
Fahri melangkahkan kakinya memasuki perusahaan. Dan tentu saja semua karyawan yang melihatnya menundukkan kepalanya dan memberikan senyuman termanisnya, menyambut sang pemilik perusahaan yang datang. Termasuk Kenzi saat melihat Fahri.
"Selamat pagi pak." sapa Kenzi dan Fahri menjawabnya pagi. Fahri sosok pemilik perusahaan yang ramah terhadap karyawannya. Memang dia tak selalu mengunjungi perusahaan miliknya. Semenjak Fatih menikah dengan anak angkatnya yang bernama Tia, perusahaan Aneka Karya di berikan kepada Fatih untuk di kelola. Fatih di jadikan sebagai Direktur utama.
Fahri sangat kagum dengan gaya kepemimpinan Fatih yang tegas dan disiplin, bahkan saat di pegang oleh Fatih perusahaan tersebut mengalami kemajuan yang sangat pesat. Namun sayangnya pernikahan Fatih dengan Tia tak bertahan lama. Hanya bertahan dua tahun. Fatih memutuskan untuk bercerai dengan Tia.
Berkali-kali Fatih untuk berusaha sabar untuk menerima sikap Tia yang seenaknya terhadapnya. Tapi lama kelamaan Fatih merasa jenuh, bagaimanapun dia seorang laki-laki yang memiliki harga diri dan ingin istrinya menghargai dirinya. Tak sekalipun Tia memasak makanan untuk Fatih, menyiapkan pakaiannya, dan Tia memiliki sifat sombong meskipun hanya seorang anak angkat Fahri. Tia lebih suka berbelanja menghabiskan uang Fatih. Gaya hidupnya sangatlah glamor. Fatih tak ingin selalu menanggung dosa karna Tia tak bisa menjalankan perannya sebagai seorang istri yang baik. Meskipun Fatih dan Tia bercerai, hubungan Fatih dengan Fahri tetap berjalan baik.
"Assalamualaikum..." sapa Fahri saat memasuki ruangan Fatih.
"Walaikumsallam. Silahkan duduk pak!" sahut Fatih.
Fatih mempersilahkan Fahri untuk duduk dan dia langsung menghubungi Aisyah untuk membuatkan dua cangkir teh manis hangat untuk dirinya dan Fahri. Aisyah langsung menjalankan perintah bosnya. Saat Fahri datang, Aisyah belum sempat bertemu. Dia sedang ke toilet.
Tok...Tok
Pintu ruangan Fatih di ketuk oleh Aisyah, dan Fatih menyuruhnya untuk masuk.
__ADS_1
"Permisi pak, ini minumannya!" ucap Aisyah lembut sambil meletakkan dua cangkir teh hangat di meja.
Deg
Jantung Fahri berdegup kencang, tubuhnya terasa gemetar saat dirinya melihat tanda merah di tangan Aisyah. Dia menatap lekat wajah Aisyah, dan mata Aisyah mengingatkan dirinya akan sosok istrinya di rumah. Fahri merasakan hal yang berbeda saat melihat Aisyah
"Kamu siapa?" tanya Fahri to the point.
"Oh ya pak, maaf ini sekertaris baru saya namanya Aisyah. Dia pengganti Farrah. Aisyah kenalkan ini pak Fahri, pemilik perusahaan ini." ujar Fatih kepada bosnya dan beralih ke Aisyah untuk berkenalan dengan Pak Fahri.
"Perkenalkan pak, saya Aisyah sekertaris baru di perusahaan ini. Senang bertemu dengan bapak." sapa Aisyah ramah sambil memberikan senyuman termanisnya. Dan kini mereka saling berjabat tangan. Dua puluh tahun mereka terpisah, dan mereka bertemu dengan posisi yang berbeda.
"Maaf pak, saya ingin melanjutkan pekerjaan saya dulu! Jika ada yang di butuhkan lagi, bapak bisa hubungi saya kembali! Saya permisi dulu!" ujar Aisyah yang melepaskan jabat tangan Fahri dan keluar dari ruangan tersebut. Kini hanya meninggalkan pemikiran masing-masing.
"Tanda merah itu seperti tanda anakku yang hilang 20 tahun lalu. Apa Aisyah anakku? Terlebih aku merasa melihat sosok Almira di gadis itu." gumam Fahri dalam hati.
