Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Malam yang tertunda


__ADS_3

Pesta resepsi pernikahan Felisa dan Adri terlihat sangat meriah, di hadiri kerabat, keluarga, para karyawan Adrian dan Felisa, teman-teman terdekat, dan tak lupa rekan bisnis Adrian dan Felisa. Mereka memberikan ucapan selamat berbahagia untuk kedua mempelai berharap kelak mereka akan menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah, dan juga segera di berikan momongan.


Rona bahagia terpancar dari kedua mempelai, mereka selalu memberikan senyuman bahagianya kepada semua tamu undangan. Dalam acara ini, Felisa tak mengundang Aditya ke pesta pernikahan mereka. Felisa sudah malas untuk berhubungan dengan mantan suaminya itu. Bukan hanya mereka saja, Elang pun seperti ikut merasakan bahagia juga. Tak rewel sedikitpun karena harus terpisah sementara dengan ibunya.


"Selamat Bro, akhirnya melepas masa lajang juga. Gw ikut bahagia. Semoga kalian bisa menyusul kebahagiaan gw sama istri untuk segera memiliki momongan," ucap Samuel dan Adrian mengaminkannya. Adrian melirik sekilas ke sang istri yang tak bergeming. Dia tak bisa memaksa sang istri, dia sadar kalau semuanya butuh proses. Lagi pula mereka belum pernah berpacaran seperti layaknya orang pacaran, jadi Adrian tak akan memaksa sang istri untuk segera hamil memberikan keturunan untuknya.


"Gw santai aja bro, mau menikmati pacaran dulu kemarin belum sempat berpacaran. Yach kalau Allah ngasih secepatnya gw ga akan nolak, gw serahkan saja semuanya sama yang kuasa. Betul ga sayang?" ucap Adrian sambil merangkul tubuh istrinya dan Felisa hanya menganggukkan kepalanya.


Semakin malam suasana pesta semakin ramai. Resepsi ini tidak menggunakan pelaminan, mereka memilih acara tidak formal bergabung dengan para tamu yang datang. Mereka ingin acara santai.


Mereka terlihat mesra menikmati makan bersama setelah serangkaian acara selesai. Mereka terlihat seperti seorang raja dan ratu. Elang merengek ingin bersama Felisa, sepertinya Adrian harus banyak bersabar menikah dengan seorang janda yang memiliki anak masih kecil.


"Mah, malam ini titip Elang dulu ya." ucap Felisa kepada sang mama. Seolah mengerti Elang menangis tak mau terlepas dari sang Mama.

__ADS_1


"Ga apa kok Elang tidur sama kita, lagi pula kamu masih butuh waktu kan. Aku tak akan memaksanya," sahut Adrian lembut, padahal dalam hatinya dia kecewa. Tapi mau gimana lagi, semua pilihannya. Felisa menatap wajah Adrian, dia merasa tak enak hati kala melihat wajah Adrian yang berusaha menutupi kekecewaannya.


Kini mereka bertiga sudah berada di kamar pengantin. Harapan Adrian untuk merasakan malam pertama di hari pertama mereka resmi menjadi pasangan suami istri, musnah sudah. Elang tidur bersamanya. Adrian mengalah memilih tidur di sofa dan menyuruh Felisa tidur berdua Elang tidur di ranjang. Awalnya Mama Dina protes, dia berusaha membujuk Elang untuk tidur bersamanya atau bersama nenek dan kakeknya, memberikan kesempatan kepada Adrian dan Felisa berduaan. Tapi Elang tak henti-hentinya menangis membuat mereka merasa tak tega dan mau tak mau akhirnya mengalah.


"Mas, aku bisa minta tolong bukain resleting gaun aku tidak?" ucap Felisa. Mau tak mau Adrian membantu sang istri dan sekarang dirinya 'lah yang harus tersiksa menahan hasratnya. Jika tidak ada Elang, pasti dia langsung menerkam.


Felisa merasa bahagia karena Adrian mau mengerti posisi dirinya, Adrian tampak akrab bermain dengan Elang. Felisa membiasakan Elang memanggil Adrian Papa, agar Elang tau kalau dia sekarang sudah memiliki Papa yang menyayangi dirinya.


