangan kamar Bryan. Felix akan membuka paksa pintu kamar itu.
Sambil menunggu manager datang mengantarkan kunci kamar Bryan. Felix lebih memilih untuk membaca kembali dokumen tentang kecurangan yang telah dilakukan di anak cabang perusahaan yang sebentar lagi akan mereka lakukan rapat terbuka dengan seluruh karyawan yang ada di perusahaan itu. Felix tidak ingin Bryan salah mengambil sikap karena salah dalam mencerna isi dokumen tersebut sehingga Felix mengambil langkah untuk membaca kembali dokumen tersebut dan memastikan kalau isinya adalah sebuah kebenaran.
Tok tok tok tok. Pintu kamar Felix diketuk dari arah luar. Balik kemudian berdiri dan membuka pintu kamar nya itu dan melihat kalau seorang manajer telah berdiri di depan pintu kamar sambil membawa kunci cadangan kamar yang ditempati oleh Bryan.
" tuan Felix ini kunci kamarnya" kata manajer sambil memberikan kunci kamar yang diminta oleh Felix
" terima kasih kamu juga harus ikut saya membuka pintu kamar tuan muda sehingga saya tidak ingin terjadi sesuatu di dalam kamar itu yang tidak diketahui oleh orang lain" kata Felix mengajak manajer untuk ikut serta saat membuka pintu kamar Bryan
" siap dan Felix saya akan ikuti apa yang Tuhan Felix katakan" jawab manajer yang tidak bisa menolak apa yang diinginkan oleh Felix dan apa yang diperintahkan oleh Feli kepada dirinya.
Felix dan manajer kemudian berjalan menuju kamar Brian. Mereka berdua akan membuka pintu kamar tersebut memakai kunci cadangan yang sudah diberikan oleh manajer kepada Felix.
__ADS_1
" silakan buka Manager" ujar Felix meminta manager untuk membuka pintu kamar Bryan tersebut.
Manager menempelkan kunci pintu cadangan itu ke gagang kunci kamar Bryan. Pintu langsung terbuka.
"Kamu ikut dengan saya untuk masuk ke dalam kamar dan melihat sedang apa Tuan Muda itu" kata Felix yang tidak ingin sendirian masuk ke dalam kamar Tuan Muda Witama tersebut.
"Siap Tuan felix." Jawab manager yang tidak memiliki pilihan lain, manager hanya bisa mengikuti apa yang diminta dan diperintahkan oleh Felix kepada dirinya.
Manager kemudian membuka pintu kamar lebih lebar lagi. Felix dan manager kemudian masuk ke dalam kamar Bryan yang luar biasa luasnya itu. Kamar hotel itu sudah seperti apartemen saja yang memiliki semua kebutuhan dasar untuk hidup. Mulai dari ruang tamu sampai dengan mushalla kecil ada di dalam kamar itu.
"Ya Tuhan masih tidur juga dia baru" ujar Felix saat melihat Bryan yang masih tengkurap dan terlelap di atas ranjang besarnya itu.
"Pantesan dia nggak denger gue ngetok pintu. Ternyata dia masih dalam posisi seperti ini" Lanjut Felix setengah kesal melihat apa yang sedang dilakukan oleh Bryan.
"Tuan Felix, apa saya harus membangunka Tuan muda?" ujar manager hotel bertanya kepada Felix.
Bryan benar benar sudah tidak bisa lagi dikondisikan kalau jauh dengan Julian. Bryan benar benar sudah jauh berubah sekali sekarang.
Felix yang kesal melihat Bryan yang masih tidur padahal sudah pukul tujuh, memilih untuk langsung keluar dari dalam kamar Bryan. Dia tidak bisa lagi mentolerir apa yang dilakukan oleh Bryan sekarang ini.
"Tuan Felix, anda mau kemana?" ujar manager hotel saat melihat Felix yang berjalan meninggalkan kamar Bryan.
"Capek gue ngurus tu orang. Kalau dia tanya gue kemana bilang gue sudah berangkat ke negara Francais" ujar Felix pergi meninggalkan kamar Bryan tersebut.
Manager yang tidak mau mengambil resiko di amuk Tuan Muda itu memilih untuk ikut keluar dengan Felix.
"Loe ngapain keluar?" tanya Felix saat melihat manager sudah keluar dari dalam kamar Tuan mudanya itu.
__ADS_1
"Nggak berani saya Tuan Felix" ujar manager yang sekarang lututnya sudah gemetar.
"Alah. Takut kenapa? Emang Tuan Muda makan orang?" tanya Felix lagi.
"Makan orang tidak Tuan Felix. Tapi kalau Tuan Muda dibangunkan maka akan rusak semua moodnya. Saya sudah pernah mengalami sekali Tuan Felix. Saya tida kuat untuk mengulangnya lagi" lanjut manager menjelaskan kepada Felix bagaimana mengerikannya seorang Bryan kalau dirinya dibangunkan saat tidur.
"Terus siapa yang akan bangunkan dia?" tanya Felix lagi kepada manager.
"Tuan Felix saja yang bangunkan. Saya menyerah Tuan" kata manager.
"Saya pamit dulu Tuan" lanjut manager yang memilih untuk pergi dari lantai kamar Tuan Muda itu.
Felix hanya bisa melihat kepergian manager. Dia sama sekali tidak bisa melarang manager untuk pergi dari sana.
"Biarin ajalah. Gue juga males bangunkan dia. Biar dia rasakan sendiri akibat dari perbuatan nya itu. Gue capek juga harus mikir melulu" lanjut Felix lagi.
"Mending gue jalan jalan lagi, dari pada musingin urusan perusahaan yang bukan punya gue itu. Yang punya aja enak banget tidurnya" ujar Felix sambil melihat ke arah pintu kamar Bryan yang masih tertutup rapat.
"Kalau perlu gue akan pulang larut malam buat tidak bertemu dengan tu orang. Capek gue capek." lanjut Felix yang sudah sangat kesal dengan kelakuan Bryan saat ini.
Felix kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia menukar pakaiannya yang sudah rapi itu dengan pakaian biasa saja. Felix akan keliling pulau Balis. Dia tidak akan peduli dengan apa yang akan dikatakan oleh Bryan.
Felix yang sudah berpakaian santai itu, berjalan meninggalkan hotel. Dia akan menjadi wisatawan lokal hari ini. Felix akan menikmati perjalanan wisatanya di pulau Balis.
"Yey bebas kerja. Selamat tidur Tuan Muda Bryan. Saya Felix akan jalan jalan dulu" ujar Felix dengan santainya.
Felix berjalan meninggalkan hotel tempat mereka menginap. Dia akan mencari sarapan terlebih dahulu. Felix sudah mematikan semua ponselnya. Dia sudah tidak bisa dihubungi oleh siapapun lagi sekarang.
__ADS_1
Sedangkan Bryan di kamar masih terlelap tidur. Tidak ada tanda tanda Bryan akan bangun. Padahal jam sekarang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Semua kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini tidak akan terjadi. Felix sudah malas untuk bekerja sendirian. Sedangkan Bryan ntah apa yang merasuki nya sehingga seakan akan dia tidak peduli dengan apapun urusan perusahaan.