
Aditya dan Tia baru saja sampai di apartemen. Mulai hari ini Tia akan tinggal di apartemen. Hal itu sesuai permintaan Fahri dan telah di setujui Tia. Dia rela meninggalkan semua fasilitas mewah yang di berikan Fahri selama ini. Hanya mobil mewah yang menjadi kenang-kenangan ayah angkatnya. Hari ini Tia hanya menenteng satu buah koper yang berisi baju. Esok dia baru akan membawa barang-barang mewahnya, memindahkan ke apartemen. Selama ini dia selalu mengoleksi barang-barang mewah. Selalu memintanya kepada Ayah angkatnya.
" Tolong kalian akur hidup bersama di sini, jangan buat keributan yang buat aku pusing! Aku akan memberi jadwal untuk kebersama kita. Untuk Farrah, aku akan memberi waktu untuk kita bersama selama tiga hari. Untuk Tia empat hari, karena Tia sedang mengandung anak aku. Apa sudah jelas dan kalian mengerti?" ucap Aditya kepada kedua istrinya.
"Baiklah, tetapi aku tidak ingin tidur satu ranjang dengan dia! Aku ingin dia tinggal di kamar yang satunya. Aku kan istri sah kamu dan dia hanya istri siri meskipun dia kamu nikahi lebih dulu." ucap Tia sambil bergelayut manja.
Belum apa-apa saja Farrah sudah mengepalkan tangannya, hatinya merasa panas dan geram. Madunya mulai berkuasa di apartemen itu. Penderitaan Farrah akan segera di mulai. Madunya telah merampas cinta dan waktu kebersamaan suaminya dengan dia, bahkan merebut ranjangnya. Suaminya kelak akan bercinta di ranjang tempat dirinya dulu.
"Ya, aku akan menuruti keinginan kamu. Mulai sekarang kamu tinggal di kamar sebelah ya Far. Kamu harus banyak mengerti karena saat ini Tia sedang hamil."
Tia juga meminta agar dirinya tidak boleh cape, mengingat kandungannya saat ini masih sangat muda. Lagi-lagi Aditya menurutinya dan Farrah 'lah yang akan menderita dalam hal ini. Dia 'lah yang akan mengurus semuanya di apartemen.
"Dasar wanita tak tau diri! Di kasih hati sekarang minta jantung! Meskipun kamu istri suamiku dan sedang hamil anak suamiku, kedudukan kamu tetap di posisi terendah! Kamu hanya seorang pelakor!" ucap Farrah geram.
Mendengar pernyataan Farrah, Tia tertawa terbahak-bahak dan mengatakan kalau dulu Farrah pun seorang pelakor yang telah merebut Aditya dari Felisa. Hal itu yang membuat Farrah terdiam mati kutu. Menyadari kalau ini adalah balasan atas perbuatannya dulu kepada Felisa.
"Sudah-sudah! Belum apa-apa kalian sudah membuat aku pusing. Jangan sampai kalian membuat aku tidak nyaman di apartemen dan akhirnya aku mencari yang baru. Biar kalian berdua tau rasa!" ancam Aditya membuat keduanya diam. Aditya meninggalkan keduanya begitu saja, memilih untuk masuk ke kamar. Sedangkan Farrah dan Tia masih saling menatap tajam.
__ADS_1
Dengan perasaan luka Farrah memindahkan semua barang-barang miliknya yang saat ini berada di kamarnya yang sekarang menjadi milik Tia istri baru suaminya. Farrah langsung menumpahkan perasaannya saat sudah di dalam kamar.
"Hiks ... hiks ... hiks ... mengapa takdir begitu kejam kepadaku? Selalu mempermainkan perasaan ku. Setelah aku harus merasakan luka karena suamiku dulu Kenzi mencintai wanita lain, kini aku harus mengalami kembali dan bahkan rasanya lebih menyakitkan. Tuhan, mengapa engkau belum memberikan aku keturunan agar hati suamiku kembali kepadaku." ucap Farrah lirih diiringi isak tangis.
"Aww, sakit." ringis Farrah sambil memegang perutnya yang terasa sakit. Jika dirinya stres pasti rasa sakit itu akan muncul menyerangnya.