"Mas, aku nidurin Elang dulu ya dia mau menyusu." ucap Felisa dan Adrian menganggukkan kepalanya. Usia Elang saat ini baru delapan bulan, tapi dia sudah sangat pintar.


"Nasib ... nasib, sabar Bram. Nyonya belum merasakan keperkasaan lo, jadinya masih belum bergetar. Tersiksa juga punya istri cantik dan seksi, apalagi masih harus puasa terus belum bisa melepas masa perjaka." gumam Adrian.


Adrian memilih bermain game online, malam pengantin mereka di lewatkan dengan bermain game online hingga akhirnya dia merasa mengantuk dan tertidur pulas. Felisa merasakan ingin buang air kecil. Dia melirik ke arah Elang yang sudah tertidur pulas. Dirinya berusaha turun dengan pelan-pelan, dia tak ingin tidur Elang terusik.

__ADS_1


"Kasihan mas Adri, harus bersabar menikah dengan seorang janda yang memiliki anak yang masih kecil. Menyusui malah ikut tertidur, benar-benar keterlaluan kamu Felisa. Membiarkan suamimu melewati malam pertamanya seperti ini." Felisa merutuki dirinya sendiri.


Felisa menatap lekat wajah laki-laki yang sudah resmi menjadi suaminya. Dia merasa bersyukur karena memiliki suami yang sangat sabar dan mengerti posisinya. Ada perasaan bersalah di benaknya. Felisa menghampiri Adrian dan memberikan kecupan di pipi Adrian.


"Maafkan aku karena telah membuat kamu kecewa. Melewati malam pertama kita seperti ini. Terima kasih atas pengertian kamu selama ini." gumam Felisa.


Adrian sudah terdengar suara dengkurannya. Tanda dirinya sudah tertidur sangat pulas hingga akhirnya Felisa memilih naik ke ranjang lagi melanjutkan untuk tidur.


Jam alarm ponsel Adrian berbunyi, Adrian terbangun dari tidurnya untuk menjalankan ibadah sholat Shubuh. Dia mencoba membangunkan Felisa untuk mengajaknya sholat berjamaah. Adrian membangunkan dengan sangat lembut di telinga Felisa membuat Felisa perlahan membuka matanya dan memberikan senyuman termanisnya. Ini adalah pernikahan impiannya memiliki suami yang bisa mengayomi dirinya, sebagai imam yang baik untuknya.


Mereka sholat Shubuh bersama. Felisa mencium tangan Adrian dan Adrian mengecup kening istrinya dengan lembut. Felisa meminta maaf dan bahkan matanya berkaca-kaca karena merasa bersalah melewati malam pertama mereka yang harus terlewati begitu saja.


"Loch kenapa kamu menangis? Ada apa?" tanya Adrian lembut.

__ADS_1


Felisa langsung memeluk tubuh Adrian tiba-tiba, memacu adrenalin Adrian membuat tubuhnya bergetar berdesir hebat mendapatkan serangan dadakan dari Felisa. Felisa meminta maaf karena semalam mereka tak bisa melakukan ritual malam pertama mereka. Adrian hanya menanggapi dengan senyuman.


"Ya ampun aku kira kamu kenapa menangis. Ternyata gara-gara gagal melewati malam pertama kita. Aku ga apa sayang, toh masih bisa melakukan besok-besok. Kita ini pasangan suami istri ga harus seperti itu terus. Jujur aku memang laki-laki normal terlebih aku belum pernah sekalipun mencobanya pastinya dong sangat penasaran dengan istilah surga dunia. Tetapi aku tidak mau memaksa kamu, aku akan menunggu sampai waktunya tiba. Pernikahan bukan hanya sekedar sek*s sayang. Sudah ya jangan menangis lagi. Aku ga mau lihat kamu bersedih. Aku minta sama kamu, tangisan ini hanya untuk hari ini ya besok aku ga mau lihat kamu menangis lagi!" ucap Adrian sambil menghapus air mata yang sempat menetes.


__ADS_2