Pikiran Fahri melayang dan teringat akan kenangan dirinya 20 tahun lalu yang harus kehilangan anaknya. Semua ini karna ibu tirinya yang tak menyetujui pernikahan dirinya dengan Almira sang istri hanya karna sebuah status sosial. Almira terlahir dari keluarga sederhana dan Fahri terlahir dari keluarga kaya raya. Fahri adalah anak semata wayang.
__ADS_1
Fahri harus merasakan memiliki ibu tiri saat dirinya duduk di bangku kuliah. Ibunya meninggal terkena serangan jantung saat mengetahui sang suami berselingkuh dengan sahabatnya, yang kini menjadi ibu tiri Fahri. Ayahnya Fahri ternyata sudah menikah dan menutupi semua ini selama dua tahun. Namun sekuat-kuatnya menutupi bangkai, pada akhirnya akan terbongkar juga. Setelah sang ibu meninggal, Fahri harus merasakan hidup satu rumah dengan sang ibu tiri karna sang ayah memboyongnya ke rumahnya.
Fahri menemukan tambatan hatinya, melabuhkan cintanya pada sosok wanita cantik berhati lembut dan sederhana. Membuat hati sang ibu tiri merasa tak terima. Berulang kali dia mencoba untuk menjodohkan Fahri dengan pilihannya, namun Fahri selalu menolaknya. Fahri tetap menikahi Almira, membuat sang ibu tiri bertambah murka hingga akhirnya menculik bayi mereka saat Almira lahir dan memberikannya kepada sang penjual gado-gado di pinggir jalan yang tak lain Bu Siti, ibu angkat Aisyah.
Berhubung Ibu Siti sudah memiliki tiga orang anak dan harus berjualan, akhirnya dia memutuskan untuk memberikan Aisyah kepada tetangganya yang sudah dua puluh tahun tak memiliki keturunan yaitu pak Amirulloh dan Bu Zubaedah yang selama ini di anggap sebagai orang tua Aisyah.
"Bapak kenapa? Apa bapak baik-baik saja? Mengapa wajah bapak berubah pucat?" tanya Fatih khawatir.
Di tempat berbeda saat ini Aisyah juga sedang merasa bingung dengan sikap Fahri kepadanya. Dan anehnya Aisyah merasa ada kedekatan di antaranya.
"Siapa pak Fahri itu sebenarnya? Mengapa jantungku tiba-tiba saja berdegup kencang. Masa iya aku mencintainya, jatuh cinta pada pandangan pertama? Tidak-tidak ini bukan perasaan cinta! Tapi apa? Mengapa aku merasa dekat dengannya meskipun baru pertama kali bertemunya. Tidak Aisyah, jangan bermimpi dan berpikir macam-macam! Kamu itu bukan selevel dengannya! Jadi tidak mungkin jika kalian memiliki hubungan sebelumnya." Aisyah bermonolog dalam hatinya dan akhirnya dia memilih membuang segala pemikirannya karna semua ini tak mungkin.
"Entahlah apa yang sebenarnya aku rasa. Saya pun bingung karna merasa belum pasti. Tanda merah di tangan Aisyah, mengingatkan saya pada anak saya yang hilang 20 tahun. Saya sempat memiliki anak kandung, namun kebahagiaan kami harus terhenti saat orang tak bertanggungjawab memisahkan kami dengan putri kandung kami." ungkap Fahri sambil meneteskan air mata. Dia tak bisa menahan perasaannya yang sebenarnya, meskipun saat ini dia masih merasa ragu. Hal itu membuat Fatih merasa mengiba, hanyut ke dalam perasaan bos dan mantan mertuanya itu.
Dan akhirnya Fatih menyarankan kepada Fahri untuk melakukan tes DNA, membuktikan semuanya. Agar bos nya itu merasa yakin dengan apa yang di rasa dan di ucapkan.
"Tapi, apa Aisyah akan mau melakukannya? Melakukan tes DNA dengan saya dan istri saya?" tanya Fahri. Fahri terlihat menjadi sosok yang lemah. Namun Fatih mencoba meyakinkannya. Dia akan berusaha untuk membicarakan hal ini kepada Aisyah. Dan Fatih yakin jika Aisyah mau melakukannya.
__ADS_1
"Baiklah, saya akan mengatur jadwal untuk kami melakukan tes DNA." ujar Fahri dan di ok kan oleh Fahri.