Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Meminta pertanggungjawaban


__ADS_3

Aditya langsung melahap bibir Tia penuh dengan nap*su, Tia pun membalasnya membuat ciu*man mereka semakin memanas. Lidah mereka saling membelit satu sama lain dan baru berhenti di saat pasokan oksigen semakin berkurang.


"Baby, aku sudah sangat menginginkannya," bisik Aditya sambil membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya.


"Pelan-pelan ya sayang mainnya! Aku lagi hamil," ucap Tia dengan wajah yang berbinar-binar.


"Ha-hamil? Kamu hamil? Hamil anak siapa?" tanya Aditya. Dia masih tak percaya kalau saat ini Tia sedang hamil. Aditya merasa shock mendengarnya.


"Iya sayang, aku hamil. Aku hamil anak kamu," ucap Tia dengan wajah sumringah. Matanya menatap ke arah Aditya dan kedua tangannya mengelus wajah Aditya.


"Kamu yakin itu anak aku? Aku takut kamu melakukan bukan hanya denganku dan kamu bingung bayi itu anak siapa," sahut Aditya dengan santainya, tak memikirkan perasaan Tia saat itu.


Tia langsung menampar wajah Aditya, dirinya merasa kecewa dengan penuturan Aditya yang meragukan kalau anak yang dia kandung saat ini adalah anaknya.


"Jahat banget kamu berpikir seperti itu kepadaku? Kamu pikir aku ini ja*lang yang bercinta dengan banyak pria? Aku ini hanya melakukan sama kamu, jadi anak ini anak kamu! Pokoknya aku tidak mau tau, aku ingin kamu segera menikahi aku sebelum perut aku membesar! Bukankah kamu menikah dengan istri kamu itu hanya nikah siri? Jadi, tak sulit donk kamu bercerai dengannya?"


"Tetap saja, tak semudah itu aku mengatakannya. Semua butuh proses!" ucap Aditya mengelak.


"Sampai kapan? Sampai perut aku membesar? Pokoknya aku ga mau tau, aku minta kamu segera nikahi aku! Aku minta pertanggungjawaban kamu! Kalau tidak, aku akan laporkan perbuatan kamu ke kantor kamu agar kamu di pecat! Karena kamu lari tanggung jawab!" ancam Tia membuat Aditya pusing tujuh keliling. Dia merasa takut dengan ancaman Tia. Semua ini demi masa depannya. Jika sampai dirinya di pecat dari perusahaan, bagaimana nasibnya selanjutnya. Orang tuanya sudah tak mau menerima dirinya lagi.


Mood bercinta Aditya langsung hilang seketika. Dia langsung memakai pakaiannya kembali. Dia harus berpikir bagaimana dirinya harus membicarakan hal ini kepada Farrah. Permasalahan dirinya dengan Farrah saja belum selesai, sekarang dirinya di hadapkan dengan permasalahan baru.


Aditya menyenderkan tubuhnya di sofa yang berada di kamar hotel sambil memijat keningnya yang tiba-tiba saja terasa sakit. Dia memilih untuk diam. Tia menghampiri Aditya dan duduk di sebelahnya. Hatinya terasa sakit, karena ternyata semua ini tak seperti harapannya. Aditya justru bersikap biasa. Tak ada raut bahagia, ucapan syukur, dan mengucapkan kata terima kasih kepada Tia yang telah mengandung anaknya. Bahkan hal ini lebih parah yang Aditya lakukan kepada Felisa.

__ADS_1


"Kamu tidak ingin memeluk aku?"


"Maaf aku masih belum siap menerima kenyataan hal ini. Aku butuh waktu, lebih baik kamu tidur saja sana! Tak baik begadang untuk ibu hamil." titah Aditya. Mau tak mau dirinya mengikuti keinginan Aditya. Naik ke ranjang dan berusaha memejamkan matanya. Malam ini tak ada pergulatan panas di ranjang antara Aditya dan Tia. Aditya memilih untuk tidur di sofa.


