Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Twins Baby


__ADS_3

"Selamat Ibu dan Bapak, baby kalian berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Kondis kedua bayi dalam keadaan sehat." ucap dokter kandungan yang menangani Nisa.


Di perkirakan sekitar 2 bulanan lebih, Nisa akan melahirkan bayi kembar mereka. Proses kelahiran kembar akan di lakukan secara Caesar. Nisa dan Fatih sudah tidak sabar menunggu saatnya tiba. Mereka sudah menyiapkan nama untuk bayi kembar mereka. Saat usia kandungan Nisa empat bulan, mereka sudah melangsungkan acara empat bulanan. Meskipun Nisa berasal dari keluarga berada dan suami yang mencukupi dirinya, Nisa hanya menggelar acara pengajian secara sederhana.


"Sayang, apa ada makanan yang kamu inginkan?" tanya Fatih lembut. Dirinya selalu ingin memanjakan istri tercintanya. Namun, tak menjadi alasan Nisa untuk mengambil kesempatan. Hal itu yang membuat rasa kagum yang di rasa Fatih.


"Aku ingin makan rujak serut sama cilok bumbu kacang," ujar Nisa. Tentu saja Fatih berusaha untuk menuruti permintaan istrinya. Mereka menyelusuri jalan raya untuk mencari yang di minta Nisa.


"Tunggu dulu ya! Aku mau turun untuk membelinya." ujar Fatih dan Nisa hanya menganggukkan kepalanya. Dia menuruti sang suami untuk menunggu di dalam mobil. Rasa cinta Fatih semakin hari semakin bertambah kepada sang istri. Fatih tak merasa gengsi untuk turun dari mobil membelikan rujak yang berada di pinggir jalan. Baginya, kebahagiaan sang istri yang utama.


"Rujak bebek dan cilok sudah, apa ada lagi yang kamu inginkan?" tanya Fatih lagi kepada sang istri. Nisa mengatakan tidak, saat ini dirinya ingin segera sampai di rumah untuk menikmati makanan yang tadi di beli.


Fatih tersenyum kala melihat sang istri sangat menikmati makanan yang dia belikan. Dia salut kepada istrinya yang tak banyak keinginan. Nisa juga terlihat segar dan tak mengalami ngidam yang berlebihan selama masa kehamilan.

__ADS_1


"Sudah kenyang anak Ayah? Seneng ga?" ucap Fatih sambil menciumi perut istrinya.


"Sudah Ayah, makasih ya Ayah. Dede kembar senang." sahut Nisa dengan gaya bicara seperti anak kecil.


Meninggalkan Nisa dan Fatih yang sedang menikmati perannya sebagai calon Ayah dan Bunda, di ranjang rumah sakit sedang terbaring lemah seorang laki-laki. Laki-laki itu adalah Aditya. Sampai saat ini dirinya masih dalam keadaan koma. Untungnya, keesokan harinya bawahan Aditya di perusahaan menghubungi ponsel Aditya. Cintya membantu pihak rumah sakit untuk mendapatkan informasi identitas Aditya.


Pihak pertama yang di hubungi pihak rumah sakit adalah Felisa, karena Cintya hanya mengenal sosok Felisa yang menjadi istri Aditya. Dia mengenal dekat Felisa. Felisa tersentak kaget saat mendengar mantan suaminya mengalami kecelakaan dan saat ini berada di rumah sakit mengalami koma.


"Siapa sayang yang menghubungi kamu?" tanya Adrian lembut kepada sang istri. Wajah Felisa masih terlihat pucat, dia shock mendengar berita itu.


"Terus kamu mau menengoknya? Bukankah dia dulu menyakiti kamu?" tanya Adrian.


Memang benar apa yang di katakan suaminya. Masih teringat jelas, saat Aditya dulu mengkhianati cintanya dengan Farrah di saat dirinya sedang hamil Elang. Bahkan dengan bangganya dia berselingkuh. Kini dirinya mendapatkan balasan dari perbuatannya dulu.

__ADS_1


"Tapi aku ga tega mendengarnya. Please izinkan aku, temani aku. Sekarang aku ingin memberi tahu kedua orang tuanya dulu." ucap Felisa dan Adrian menganggukkan kepalanya.


Felisa mencoba menghubungi Mama Indah, mama dari Aditya. Dia ingin memberi tahu kejadian yang menimpa anak semata wayangnya. Mama Indah merasa shock mendengarnya. Senakal-nakalnya anak, seorang ibu tak akan bisa membenci anak kandungnya. Mama Indah akan segera berangkat ke Jakarta untuk memberi semangat untuk sang anak.


"Baiklah Mah, nanti kita bertemu di rumah sakit. Kalau sudah mau sampai Jakarta, Mama tolong kabari aku ya!" pinta Felisa.


Kini mereka sudah berkumpul di rumah sakit. Mereka merasa prihatin dengan kondisi Aditya saat ini. Air mata Mama Indah tak bisa terbendung lagi. Dadanya terasa sesak saat melihat sang anak terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


"Feli ikut prihatin ya, Mah. Semoga Mas Adit segera sadar dan di berikan kesabaran dalam melanjutkan kehidupan." doa yang tulus Feli ucapkan.


"Mama mohon tolong maafkan Adit. Banyak dosa yang dia perbuat untuk kamu dan Elang. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Penyakit yang dia derita saat ini, sebagai pelebur dosa-dosa yang dia lakukan dulu." sahut Mama Indah.


"Tanpa Mama minta, Insyaallah Feli sudah memaafkan Mas Adit. Feli sudah melupakan apa yang telah di perbuat Mas Adit dulu." ungkap Felisa.

__ADS_1


Adrian terus menggenggam tangan sang istri dengan erat, mencoba menguatkan. Dia merasa salut dengan kemurahan hati sang istri, yang mampu menutup luka yang telah di goresan Aditya dulu. Adrian tak mengizinkan sang istri berlama-lama di rumah sakit, karena kondisi Felisa yang saat ini sedang hamil. Felisa pamit untuk pulang, dia hanya melihat Aditya dari luar kaca. Saat ini Aditya masih berada di ruang ICU, kondisinya masih dalam keadaan kritis.


"Makasih ya Fel kamu sudah memberi tahu Mama dan masih peduli dengan Adit. Mau menengoknya ke rumah sakit." ucap Mama Indah.


__ADS_2