
Hari yang di nanti telah tiba, Nisa dan Fatih sudah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Hari ini mereka akan berbulan madu ke Bali. Mereka terlihat mesra, seakan tak ingin terpisahkan. Fatih selalu bersikap manis kepada sang istri, sama halnya dengan Nisa yang selalu menjalankan perannya sebagai seorang istri. Fatih terus menggenggam tangan istrinya dengan erat, menunjukkan rasa cintanya kepada sang istri. Tentu saja hal itu membuat hati Nisa merasa bahagia.
Kini mereka sudah menginjakkan kakinya di Pulau Dewata yang menunjukkan keindahan panorama alam yang begitu menggetarkan hati. Terlebih sang Ayah menyewa sebuah hotel mewah yang memiliki fasilitas lengkap untuk mereka.
"Bang, lepasin dong! Kita harus mandi dulu biar bersih!" pinta Nisa, karena setelah Fatih menutup pintu kamar mereka, dia langsung menghampiri Nisa dan menggendongnya ke ranjang.
"Kita mandi bersama, selama ini kita tak pernah melakukan di kamar mandi. Gimana?" bisik Fatih di telinga Nisa lembut.
Nisa belum menjawab, Fatih sudah langsung menggendong tubuh istrinya ke kamar mandi. Perlahan dia membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuh istrinya, kemudian beralih membuka pakaian yang dia pakai. Keduanya sudah sama-sama polos. Nisa mencoba menutupi miliknya dengan tangannya.
"Kenapa masih saja malu sih? Aku sudah sering merasakannya dan melihatnya," goda Fatih membuat wajah Nisa memerah.
Fatih menarik tangan sang istri untuk masuk ke dalam bathtub yang sudah dia isi air hangat dan di teteskan minyak aromaterapi. Menyenderkan tubuh istrinya di ujung bathtub. Fatih langsung menyambar bibir istrinya dan tangannya meraba kedua bukit kembar istrinya, membuat Nisa tak berdaya menikmati sengatan yang di lakukan suaminya.
"Aaahhh," desauan lolos dari bibir Nisa, membuat Fatih semakin bersemangat. Kini dirinya beralih ke bukit kembar istrinya, menghisapnya seperti anak bayi dan tangannya mengarahkan tangan istrinya untuk memegang dan sedikit memainkan benda kebanggaan miliknya.
Hasrat keduanya semakin menggebu-gebu, Fatih sudah tak mampu menahan hasratnya. Sama halnya dengan Nisa yang terus mendesau karena jari tangan suaminya terus bermain di lubang kenikmatannya.
__ADS_1
"Aku mulai ya sayang," ucap Fatih dan mengajak sang istri untuk berdoa sebelum melakukannya. Fatih mulai mengarahkan miliknya ke lubang kenikmatan milik istrinya yang begitu nikmat.
"Aaahhh," desau keduanya saat Fatih berhasil membenamkan miliknya di lubang kenikmatan milik istrinya. Fatih mulai memaju mundurkan miliknya, mengobrak-abrik milik istrinya.
"Sayang, ganti posisi ya, aku ingin kamu menung*ging," ucap Fatih yang sudah tak mampu mengatur napasnya. Nisa mengikuti saja keinginan suaminya. Semakin lama Fatih semakin menggila, terlebih sang istri juga mencapai titik kli*maks.
"Sayang, kita keluarkan bersama ya! Jangan di tahan!" ucap Fatih sambil terus mempercepat permainannya, dan akhirnya mereka berhasil mengerang bersama.
❤️❤️❤️
Nisa dan Fatih menikmati sekali bulan madu mereka. Fatih mengajak Nisa berkeliling mengunjungi tempat-tempat obyek wisata di sana dan menikmati kuliner di sana. Selain itu, tak lupa mereka mengabadikan berbagai macam momen kebersamaan mereka selama di sana dan menguploadnya ke akun media sosial mereka.
