Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Menjadi pengangguran atau office boy?


__ADS_3

"Ken, papa curiga deh kalau Fahri menutup akses kita untuk bekerja. Soalnya papa merasa aneh, setiap perusahaan yang papa datangi selalu saja langsung menolak tanpa mau mencobanya dulu untuk mempekerjakan papa. Kalau kamu bagaimana apa merasakan hal yang sama seperti papa?" ucap Papa Hadi membuka pembicaraan dengan sang anak.


Saat ini Kenzi dan Pak Hadi sedang duduk santai menikmati secangkir kopi. Kenzi juga sambil menghisap rokok. Hari ini mereka tidak di sibukkan mencari pekerjaan, sehingga bisa duduk bersantai. Kenzi tak peduli dengan ocehan Farrah yang terus menggerutu. Sekali-kali dia pun butuh refresh otak.


"Iya Kenzi pun merasa begitu, padahal dulu ga seperti ini. Kenzi mudah mendapatkan pekerjaan. Terus kita harus gimana pa?" sahut Kenzi yang kini matanya mengarah ke sang papa.


"Coba kamu datangi perusahaan Aneka Karya kembali, coba temui Aisyah. Mungkin saja dia nantinya akan merasa iba dengan kondisi kamu sekarang." saran papa Hadi.


❤️❤️❤️


Pagi ini Kenzi sudah berpakaian rapi dan bersiap-siap untuk mengunjungi Perusahaan tempat dirinya bekerja dulu. Dia ingin menemui Aisyah. Dan berharap Aisyah akan merubah keputusannya, dan mempekerjakan dirinya lagi di perusahaan tersebut.


Motor matic yang di kendarai Kenzi terus menjelajahi jalanan yang saat itu terlihat cukup padat. Dan akhirnya Kenzi telah sampai di parkiran PT. Aneka Karya.


"Bismillah, mudahkanlah langkahku! Semoga Aisyah membuka hatinya." doa Kenzi. Pembalasan atas apa yang di lakukan di masa lalu, membuat merubah hidupnya menjadi sosok yang lebih baik.


Dengan langkah gagah, Kenzi berniat masuk ke dalam perusahaan. Namun, langkahnya harus terhenti karena Security yang bekerja di sana melarang untuk dia masuk ke dalam.


"Tolong lah saya pak Tono, izinkan saya untuk bertemu ibu Aisyah! Saya ingin bicara penting dengannya!" ujar Kenzi memohon iba. Baru kali ini dirinya merasa menjadi orang yang tak di hargai, mendapatkan penolakan.

__ADS_1


"Maaf saya tidak bisa mengizinkan kamu masuk! Semua ini atas perintah pak Fahri dan ibu Annisa. Lebih baik kamu pergi dari sini! Lagi pula ibu Annisa belum datang sampai saat ini!" sahut Pak Tono, Security yang bertugas.


Memaksa pun dirinya tak bisa, yang ada dirinya akan di usir secara paksa. Hingga akhirnya Kenzi memutuskan untuk menunggu Aisyah di luar kantor. Mata Kenzi terus fokus melihat ke arah setiap mobil atau motor yang datang, dia terus memperhatikan kedatangan Aisyah. Hingga akhirnya datang sebuah mobil merah yang sedang parkir.


"Aisyah?" gumam Kenzi dalam hati saat melihat wanita cantik dan anggun turun dari sebuah mobil mewah. Sungguh seperti tertusuk pisau belati. Kini Aisyah lah yang berada di atas awan. Sekarang Aisyah sudah mahir menyetir mobil sendiri.


"Aisyah..." teriak Kenzi dari jauh. Dia tetap setia menunggu di luar kantor sampai Aisyah datang. Dia tak peduli wajah dan tubuhnya sudah di banjiri keringat karena tersengat cahaya matahari.


Mendengar namanya dulu di panggil, Nisa mengehentikan langkahnya. Dan menengok ke arah sumber suara. Nisa menghela nafasnya panjang kala melihat mantan suaminya lah yang memanggil dirinya. Kenzi langsung berlari menghampiri mantan istrinya. Tak ada lagi kesombongan di dalam dirinya. Wajahnya terlihat suram.


"Mau apa lagi kamu menemui aku? Urusan kita sudah selesai! Jangan pernah ganggu aku lagi!" ujar Nisa ketus.


