
"Apa Dok? Saya terkena HIV? Tidak! Tidak mungkin! Dokter pasti berbohong kan?" ucap Aditya histeris. Dia merasa tidak terima dengan pernyataan sang Dokter.
"Apa yang saya katakan benar apa adanya. Ini urusan hidup dan mati seseorang, bukan untuk permainan. Semua yang saya katakan berdasarkan hasil pemeriksaan bukan perkiraan saya saja. Jika anda masih merasa tak percaya, silahkan anda periksa di tempat yang lain agar anda merasa yakin!" ucap Dokter yang menangani Aditya.
"Apa anda sering melakukan se* bebas atau pernah melakukan hubungan se*sual dengan penderita HIV?" ucap sang dokter kembali.
Bibirnya terasa kelu tak mampu berkata-kata. Perasaannya saat itu begitu hancur. Dia tak pernah menyangka akan menderita penyakit yang mematikan. Hancur sudah hidupnya dan hanya meninggalkan penyesalan atas perbuatannya dulu. Entah dari wanita mana dia tertular.
"Saya harus bagaimana Dok agar saya bisa sembuh? Saya belum mau mati. Hiks ... hiks ..." ucap Aditya di iringi isak tangis. Aditya tak mampu lagi menahan kesedihannya. Memikirkan kehidupan selanjutnya.
"Tetap semangat, dan lakukan pola hidup sehat. Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus HIV. HIV adalah salah satu penyakit yang sangat menakutkan, karena tak ada ampun bagi penderitanya. Anda harus melakukan pola hidup sehat dan rasa semangat untuk hidup, hal itu yang bisa menambah imun di dalam hidup anda!" ungkap Dokter Al Faridzi.
Aditya melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit, pandangannya terlihat kosong tak tentu arah. Tak ada lagi gairah di hidupnya. Tak mampu lagi menunjukkan taringnya. Inilah karma seorang Casanova yang sering kali bermain-main dengan banyak wanita. Hatinya terasa sesak kala mengingat pertemuan dirinya dengan Felisa tadi saat di rumah sakit. Mantan istrinya terlihat sangat bahagia dengan suami barunya.
__ADS_1
"Aaahhhh, mengapa hidup ku semenderita ini? Aku laki-laki yang tak beruntung, di tambah penyakit sia*lan ini." umpat Aditya. Dia terus memukul-mukul stir mobilnya untuk meluapkan perasaan emosinya atas apa yang dia alami saat ini.
Bruk!
"Aaaahhhh." teriak Aditya saat mobilnya menabrak sebuah mobil di depannya. Terjadi kecelakaan beruntun, Aditya tak mampu menghindari mobil di depannya, menyetir dengan kondisi yang tidak stabil. Kecelakaan tak mampu di hindari.
Para orang yang berada di tempat kejadian mencoba membantu para korban kecelakaan. Mobil Aditya mengalami ringsek yang sangat parah, bahkan Aditya sulit sekali di keluarkan dari mobil. Tubuh Aditya terjepit. Mereka berusaha untuk mengeluarkan Aditya dari mobil.
Aditya sudah tak sadarkan diri, darah bercucuran keluar dari segala penjuru. Dirinya langsung di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Kondisinya sangat memprihatinkan. Sekujur tubuhnya terkena pecahan kaca, bahkan salah satu kaca menancap di bola mata nya yang nantinya akan menyebabkan dirinya mengalami kebutaan. Wajah tampannya sudah di tutupi luka-luka.
Pihak rumah sakit mengalami kesulitan untuk menghubungi pihak keluarga karna ponsel Aditya terkunci mereka tak mengetahui password ponsel Aditya. Pihak kepolisian berniat mendatangi alamat yang tercantum di KTP, inilah salah satu agar bisa bertemu keluarga Aditya.
"Bagaimana ini Dok, kami tak bisa menemui keluarga pasien. Ternyata dia sudah tak tinggal di rumah sesuai KTP." ungkap salah satu petugas polisi yang mencari informasi tentang Aditya.
__ADS_1
"Sebenarnya pihak rumah sakit merasa takut kesalahan melakukan tindakan tanpa persetujuan keluarga pasien. Namun, kondisi pasien tak memungkinkan untuk menunggu terlalu lamu. Nyawanya akan terancam. Pasien mengalami pendarahan hebat." jelas Dokter yang menangani Aditya.
Sesuai pertimbangan, akhirnya pihak rumah sakit terpaksa melakukan tindakan pertolongan kepada Aditya demi menolong nyawanya. Dokter mulai melakukan operasi. Aditya mengalami pendarahan di otak dan kerusakan di tulang punggung, kaki dan tangan. Jika Aditya terselamatkan, dia akan mengalami kelumpuhan. Bahkan tulang kaki nya mengalami kerusakan parah hingga harus melakukan amputasi. Kelak Aditya akan hidup tanpa kedua kaki. Hal ini karena Aditya sempat terjepit di mobil. Aditya juga mengalami kebutaan di matanya. Membutuhkan waktu berjam-jam untuk melakukan operasi.
"Operasi sudah selesai di lakukan. Tim medis sudah berusaha melakukan yang terbaik. Berharap pasien segera sadar kembali. Namun, pasien pasti akan mengalami shock jika sadar nanti. Sadar tanpa memiliki kaki dan mata. Sungguh berat yang nantinya dia rasakan." ucap sang dokter.
Aditya masih dalam masa kritis. Buliran air mata menetes satu persatu dari pelupuk matanya. Kenangan-kenangan masa lalunya hadir di dalam bayangannya. Masa-masa indah saat dirinya pertama kali bertemu Felisa, Felisa adalah cinta terindahnya. Wanita yang paling dia cinta, nap*su menghancurkan semuanya. Felisa adalah wanita yang paling sempurna di hidup Aditya.
"Ku mohon jangan tinggalkan aku! Elang juga jangan tinggalin Papa!" ucap Aditya lirih di alam bawah sadarnya.
Dari sekian banyak wanita yang hadir di hidupnya, Felisa 'lah yang paling terindah dan memberikan dia seorang anak. Kini tinggallah penyesalan di kala dirinya di berikan kesempatan hidup.
Sambil menunggu up mampir yuk di karya yang aku rekomendasi
__ADS_1