Harusnya Aku yang di sana, dampingi mu dan bukan dia, harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia. 😍😄
"Mentang-mentang lagi berbulan madu, sampai melupakan Ayah dan Bunda di sini. Sepertinya pulang langsung memberi Ayah sama Bunda cucu ni," goda Ayah Fahri yang saat ini sedang melakukan panggilan video dengan sang anak. Fahri dan Almira merasa bahagia melihat wajah Putrinya yang sangat bahagia.
"Doakan saja ya, Ayah dan Bunda! Semoga doa kita semua terkabul, aku bisa segera memberikan keturunan untuk Bang Fatih," ucap Nisa dan di aminkan oleh kedua orangtuanya dan juga suaminya.
__ADS_1
❤️❤️❤️
"Semoga bulan madu kita kali ini membuahkan hasil ya sayang. Aku sudah tak sabar ingin segera memiliki anak dari rahim kamu," ucap Fatih sambil mengelus perut istrinya dan juga menciuminya.
Hari ini mereka akan berkeliling dengan menggunakan sepeda motor, agar terlihat lebih romantis. Meskipun Nisa anak orang kaya, tetapi dia tak merasa keberatan harus tersengat cahaya matahari. Asalkan bisa berdua, semua seakan indah. Beberapa kali, Fatih memfoto sang istri sedang bergaya sendiri menikmati keindahan Pulau Dewata.
"Apakah kamu merasa bahagia dengan perjalanan bulan madu kita? Atau masih adakah yang kamu inginkan, mumpung kita masih ada di sini," ucap Fatih.
"Aku merasa bahagia, dan sudah merasakan terpuaskan. Terima kasih sayangku untuk segala yang kamu berikan untukku," ungkap Nisa.
❤️❤️❤️
Malam ini, Nisa dan Fatih sudah berada di sebuah restoran mewah yang terletak di pinggir laut. Suasana terlihat sangat romantis di kelilingi lilin-lilin yang tersusun rapi membentuk love yang begitu indah dan mengarah ke laut. Nisa merasa terharu dengan surprise yang berikan Suaminya untuknya. Diam-diam Fatih juga sudah menyiapkan satu buah cincin bermata berlian untuk sang istri.
"Terima kasih sudah mau menikah denganku. Aku sangat mencintaimu. Insyaallah kita akan selalu menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah. Aku akan selalu menjadi suami yang baik untuk kamu,"ungkap Fatih sambil berlutut di kaki Nisa sambil menggenggam tangan istrinya.
Jika sebelum menikah dia tak melakukan layaknya berpacaran mesra, hanya sekedar saling mengenal dan pendekatan mereka hanya sebagai abang dan adik. Setelah resmi menikah mereka baru bersikap mesra, bahkan Fatih bersikap seperti layaknya anak abege yang kasmaran yang selalu berusaha bersikap mesra kepada istrinya. Tak terasa besok mereka akan kembali pulang ke Jakarta, melakukan aktivitas normal kembali.
__ADS_1
"Bang, bagaimana kalau aku berhenti saja bekerja di perusahaan itu? Sekarang Abang kan suami Nisa. Nisa ingin menyerahkan semuanya ke Abang saja. Nisa biar fokus menjadi ibu rumah tangga saja. Nisa akan coba bicarakan sama Ayah. Nisa tertarik punya usaha Bang. Asyik sepertinya kaya Kak Felisa, bisa sambil momong anak," ungkap Nisa di saat mereka mengobrol saat di ranjang. Nisa berusaha untuk menjaga jarak dari Kenzi, lagi pula dia juga sudah berniat ingin menjadi ibu rumah tangga yang memiliki usaha.
"Apa tidak berlebihan sayang, aku tak ingin nanti Ayah salah paham. Mengira karena aku menikah dengan kamu. Coba kamu bicarakan terlebih dahulu ke Ayah Fahri, karena yang berhak memutuskan hanya dia. Walaupun aku suami kamu, tapi dialah pemilik perusahaan tersebut," sahut Fatih.