Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Pindah kepemilikan


__ADS_3

"Hiks...hiks... sebenarnya Mama masih belum rela kalau rumah ini akan menjadi rumah Aisyah. Semua ini karena Aisyah!" cerocos Mama Eliza.


"Semua ini bukan salah Aisyah Ma! Sudah jangan terus-menerus menyalahkan dia! Semua ini sudah takdir kita, kita tidak berjodoh memiliki rumah ini. Mungkin Allah murka kepada kita karena kita membeli rumah ini ada uang yang tidak halal, akhirnya Allah mengambil kembali. Kita mulai semuanya dari 0. Ini yang terbaik dari pada di sita oleh bank." ujar Papa Hadi memberi pengertian kepada sang istri. Namun, sayangnya Mama Eliza sepertinya tidak mengindahkan ucapan suaminya, hatinya saat ini masih tidak terima.


Fahri merasa bahagia karena dia bisa membeli rumah yang memiliki kenangan buruk untuk anaknya, menjadikan kepemilikan rumah itu berpindah kepada sang anak. Fahri sudah memberikan perintah kepada pengacaranya untuk mengurus penjualan rumah tersebut. Dan siang ini Toni akan bertemu Pak Hadi untuk mengurus jual beli rumah milik Pak Hadi.


"Silahkan Bapak dan I?bu tanda tangani surat jual beli ini! Setelah ini kita ke bank untuk melunasi total hutang cicilan dan sisanya baru di berikan kepada kalian!" ujar Toni sang pengacara yang di utus Fahri.


Kini kepemilikan sudah resmi menjadi milik Annisa, dan mulai hari ini keluarga Kenzi di minta untuk mulai merapikan barang-barangnya. Karena pihak pengacara hanya memberikan waktu tujuh hari untuk merapikan barang-barang milik Pak Hadi.


"Mama masih tidak percaya harus keluar dari rumah ini! Mana sekarang hanya mengontrak saja." gerutu Mama Eliza dan Pak Hadi hanya bisa memahami apa yang di rasa sang istri.


"Sabar Ma! Papa juga akan terus berusaha agar kita bisa membeli rumah lagi. Soalnya uangnya tidak cukup untuk beli rumah, lebih baik uangnya di pakai usaha agar kita memiliki pendapatan. Ikhlaskan saja, mungkin memang rumah ini bukan rezeki untuk kita!" ujar Papa Hadi memberi pengertian kepada sang istri.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Ini adalah hari di mana keluarga Pak Hadi keluar dari rumah yang selama ini menemani hari-harinya. Rumah yang baru mereka renovasi dua tahun lalu. Dulu rumah ini hanyalah rumah biasa, dan demi mewujudkan keinginan sang istri akhirnya Papa Hadi menjaminkan sertifikat rumah itu ke bank untuk merenovasi rumah tersebut di tambah uang yang dia kumpulkan dikit-dikit.


Isak tangis mengiringi pindahnya mereka dari rumah tersebut. Bukan hanya mama Eliza saja yang merasa sedih, Felisa pun merasa sedih bahkan dirinya sampai meneteskan air mata. Mereka terpaksa harus menempati rumah yang sederhana.


Penyesalan terus menyelimuti hati dan perasaan Kenzi, tetapi hal itu merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Dia sudah merasa ikhlas melewati hidupnya yang kini penuh penderitaan. Kenzi akan tetap bekerja menjadi office boy di perusahaan Aneka Karya demi mendapatkan pendapatan bulanan. Baginya, pekerjaannya ini bukanlah suatu pekerjaan yang hina dari pada dirinya harus mengemis meminta belas kasihan.


"Hiks...hiks...menderita banget sih Pah kita." gerutu Mama Eliza. Papa Hadi hanya bisa mengucapkan kata sabar dan mengelus punggung sang Istri dengan lembut.


