
"Kasihan istri aku sampai tertidur di mobil." ucap Fatih saat melihat istrinya tertidur pulas di mobil.
Fatih langsung menggendong tubuh istrinya, dan membawanya ke kamar. Perlahan dia meletakkan Nisa di ranjang. Fatih melepaskan sendal yang masih di pakai istrinya dan membiarkan istrinya tak berganti pakaian. Setelah itu dirinya memilih untuk mandi.
Jam menunjukkan pukul 17.45, waktunya adzan Maghrib segera berkumandang. Fatih terpaksa membangunkan istrinya untuk menunaikan ibadah sholat magrib, lagi pula tidur di waktu Magrib tak baik. Fatih mencoba membangunkan sang istri. Perlahan Nisa membuka matanya dan baru menyadari kalau dirinya sudah berada di kamar tidurnya.
"Tidurnya nanti lagi! Mandi, sholat, dan makan malam dulu. Oh ya tadi siang vitaminnya belum di minum ya? Lupa di bawa ya tadi," cerocos Fatih dan Nisa hanya menganggukkan kepalanya. Semenjak hamil, Nisa merasa tubuhnya terasa lebih cepat lelah. Bahkan untuk sementara waktu Nisa tak bekerja di kantor, semua dia serahkan kepada suaminya. Hal itu atas dasar perintah Fahri sang Ayah, yang sangat menyayangi anak dan calon cucu-cucunya.
"Mau mandi sendiri apa di mandiin?" goda Fatih yang melihat sang istri masih belum beranjak turun dari ranjang.
"Mandi sendiri. Modus banget kamu mau mandiin aku. Kalau ga ada plus-plusnya ga akan," sahut Nisa ketus dan Fatih justru malah tertawa geli.
Fatih menyuruh sang istri untuk mandi dan menunaikan ibadah sholat magrib, sedangkan dia memilih untuk menyiapkan makanan untuk mereka makan. Fatih tak pernah merasa malu untuk melakukan pekerjaan seorang istri di depan ART nya. Baginya justru ini sebuah nilai plus menjadi seorang suami yang hanya mau di layani saja.
"Biar saya saja Pak yang masak," ujar Bi Inah. Tetapi Fatih tetap ingin memasak sendiri. Dia hanya meminta Bi Inah untuk membantu menyiangi sayuran. Sebenarnya Bi Inah sudah menyediakan makan malam mereka. Tapi tiba-tiba saja saat membuka kulkas dia melihat kangkung, dan dia ingin memasak cah kangkung memakai udang dan banyak cabe rawitnya dan juga terasi.
"Gara-gara melihat kangkung, tiba-tiba jadi kepengen buat cah kangkung pakai udang. Ngebayangin enak banget, makanya ini langsung masak. Irisan cabe rawitnya yang banyak ya Bi!" ucap Fatih membuat Bi Inah tersenyum. Sepertinya majikannya itu mengalami ngidam.
"Masak apa kamu Bang? Wangi banget, tapi kayanya pedes banget," ujar Nisa
sambil berjalan menghampiri suaminya.
__ADS_1
"Gara-gara aku buka kulkas, aku jadi kepengen cah kangkung sama udang saus Padang." cerita Fatih. Fatih memang paling pintar memanjakan lidahnya, memanjakan dirinya dalam semua hal.
Fatih makan dengan lahap, dia tak peduli keringat bercucuran membasahi wajahnya. Tentu saja hal itu membuat Nisa tersenyum senang, karena saat di rumah orang tuanya dan hari-hari sebelumnya, Fatih terlihat tak nap*su makan.
Lain Nisa dan Fatih, pasangan Felisa dan Adrian juga sedang menikmati masa pengantin baru. Mereka sudah tak malu-malu lagi menunjukkan kemesraannya. Felisa sudah membuka hatinya untuk Adrian. Mereka saling mencintai. Ternyata Adrian adalah suami yang menyenangkan. Hari-hari Felisa begitu indah, seakan bunga-bunga bertaburan di mana-mana.
Adrian berharap mereka segera memiliki keturunan. Bukan itu saja, sekarang ini tubuh istrinya sudah menjadi candunya. Tak masalah dirinya menikah dengan seorang janda, rasa nikmatnya tetap terasa. Semua di lakukan penuh cinta.