"Bukankah kamu bisa mendapatkannya di tempat lain?" sahut Aisyah tersenyum sinis.


Kenzi menceritakan kalau selama tiga bulan belakangan ini dia sudah berusaha untuk mencari kerja, tetapi sampai saat ini dia masih menjadi pengangguran karena selalu mendapatkan penolakan dari Perusahaan tempat dia melamar.


"Maaf itu urusan kamu, bukan menjadi urusan aku! Maaf aku ada meeting jam 10.00 dengan karyawan. Bang Fatih pasti sudah menunggu aku." sahut Nisa.


"Please Syah berikan aku pekerjaan lagi! Aku janji akan bekerja dengan baik. Aku butuh pekerjaan, kasihanilah aku! Aku siap bekerja apapun!" mohon Kenzi, wajahnya sudah memelas.

__ADS_1


"Apa pun itu? Yakin?" ujar Nisa mencoba meyakinkan ucapan Kenzi.


Kenzi menelan saliva ya, dia menjadi curiga maksud ucapan Nisa mempertegas ucapannya. Kenzi mengangguk ragu. Hal itu tentu saja membuat Nisa tersenyum.


"Meskipun menjadi office boy? Karna lowongan pekerjaan yang tersedia saat ini hanya itu di perusahaan aku. Kalau kamu bersedia, kamu bisa segera bergabung. Oh ya untuk gaji, aku akan berikan standar gaji UMR meskipun pekerjaannya sangat berbeda tak seperti seorang staf. Baik kan aku?" ujar Nisa.


Kenzi langsung tersentak kaget dengan tawaran pekerjaan yang Aisyah ucapkan. Ini benar-benar menjatuhkan martabat dia sebagai seorang lulusan sarjana. Tetapi di satu sisi dia membutuhkan pekerjaan itu untuk menyambung hidup. Karena tabungan dia benar-benar sudah habis. Sedangkan dia harus menafkahi istri dan kedua orang tuanya.


"Bagaimana tertarik? Silahkan kamu pikirkan dulu tawaran dari aku! Kamu bisa datang kemari besok kalau kamu berminat mengambil posisi itu! Kalau sudah tak ada yang ingin di bicarakan lagi, aku permisi! Sejak tadi kulit aku terbakar matahari, aku tak ini kulit ku kusam kembali karena harus mengobrol dengan orang yang ga penting." sahut Nisa yang langsung pergi meninggalkan Kenzi begitu saja. Kenzi tak mampu berkata-kata.


Kenzi pulang kembali ke rumah dengan wajah lesu tak bersemangat. Bukannya menyambut sang suami dengan minuman, justru Farrah menyambut dengan ocehan membuat suasana bertambah panas. Dia tak tahu kalau hati suaminya sedang merasa rapuh karena belum mendapatkan pekerjaan dan sekalinya mendapatkan tawaran pekerjaan harus menjadi seorang office boy.


"Kamu tuh suami pulang bukannya di buatkan minuman, di sambut dengan senyuman dan perhatian, dan di sediakan makanan ini malah di cerocosin. Aku ini cape. Cape hati, pikiran, dan tenaga tolong donk jangan nambah bikin kesel!" cerocos Kenzi.


"Suami yang ngasih duit baru aku urus, kalau suami kere model kamu ngapain! Aku juga sama seperti kamu, kamu kira hati aku ga sakit di jadikan pembantu seperti ini? Ga cape harus menyetrika dan mencuci? Ga mikirin hidup yang ga punya uang?" sahut Farrah yang tak mau kalah.


Kenzi hanya bisa mengepalkan tangannya dan menahan perasaan emosinya, karena apa yang di katakan istrinya itu memang benar. Dia adalah suami dan anak yang tak berguna, tak bisa membahagiakan istri dan kedua orang tuanya.


"Farrah kamu itu sama suami ga ada sopan santunnya! Di saat Kenzi susah seperti ini kamu bisanya ngerocos saja! Dasar istri tak tau di untung. Sudah mandul, ga bisa bantu suami cari uang, sama suami ga punya sopan santun." cerocos mama Eliza, tentu saja dirinya merasa tak terima dengan sikap mantan menantu kesayangannya dulu.

__ADS_1


Like, vote, comment, rating bintang 🌟🌟🌟🌟🌟,, dan hadiah 🌷☕ untuk karya ini 🙏😄😍


__ADS_2