❤️❤️❤️


Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, Farrah masih enggan memejamkan matanya. Dirinya memilih untuk duduk di balkon apartemennya, pandangannya terlihat kosong tak terarah.


"Aku kangen kamu yang dulu Kak. Aku cinta dan sayang sama kamu. Mengapa kamu cepat berubah? Aku kangen masa-masa kebersamaan kita berdua dulu." ucap Farrah lirih.


Tes


Tes


Tes


❤️❤️❤️


Tia mengerjapkan matanya, dan tak melihat Aditya di sampingnya. Dirinya bangkit dari ranjang untuk menghampiri Aditya yang masih memejamkan matanya.


"Aku kira kehamilan aku bisa membuat kamu bahagia, dan menunjukkan kebahagiaannya kepadaku. Ternyata aku salah, justru kamu seperti tak menginginkan anak ini."


Tia menghampiri ponsel Aditya yang dia letakkan di meja dekat sofa Aditya tidur. Hatinya terasa sakit kala melihat wallpaper menunjukkan kemesraan Aditya dan Farrah.

__ADS_1


"Ternyata kamu masih mencintai dia, bodoh memang aku benar-benar bodoh yang mau saja terhanyut begitu saja di ajak tidur denganmu hingga akhirnya aku mengandung anak kamu. Padahal aku tau kalau kamu telah memiliki istri, tetapi dengan bodohnya aku tak mempedulikannya." gumam Tia dalam hati.


Satu persatu air matanya menetes, memikirkan hidupnya yang penuh dengan derita dan tak bahagia.


"Sayang, bangun! Kamu kerja atau tidak? Ini sudah pukul 7 pagi " ucap Tia yang berusaha membangunkan Aditya.


Aditya memutuskan kalau hari ini dirinya tak masuk kerja. Otaknya masih terasa pusing memikirkan apa yang terjadi saat ini dengannya. Dia memilih untuk berpura-pura tidur kembali. Tia menghela napas panjangnya, sungguh dirinya kecewa dengan sikap Aditya kepadanya.


"Bangun! Aku ingin bicara kepada kamu!" ucap Tia sambil menggoyang-goyangkan tubuh Aditya.


"Kamu ini apa-apaan sih? Aku ini masih mengantuk. Belum menjadi istri aku saja, sudah banyak maunya," bentak Aditya.


"Makanya kamu bangun! Jangan mau enaknya saja! Aku minta dalam minggu ini, kamu urus perceraian dengan istri kamu dan segera lamar aku ke orang tuaku sebelum orang tua aku mengetahui kehamilan aku!"


Sebenarnya Adit masih ingin memejamkan matanya, tetapi Tia terus aja mengomeli dirinya. Hingga dirinya terpaksa membuka matanya. Dirinya memilih untuk bangkit dan mandi.


"Dari pada kamu terus mengomel, lebih baik kamu sekarang memesan makanan untuk kita sarapan!" sindir Aditya.


❤️❤️❤️


"Lama-lama Ayah tidak sabaran mengurus Tia. Itu anak semakin lama semakin tidak bisa di kendalikan. Kita juga tidak mungkin mengembalikan dia ke panti asuhan, kecuali kalau memang sudah mencoreng nama baik keluarga." ucap Ayah Fahri.


"Sepertinya dia sedang jatuh cinta sama seorang laki-laki. Kemarin dia terlihat sangat bahagia, ceria dan sempat mengatakan kalau dia sudah memiliki calon suami. Mungkin saat ini dia sedang bersama laki-laki itu. Nanti coba kita bicarakan kalau dia sudah pulang." ujar Bunda Almira dan Ayah Fahri menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.

__ADS_1


Bunda Almira dan Ayah Fahri sepakat akan menikahi Tia kembali jika dirinya sudah memiliki pendamping yang kelak akan di jadikan suaminya. Mereka merasa khawatir kalau Tia sampai tidak tahan menahan nap*sunya hingga akhirnya berbuat zina. Sayangnya hal itu sudah di lakukan Tia dengan Aditya dan bahkan saat ini Tia sudah mengandung anak dari Aditya.


__ADS_2