"Sayang ... bagaimana kalau bulan depan kita honeymoon? Semoga pulang dari sana kita di berikan momongan" ucap Adrian dan Felisa menyetujuinya. Dia ingin membahagiakan suaminya dengan memberikan seorang anak.
Setiap malam Felisa selalu menidurkan Elang di kamarnya terlebih dahulu dan baru pindah ke kamarnya bersama sang suami. Felisa harus pintar membagi waktunya untuk anak dan suaminya. Bagaimana pun dia juga harus membahagiakan suaminya, memberikan waktunya untuk berduaan.
"Kamu ingin honeymoon ke mana?" tanya Adrian dan Felisa mengatakan kalau dirinya ingin ke labuan bajo. Tempat yang sangat indah, sangat cocok untuk honeymoon. Bermesraan berduaan.
Felisa harus terbiasa kembali memiliki suami yang rajin mengajak gelud di ranjang, dia berharap suaminya yang sekarang tak seperti yang dulu. Pengalaman dulu, membuat Felisa mengikuti permintaan suaminya tak pernah menolak kecuali kalau dirinya benar-benar merasa lelah.
"Semoga kamu segera hadir di rahim Mama ya sayang." ucap Adrian sambil mengecup perut istrinya.
❤️❤️❤️
"Assalamualaikum anak-anak Papa, pasti sudah menunggu susu coklat buatan Papa kan. Ini Papa buatkan untuk Mama dan kalian," ucap Fatih sambil memberikan satu gelas berisi susu coklat hangat.
__ADS_1
"Ada yang kamu makan ga? Biar aku pesenin." ucap Fatih.
Nisa mengatakan kalau dirinya menginginkan seblak. Jujur Fatih belum pernah sekalipun membuatnya. Dia menawarkan sang istri untuk di belikan, tetapi sang istri meminta dirinya yang membuatnya. Mau tak mau Fatih mencari tahu resep membuat seblak di mbah google. Sayangnya dia tak memiliki kencur. Nisa tetap ingin buatan suaminya meskipun bahannya seadanya.
Fatih mulai menunjukkan kebolehannya dalam memasak, dia sangat lihat menggunakan alat-alat masak. Dia selalu ingin menyenangkan hati istrinya. Meskipun dengan hal yang sederhana tak harus sebuah kemewahan.
"Maaf ya kalau kurang enak, soalnya aku masak dengan bahan seadanya." ucap Fatih dengan keringat yang masih bercucuran.
"Enak kok. Aku suka. Apalagi di buatnya pakai cinta, rasanya lebih nikmat. Makasih Papa, Mama sama Dede kembar suka." ucap Nisa menirukan suara anak kecil sambil menikmati masakan suaminya.
Selama Nisa hamil, Fatih yang lebih sering memasak untuk sang istri kalau dirinya sempat. Fatih sangat memanjakan Nisa, tak membiarkan Nisa merasa lelah. Karena Nisa mengandung anak kembar, tubuhnya sering kali merasa lelah dan perutnya sering kali terasa lapar.
"Sudah kenyang anak Papa? Sekarang bobo yang nyenyak ya jangan gangguin Mama bobo," ucap Fatih sambil mengelus perut istrinya. Tak lupa memberikan kecupan sebelum istrinya tidur.
Fatih memijat kakinya Nisa agar sang istri tertidur pulas. Nisa sering kali merasa pegal di kaki dan pinggangnya. Fatih memang suami siaga yang menyayangi istri. Meskipun lelah bekerja, dia masih memperhatikan istrinya. Dia juga sering memberikan pijatan membuat sang istri tertidur pulas.
"Melihat kamu tertidur pulas seperti itu, membuat aku merasa tenang. Kadang aku masih tak percaya kalau akhirnya aku begitu mencintai kamu. Cinta yang aku miliki sangat tulus. Sejak awal aku mengenal kamu, aku sudah jatuh cinta padamu tapi aku berusaha menahannya. Aku takut kalau akhirnya aku merasa kecewa. Aku bersyukur karena kamu menerima cintaku dan menjadi istri yang menyayangi aku." gumam Fatih sambil memandang wajah istrinya.
Sambil menunggu up mampir yuk di karya temanku
Judul : My Lovely My Angel
__ADS_1
Napen : Selvi_19