
"Aku berangkat dulu ya!" ucap Aditya sambil mengecup kening istrinya.
Kini Aditya sedang dalam perjalanan ke kantor, namun tiba-tiba dirinya teringat akan anak dan mantan istrinya.
"Ya Tuhan Aku sampai melupakan mereka. Apa mereka baik-baik saja? Kenapa perasaan Aku tak enak? Felisa apa kau baik-baik saja?" ujar Aditya. Dia teringat senyum manis yang sempat mengisi hari-harinya selama tiga tahun dan pernah menjadi miliknya selama satu tahunan.
Aditya memilih putar kembali, dia membatalkan niatnya untuk kerja dan memilih untuk datang ke rumah sakit tempat di mana Felisa berada. Kini Aditya telah sampai di rumah sakit dan bergegas memarkirkan mobilnya untuk segera masuk menemui Felisa dan anaknya.
"Semoga kalian baik-baik saja!" gumam Aditya dalam hati.
"Ken, dia mana Felisa sekarang berada? Aku sudah di dalam rumah sakit." ucap Aditya yang mencoba menghubungi ponsel sang mantan istri yang di pegang oleh Kenzi.
Tubuh Aditya terasa lemas saat mengetahui kalau saat ini Felisa masih di ruang ICU tak sadarkan diri. Dengan langkah gontai dia mencari keberadaan ruangan tersebut. Saat itu masih ada Mama Eliza, Papa Hadi, dan Kenzi yang dengan setia menunggu Felisa di sana.
Dengan menutupi perasaan malunya di tambah rasa penyesalan yang dia rasakan, Aditya menghampiri ketiga orang yang pernah menjadi keluarganya.
__ADS_1
"Saya kira kamu tidak akan pernah datang dan peduli dengan keadaan anak saya dan bayi yang baru saja di dilahirkannya." sindir Mama Eliza.
"Sudah, Ma! Tahan emosi Mama! Biarkan Aditya bertemu dengan Felisa dan anaknya!" ujar Papa Hadi sambil mengelus punggung istrinya.
Aditya memilih langsung menemui Felisa terlebih dahulu, dia ingin sekali menggenggam tangan wanita yang pernah memberi semangat untuknya. Memang selama ini Felisa bukanlah seorang istri yang sempurna, yang melayani dan mengurus sang suami. Dia lebih sibuk dengan kehidupan pribadinya, hingga Aditya merasa kalau sang istri tak peduli dengannya. Yang di butuhkan Felisa hanyalah uang, gaya hidup Felisa glamor, dan dia termasuk wanita sosialita itulah salah satu membuat Aditya menjadi seorang playboy untuk mencari kesenangan di luar.
"Sayang, Aku datang! Maaf jika datang terlambat tak bisa menemani kamu berjuang melahirkan anak kita. Kamu memang wanita yang luar biasa, maaf jika aku menyakiti hati kamu." ungkap Aditya. Air matanya kini jatuh satu persatu menetes bahkan hingga jatuh ke tangan Felisa. Aditya tak henti-hentinya menggenggam tangan Felisa. Hatinya terasa sakit kala melihat Felisa terbaring tak berdaya.
"Cepatlah sadar! Kasihan anak kita! Dia sangat membutuhkan kamu! Oh ya siapa nama anak kita? Aku ingin menemuinya, Aku ingin mengadzani dia! Aku ke sana dulu ya!" ucap Aditya.
Aditya langsung menemui sang anak di ruangan bayi. Hatinya merasa tersentuh kala melihat bayi mungil yang sedang minum menggunakan susu botol.
"Assalamualaikum anak Ayah. Maaf Papa baru datang menemui kamu! Wajah kamu mirip sekali sama Mama. Maaf Papa baru bisa mengadzani kamu sekarang!" ujar Aditya.
