Istri Sah Tuan Muda

Istri Sah Tuan Muda
Istri Sah Tuan Muda #9


__ADS_3

"Bos loe bener bener bucin"


"Heran gue bisa sampe sebegitu bucinnya ke nyonya muda"


"Loe tengok aja, mana pernah dia bisa sebegitunya selama ini"


"Tengok tuh rela nunggu di sana, padahal kalau dia masuk ke dalam swalayan itu semua orang akan menunduk ke arah dirinya" lanjut Kevin yang merasa gemas sendiri melihat tingkah yang ditampilkan oleh Bryan.


Kevin benar benar mengeluarkan semua apa yang dirasakannya kepada Felix.


"Haha haha haha, elo karena belum nemu aja yang seperti Nona Muda. Coba kalau udah ketemu, loe akan lebih parah bersikap dari pada Tuan Muda" balas Felix yang dari tadi tidak melepaskan pandangannya dari Bryan. Sebenarnya dulu Felix juga sama dengan Kevin. Dia juga beranggapan kalau Tuan Mudanya terlalu buta cinta kepada Nona muda yang baru ditemuinya itu.


"Maksud loe gimana?"


"Gue pertamanya juga beranggapan sama kayak elo. Ternyata setelah gue mengikuti Nona muda selama ini. Ternyata, layak Tuan Muda memiliki sikap seperti ini kepada Nona muda" jawab Felix.


Jawaban Felix semakin membuat Kevin tidak mengerti. Dia menatap Felix meminta Felix menjelaskan lebih lanjut lagi dengan apa yang dikatakan oleh dirinya sebentar ini.


"Gue gagal paham maksud loe apa?" ujar Kevin.


"Ya, Nona muda jauh sangat berbeda dengan wanita wanita yang berusaha mendekati tuan muda selama ini." jawab Felix yang mana jawabannya semakin membuat Kevin penasaran.


Kevin semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Felix kepada dirinya.


"Loe akan tau sendiri kalau loe mengikuti keseharian Nona muda" jawab Felix semakin membuat Kevin menjadi penasaran dengan apa yang dikatakan Felix.


"Gila loe, loe kan tau gimana sibuknya Tuan muda" ujar Kevin


"Loe pura pura jadi teman Tuan Muda aja" balas Felix.


"Ngasih ide yang masuk di akal jangan yang masuk ke jurang" jawab Kevin dengan nada ketus.


"Ya kali gue ke kontrakan mereka terus ngaku ngaku sebagai teman Tuan Muda. Bisa bisa gue di cincang Tuan Muda besoknya" jawab Kevin yang tidak menyangka kalau Felix akan memberikan ide tersebut kepada dirinya.


***************


"Vin, gue jalan dulu ya"

__ADS_1


"Emang suami loe udah di depan?" tanya Vina yang penasaran apakah memang benar Tuan mudanya yang terkenal dingin dan tidak mau tau dengan wanita itu sudah menunggu istri kecilnya itu.


"Sudah dari tadi. Dia di sana sudah dua jam" jawab Julian dengan santainya.


Wajah Vina langsung berubah dengan wajah terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Julian sebentar ini. Tuan muda yang terkenal paling anti menunggu itu, telah rela menunggu selama dua jam di depan pintu swalayan.


'Ini bener bener keajaiban' ujar Vina dalam hatinya.


"Vin, kenapa bengong. Loe nggak lupa dengan janji loe kan ya?" ujar Julian yang cemas kalau Vina melupaka janjinya kepada Julian.


"Sama sekali tidak" jawab Vina.


"Jadi, apa boleh gue jalan sekarang?" tanya Julian kembali.


"Oke. Selamat menikmati kencan dengan pasangan" Vina menggoda Julian sambil mengedip ngedipkan matanya dengan genit.


"Huft, doakan berhasil. Awas loe kalau semua orang tau maka loe akan gue tekek dengan sapu" Balas Julian yang memang tidak ingin ada orang yang tahu akan hubungannya dengan Bryan.


Vina mengunci mulutnya dengan jari. Vina memperagakan semua itu dengan santai.


Julian kemudian berjalan keluar dari dalam swalayan. Dia sudah membuat Bryan suaminya itu menunggu terlalu lama di luar sana.


