Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #105


__ADS_3

Bryan yang hari ini sudah jalan jalan kemanapun dia suka dengan diantar oleh Andri, sopir hotel yang tidak banyak cerita itu dan tidak banyak rasa ingin tau itu, serta hanya menjawa apa bila di tanya oleh Bryan, akhirnya telah selesai melakukan jalan jalan keliling pulau Balis.


"Kita pulang Andri" kata Bryan meminta Andri untuk mengantarkannya ke hotel kembali.


"Siap tuan muda" jawab Andri.


Andri kemudian mengemudikan mobil menuju hotel kembali. Dia akan mengantarkan Bryan yang sudah lelah seharian berkeliling pulau Balis. Ntah sudah berapa banyak objek wisata yang dikunjungi oleh Bryan sampai sampai waktu tidak dirasakan oleh Bryan.


Andri memberitahukan kepada Manager kalau dirinya akan mengantarkan tuan muda kembali ke hotel, hal ini dilakukan agar manager bisa menyambut kedatangan tuan muda di lobby hotel. Manager akan memberikan pelayanan terbaik kepada Tuan Muda pemilik hotel bintang lima itu.


Mobil yang dikemudikan oleh Andri berhenti tepat di depan pintu masuk lobby hotel. Seorang office boy membukakan Tuan Muda pintu mobil.


"Makasi Andri. Besok pagi kita ke perusahaan jam tujuh" ujar Bryan memberitahukan kepada Andri jam berapa besok Andri harus siap dan stanby menunggu Bryan.


"Siap Tuan Muda. Saya akan pastikan sebelum jam tujuh saya sudah siap" kata Andri menjawab perintah yang diberikan oleh Bryan kepada dirinya.


Bryan kemudian keluar dari dalam mobil. Dia kemudian masuk ke dalam lobby hotel. Saat itulah manager menemui Bryan.


"Selamat malam tuan muda" ujar manager menyapa Bryan.


"Selamat malam. Apa Tuan Felix sudah pulang dari perusahaan?" tanya Bryan yang ingat dengan sahabatnya itu.


"Maaf Tuan Muda, Tuan Felix sampai saat ini belum pulang, setau saya" ujar manager yang tidak bisa memastikan apakah Felix sudah pulang atau belum dari luar.


"Oh baiklah. Besok tolong bangunkan saya jam enam pagi" ujar Bryan memberikan pesan kepada Manager.


"Siap Tuan muda" jawab manager yang tidak bisa menolak keinginan dari Tuan Muda itu.


Bryan berjalan menuju lift dia akan langsung ke kamarnya untuk tidur dan beristirahat. Sedangkan untuk menu makan malam sudah disiapkan di kamar oleh pelayan.


Felix yang melihat Bryan baru datang dari luar memilih untuk duduk menunggu Bryan masuk ke dalam lif setelah itu barulah dia masuk ke dalam hotel.


"Apa kata Tuan muda?" ujar Felix bertanya kepada manager.


"Tuan muda bertanya apa Tuan felik sudah pulang dari perusahaan. Saya menjawab saya tidak tau" ujar manager memberikan jawaban kepada Felix.


"Kenapa tidak ngomong kalau saya pergi ke negara Francais" ujar Felix


"Maaf Tuan Felix saya tidak mau mengambil risiko dengan hal itu. Saya takut dengan dampaknya" ujar manager yang tidak mau mengambil risiko yang berat tersebut.

__ADS_1


"Haha haha haha. Ternyata kamu cemas juga kehilangan jabatan teman" kata Felix sambil menepuk pundak Manager.


"Bukan masalah itu Tuan Felix. Saya masih butuh uang untuk hidup dan menikah" jawab manager sambil tersenyum simpul.


"Haha haha haha. Oke oke oke. Saya setuju dengan hal itu" kata Felix yang tidak bisa meragukan kalau setiap manusia memang butuh akan uang.


"Saya masuk dulu" lanjut Felix.


"Eh Tuan Felix, Tuan muda tadi minta saya membangunkan beliau jam enam" kata manager memberitahukan pesan yang dikatakan oleh Bryan tadi kepada Felix.


"Mantap" ujar Felix.


"Langsung eksekusi saja" jawab Felix selanjutnya.


"Siap Tuan Felix" kata manager dengan semangat.


Felix kemudian masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan dirinya menuju kamar. Saat keluar dari lift, betapa kagetnya Felix saat melihat ada seseorang yang berdiri di depan kamarnya. Seseorang itu memakai topi dan menyandarkan punggungnya ke dinding kamar.


"Ngapain tu orang berdiri di sana sendirian?" ucap Felix saat melihat seseorang berdiri di depan kamarnya dengan santai sambil memainkan ponselnya


Felix kemudian berjalan ke arah orang itu. Dia sudah tau apa alasan orang itu berdiri di depan kamarnya.


"Tidak apa apa" jawab Felix dengan santai.