Aditya menggendong bayi itu, mengambil dari gendongan suster, dan Aditya langsung mengadzani sang anak di telinganya. Air mata penuh haru menemani kebersamaan mereka, di saat bayi itu memberikan senyum termanisnya seakan dia mengerti kalau dirinya merasa bahagia berada dalam pelukan sang papa. Hal itu tentu saja menambah rasa sesal yang di rasakan Aditya. Jika dirinya tak pernah tergoda dengan Farrah, dia.pasti sudah hidup bahagia dengan istri dan anaknya.
__ADS_1
"Doakan Mama ya sayang! Semoga Mama cepat sadar dan memberikan asi untuk kamu, biar kamu tidak terus menerus minum susu formula!" ucap Aditya bicara kepada sang anak yang baru saja terlahir ke dunia shubuh tadi lewat operasi sesar.
"Papa akan beri nama kamu Elang Herlambang. Elang yang berarti kuat dan pemberani sedangkan Herlambang itu nama Kakek kamu, Papa pun memakainya." ucap Aditya kepada sang anak. Aditya terlihat sudah bisa menggendong, meskipun ini hal pertama kali yang terjadi di hidupnya. Elang pun terlihat nyaman dalam dekapannya.
"Semua ini karena wanita ib*lis itu! Jika dia tak menggoda Aditya, pasti Aditya tak akan tergoda. Namanya cowok di kasih makanan lezat pasti mau saja! Dasar wanita murahan!" gerutu Mama Eliza. Padahal dulu dia selalu memuji Farrah, kini dirinya merasa kesal.
Aditya pamit dulu kepada sang anak karena ponselnya berdering berkali-kali membuat sang anak terbangun dan menangis. Siapa lagi kalau bukan Farrah yang menghubungi dirinya. Aditya langsung menekan tombol merah, menolak panggilan dari Farrah dan mematikan ponselnya agar Farrah tak mengganggunya. Hal itu tentu saja membuat Farrah marah. Karena Aditya ingin berbicara dengan keluarga Felisa untuk menanyakan apa yang terjadi dengan Farrah.
Kini Aditya telah bersama keluarga Felisa untuk berbincang. Dan Kenzi langsung menceritakan kronologis kejadian yang terjadi pada kakaknya. Felisa mengalami pecah ketuban lebih dulu dan terpaksa harus di induksi karena bayi tak kunjung lahir. Karena merasa lelah, Felisa mengalami pingsan tak sadarkan diri hingga dirinya harus di bawa ke rumah sakit. Dan Dokter menyarankan Felisa harus di sesar agar bayinya segera dilahirkan. Di khawatirkan meminum air ketuban yang bisa membahayakan keselamatan bayi tersebut. Setelah selesai operasi Felisa mengalami pendarahan hingga harus transfusi darah. Untungnya takdir masih memberikan kesempatan untuk Felisa hidup meskipun saat ini masih mengalami koma.
"Lakukan yang terbaik untuk Felisa, Aku akan membayarnya berapa pun! Tolong sampaikan kepada Dokter yang merawat Felisa!" ujar Aditya. Kini yang terpenting bagi Aditya yaitu kesembuhan Felisa. Dia tak tega jika sang anak harus menjadi anak piatu sejak kecil.
Aditya menatap wajah mantan istrinya dari luar, sungguh dirinya merasa sangat menyesal atas apa yang di lakukan dirinya selama ini. Seharusnya dia bisa mendampingi Felisa selama hamil dan melahirkan, justru dia malah asyik bermesraan dengan wanita lain demi sebuah nap*su.
"Aku pamit dulu! Kenzi tolong kirim nomor rekening kamu, Aku mau transfer untuk biaya Felisa! Aku titip Felisa, berikan yang terbaik! Jika Felisa sadar, tolong segera hubungi Aku! Dan jika kamu membutuhkan apa pun tolong hubungi Aku!" ujar Aditya.
__ADS_1
Aditya melangkahkan kakinya ke luar dari rumah sakit untuk menuju kantornya. Dia sempat izin datang terlambat, karena harus mengurus istrinya yang baru saja melahirkan. Pihak kantor belum mengetahui kalau dirinya telah bercerai secara agama dengan Felisa dan telah menikah secara siri dengan Farrah.
"Apa Aku masih mencintainya?"