"Sebenarnya aku sakit apa? Haid aku pun sangat banyak seperti orang di potong. Siklus haid ku pun tidak lancar, ini sungguhlah tidak wajar. Apa sebaiknya aku periksakan saja ke dokter, tetapi aku masih sangat takut menerima kenyataan nanti yang terjadi kepadaku."
"Aku akan membuat kamu menderita agar kamu tak kuat lagi untuk menahannya dan akhirnya kamu pergi dari sini. Menjadikan aku istri satu-satunya suamiku." ucap Tia dalam hati dengan sombongnya.
Tia naik ke atas ranjang mengikuti suaminya yang sudah di ranjang.
"Tetapi gaji aku tak besar, aku tak sekaya orang tua kamu jadi aku minta kamu bisa berhemat tak seperti biasanya." ucap Aditya.
"Ya kamu usaha donk Yang! Istri kamu ini kan dua dan sebentar lagi kita juga akan memiliki anak. Tentu saja biayanya tak akan sedikit." )? Tia. Belum apa-apa saja Tia sudah mengatur hidupnya. Aditya benar-benar lupa kepada anaknya yang bersama Felisa. Seharusnya dia tetap harus menafkahi Elang. Selama ini Felisa tidak menuntutnya, karena dulu dirinya sempat meminta hak Elang dari Aditya dan Aditya hanya memberikan 300 ribu dalam sebulan. Selanjutnya Felisa tak memintanya lagi, dia tak ingin mengemis dan berharap dari kesadaran Aditya sebagai Bapak dari anaknya. Namun, Aditya tak pernah sadar.
❤❤❤
__ADS_1
Farrah meneteskan air matanya saat mendengar suara desauan bersautan dari kamar suaminya bersama madunya saat dirinya melintas di depan kamar tersebut untuk memgambil minum ke dapur.
"Sabar Farrah, mulai sekarang kamu harus sabar menghadapi semua ini. Karena kelak kamu akan sering mendengarnya." ucap Farrah menguatkan hatinya.
Aditya sudah bersiap-siap untuk berangkay bekerja. Karena dia masih menutupi pernikahannya dari perusahaannya. Farrah baru saja selesai memasak. Dia berusaha untuk belajar memasak.
"Ternyata kamu cocok juga ya menjadi pembantu. Kau tau penampilan kamu persis sekali seorang pembantu. Pantas saja suami kamu berpaling ke aku." sindir Tia kepada Farrah.
"Jangan pernah berkata sombong, jika kamu tak ingin nasib kamu akan seperti aku saat ini! Aku yakin cepat atau lambat kamu pun akan merasakan seperti apa yang aku rasakan saat ini. Kamu tinggal tunggu waktunya karma menghampiri kamu!" sindir Farrah balik. Kini Tia yang merasa geram mendengar perkataan Farrah.
" Tidak akan! Aku tidak akan membuat kamu berpaling dari aku! Kamu jangan seperti itu ya padaku?" ujat Tia kepada suaminya.
"Entahlah, kita lihat saja nanti! Kalau kamu bisa terus menyenangkan aku dan membuat aku tidak berpaling, untuk apa aku berpaling. Kecuali jika kamu tak bisa menjadi apa yang aku inginkan." sahut Aditya sambil menikmati sarapan pagi.
Farrah tertawa terbahak-bahak mencoba menghibur dirinya sendiri, meskipun dirinya pun merasakan hal seperti itu. Tentu saja hal itu membuat wajah Tia memerah karena menahan rasa malu dan kesal akan sikap Farrah yang mengejeknya.
"Aku berangkat dulu! Jangan buat keributan di apartemen!" pamit Aditya kepada kedua istrinya yang sudah berjejer mengantarkan dirinya sampai depan pintu. Aditya mengecup kening keduanya secara bergantian.
__ADS_1
Selamat hari Senin, selamat beraktifitas di minggu terakhir sebelum menyambut hari kemenangan. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Jangan lupa bersedekah vote dan bunganya ya biar author terus semangat menulis.😍😀🤗