"Besok gue janji akan bangun pagi dan kita akan menyelesaikan permasalahan perusahaan" ujar Bryan dengan sangat yakin kalau dirinya pasti akan bangun besok pagi.


"Gue tau itu. Loe pasti akan bangun besok pagi." jawab Felix lagi.


Bryan tau kalau suasana hati Felix aesang dalam keadaan yang tidak baik baik saja. Sudah saatnya dia pergi dari hadapan sahabat sekaligus rekan kerjanya itu.


"Gue ke kamar dulu" ujar Bryan.


"Oke. Gue harap loe bisa bangun pagi besok" ujar Felix memberikan pesan yang sedikit menohok kepada Bryan.


"Oke aman itu" jawab Bryan yang pastinya akan bangun pagi besok karena sudah berpesan kepada manager hotel untuk membangunkan dirinya.


Sedangkan di lobby bawah berbeda kejadian dengan yang terjadi di lantai paling atas hotel mewah itu.


"Andri" Panggil manager kepada karyawan yang dimintanya untuk melayani Tuan Muda selama menginap di hotel tersebut.

__ADS_1


"Siap manager saya" Ujar andri sambil berjalan ke arah manager yang memanggilnya itu.


"Duduk" ujar manager kepada Andri.


"Bagaimana tadi?" tanya manager kepada Andri saat Andri sudah duduk tepat di sebelah dirinya saat ini.


"Aman terkendali, manager" jawab Andri meyakinkan manager kalau semuanya dalam keadaan aman dan baik baik saja.


"Serius? Kamu tidak bercanda kan ya?" Ujar manager yang takut kalau Andri hanya ingin menyenangkan hatinya saja.


"Serius manager. Malahan saya diminta oleh Tuan Muda untuk mengantarkannya besok ke perusahaan pukul tujuh pagi" jawab Andri mengatakan pesan yang disampaikan oleh Tuan muda Witama kepada dirinya sebelum Tuan muda turun dari atas mobil.


"Oke, kamu tidak boleh telat. Kalau perlu kamu menginap saja di salah satu kamar kosong yang ada di sini" ujar manager memberikan pelayanan ekstra untuk Andri.


"Lah kok gitu manager?" Tanya Andri yang tidak mengerti dengan keinginan managernya itu.


"Supaya kami bisa membangunkan kamu, jadi tidak ada kata terlambat saat kamu bangun pagi besok" manager menjelaskan kepada Andri kenapa dirinya diminta untuk tidur di salah satu kamar hotel yang kosong.


"Kalau begitu saya jemput pakaian dulu ke kontrakan Manager" ujar Andri yang memang tidak membawa pakaian nya ke hotel.


"Pakai pakaian saya saja. Kitakan sama besar. Saya ada pakaian baru yang belum saya pakai" ujar manager memberikan usulan kepada Andri.


"Oke kalau begitu terserah manager saja. Saya ikut saja aturan mainnya" Jawab Andri yang sudah tidak bisa berkata apa apa lagi.


Manager kemudian mendatangi resepsionis meminta satu kunci kamar yang masih kosong untuk di tempati oleh Andri selama Tuan Muda Witama menginap di hotel mereka itu. Setelah memberikan kunci kamar kepada Andri, manager meminta Andri untuk mengikuti dirinya ke ruang kerja. Manager memberikan Andri satu stel pakaian baru. Pakaian yang sangat bagus dan tentunya mahal.


"Wow, pakaian ini sangat wow manager, pasti harganya sangat mahal sekali" ujar Andri saat melihat pakaian yang diberikan oleh manager kepada dirinya.


"Tidak masalah, pakai saja. Kamu lebih butuh pakaian ini dari pada saya sekarang" kata manager memberikan dengan ikhlas pakaian terbaik dan juga terbaru miliknya itu kepada Andri.


"Terimakasih manager" jawab Andri.


Andri yang hendak berbalik dan keluar dari dalam ruang kerja manager baru sadar ada amplop di dalam saku celananya itu.


"Manager hampir saja lupa. Ini uang masih ada sisanya manager" ujar Andri sambil memberikan amplop yang tadi di berikan oleh manager kepada dirinya.


"Pegang saja dulu. Mana tau besok kamu perlu saat masih melayani Tuan Muda" kata manager menolak kembalian uang yang diberikan oleh Andri kepada dirinya.


"terimakasih manager" ujar Andri.

__ADS_1


Andri kemudian keluar dari dalam ruangan manager. Dia menuju kamarnya untuk beristirahat. Andri sebenarnya sangat lelah sekali sekarang. Dia harus menunggu dan menemani Tuan Muda yang hobby kemana mana itu, kalau boleh memilih Andri lebih memilih berada di hotel dari pada menemani Tuan muda. Tetapi itu hanya dirasakan oleh Andri hanya dua jam saja, setelah itu Andri merasa asik menemani Tuan muda yang ternyata tidak sombong setelah lama mereka saling mengobrol satu dengan yang lainnya.


__ADS_2