❤️❤️❤️❤️


"Terima kasih sayang, akhirnya aku resmi menjadi istri kamu. Aku bahagia banget. Kamu janji ya sama Aku, setelah kamu bercerai dari mantan Istri mu, kamu harus menikahi Aku kembali secara resmi. Aku tidak mau hanya dijadikan Istri siri kamu!" ujar Farrah manja sambil bergelayut manja ke Aditya, dia tak tahu nasib dia selanjutnya.


Farrah terlihat agresif selalu ingin pria yang kini sudah menjadi suaminya akan selalu mencintainya. Dia ingin Aditya tak akan berpaling darinya. Farrah seorang wanita yang tak memiliki hati dan perasaan. Dengan teganya dia mengambil haknya untuk Felisa dan bayi dalam kandungan Felisa. Aditya benar-benar telah melupakan Felisa. Padahal dulu dia sangat mencintai Felisa, namun hadirnya Farrah di hidupnya membuat dia melupakan wanita yang dulu pernah mengisi hatinya.


"Tega kamu mas sama Aku dan anak kita! Aku hubungi kamu berkali-kali menghubungi kamu, tetapi tak sekalipun kamu mengangkat maupun merespon pesan chat yang Aku kirimkan. Anak kamu mau lahir mas! Saat ini Aku merasakan kontraksi." ucap Felisa lirih. Felisa merasakan sakit double, rasa sakit menahan rasa mules akan melahirkan dan juga rasa sakit karena sang mantan suami benar-benar tak mempedulikan dirinya. Saat ini Aditya dengan Farrah sedang memadu kasih, ponsel Aditya dia silent agar tak menggangu aktivitas ranjang mereka.

__ADS_1


Dengan tertatih-tatih Felisa berusaha untuk kuat keluar dari kamarnya untuk menemui sang adik yang tidur di ruang tv. Dia ingin meminta bantuan agar sang adik mengantarkan dia ke bidan karena dia akan segera melahirkan.


"Ken, tolong anterin Kakak ke bidan! Kakak akan segera melahirkan, sejak tadi kakak sudah merasa mulas." ujar Felisa sambil menahan rasa sakitnya. Kenzi yang mendengar sang kakak akan melahirkan tentu saja langsung bangun dan bersiap-siap. Kini jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Untungnya Felisa memakai jasa bidan yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalnya.


"Sabar ya sayang, Mama sedang berjuang untuk ke bidan. Kamu tahan dulu ya, jangan lahir dulu! Kamu harus kuat, bantu Mama agar bisa di mudahkan dalam persalinan! Papa benar-benar tidak peduli dengan kita!" gumam Felisa sambil mengelus perutnya yang sedang teras sakit.


Felisa ke bidan dengan menggunakan motor milik Kenzi, dengan rasa tertatih akhirnya mereka sampai di Bidan. Kenzi memapah sang kakak masuk ke dalam ruang persalinan. Karena terburu-buru sampai-sampai mereka tak sempat membangunkan sang mama dan papanya.


"Maaf bapak ini suaminya?" tanya sang bidan.


"Saya adiknya bu bidan. Suaminya saat ini sedang tugas keluar kota, jadi tak sempat menemani persalinan." ujar Kenzi berbohong, karena dia bingung beralasan apa kepada bidan yang akan membantu persalinan.


Bidan tersebut mencoba membantu persalinan Felisa, tetapi Felisa terpaksa harus melahirkan secara sesar karena Felisa mengalami pecah ketuban di saat pembukaan belum lengkap. Bidan berusaha memberikan induksi untuk merangsang mules yang bertambah, tetapi sayangnya tidak berhasil, dan bahkan kini Felisa jatuh pingsan dia tak memiliki kekuatan karena beban hidup yang terlalu berat hingga akhirnya Felisa di larikan ke rumah sakit terdekat. Kenzi berusaha untuk mengurusnya.


Jangan lupa beri dukungannya 🙏😘😄😍

__ADS_1


__ADS_2