"Hay, maaf sudah membuat kamu menunggu lama" kata Julian sambil tersenyum manis ke arah Bryan.


Julian menatap ke arah suaminya yang benar benar tampan itu. Ntah kebaikan apa yang telah dibuat oleh Julian di penghidupan yang lalu, sehingga Julian mendapatkan suami yang sangat tampan seperti suaminya yang sekarang ini. Ini benar benar pernikahan yang walaupun tidak di sengaja tetapi mendatangkan kebaikan bagi Julian.


"Mana ada lama" jawab Bryan dengan santai.


Bryan membetulkan letak topinya. Dia kemudian memasang kaca mata hitamnya. Bryan tidak ingin ada orang yang mengenalinya saat ini. Apalagi musuh musuh bisnisnya. Sekarang Bryan juga tidak sendirian, dia sedang bersama istrinya Julian. Bryan tidak ingin menempatkan Julian di posisi yang akan menjadi gawat bagi Julian.


"Hay aku sudah melihat kamu berada di sini dari satu setengah jam yang lalu."


Bryan menatap ke arah Julian. Julian mengangguk meyakinkan Bryan akan apa yang dikatakan oleh dirinya. Bryan hanya bisa garuk garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia tidak menyangka kalau Julian akan memperhatikan apa yang sudah dilakukan oleh dirinya dari tadi.


"Jadi sekarang kita mau kencan kemana?" ujar Julian.


Bryan menggeleng, dia memang sama sekali tidak tahu harus membawa Julian kencan kemana.

__ADS_1


'Kalau gue bawa ke tempat biasa gue duduk duduk, maka Julian akan berpikiran aneh. Tapi kalau nggak ke sana, kamana lagi mau gue bawa ya?' Bryan berpikir keras memikirkan kemana dirinya akan membawa Julia pergi kencan. Ini benar benar hal baru yang sedang dialami oleh Bryan.


Julian menatap Bryan, dia kemudian geleng geleng kepala dengan jawaban yang diberikan oleh Bryan. Bryan hanya membalas dengan tersenyum kikuk saja.


"Maafkan aku" kata Bryan dengan lemah.


"Kenapa minta maaf?" tanya Julian tidak mengerti alasan Bryan meminta maaf kepada dirinya.


"Maafkan aku karena tidak tau harus membawa kamu kemana" jawab Bryan sambil menundukkan kepalanya.


Suatu hal yang tidak pernah dilakukan oleh Bryan selama ini kepada siapapun.


Seorang tuan muda pewaris perusahaan Witama meminta maaf kepada seorang pelayan supermarket, kalau ada rekan bisnis dari perusahaan Witama mendengar hal ini, maka bisa dipastikan kalau Bryan pasti akan dicemooh oleh mereka semua.


"Aku juga tidak pernah melakukan hal ini."


"Jadi, tidak masalah. Mari kita mulai mencobanya" jawab Julian dengan memberikan senyuman manis kepada Bryan suaminya itu.


Sepasang suami istri tersebut berjalan beriringan.


"Pemandangan yang aneh"


"Yup bener bener aneh. Kayak itik pulang ke kandang saja, berbaris rapi"


Kevin dan Felix hanya bisa berkomentar dari dalam mobil saat melihat bagaimana tuan dan nona muda itu berjalan pergi kencan.


"Tuan muda, itu kencan atau pergi latihan baris berbaris?" ujar Kelvin mengomentari bagaimana cara berjalan sepasang suami istri itu dengan langsung menghubungi Bryan.


"Jangan banyak cerita" jawab Bryan dengan ketus.


"Siapa?" Julian yang melihat ekspresi tidak suka Bryan saat mengangkat telpon langsung bertanya kepada suaminya itu. Dia tidak mau kencan pertama dengan suaminya menjadi rusak gara gara orang lain.


"Bukan siapa siapa sayang"


Bryan langsung mematikan ponselnya. Kelvin yang kaget ponselnya langsung dimatikan oleh Bryan saat mendengar Julian bertanya, langsung tersenyum.


"Bener loe bilang. Bryan udah cinta banget"

__ADS_1


__ADS_2