Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Merasa Menang


__ADS_3

"Maaf Aku baru nengok kamu lagi, waktu itu Aku datang tetapi kamu masih dalam keadaan koma. Oh ya Aku sudah memberi nama anak kita yaitu Elang Herlambang. Agar dia selalu menjadi laki-laki sejati yang kuat dan Herlambang nama turunan dari Papa Aku." ungkap Aditya dengan santainya. Dia tak peduli dengan Kenzi dan kedua orang tua Felisa yang menatapnya tajam. Memang Farrah tidak tau malu.


Felisa masih terlihat lemah, sungguh berat kehidupan yang harus dia jalankan. Tetapi dia bisa apa? Aditya lebih memilih Farrah di bandingkan dirinya dan juga anaknya.


"Berhubung kamu sudah melahirkan dan sadar kembali, sudah boleh donk suami Aku mengurus perceraian kamu dengan dia. Oh ya Aku sudah menikah secara siri dengan Kak Aditya." ucap Farrah dengan bangganya. Benar-benar tak memiliki hati, tega berbicara seperti itu di depan Felisa. Setelah Farrah resmi bercerai dari Kenzi, Farrah langsung menikah dengan Aditya.


"Cih, dasar wanita tak tau malu! Pergi kau dari sini! Menyesal Saya dulu membela kamu, ternyata kamu seorang ular yang berbisa! Selama ini Saya salah telah mengurus kamu dan sekarang kamu justru menggigit kami!" ujar Mama Eliza geram.

__ADS_1


"Saya akan pergi dengan senang hati dengan mengajak mantan menantu kamu! Aku lah pemenangnya. Setelah perceraian, masalah kamu selesai!" sahut Farrah.


"Aku akan mengambil hak asuh untuk Elang karena Aku yakin kalau kamu tak akan bisa mengurus dan membesarkannya dengan kondisi ekonomi seperti itu!" sahut Aditya membuat Farrah dan Felisa melongo. Karena Farrah tak ingin mengurus anak itu, kelak dia ingin mengurus anaknya sendiri. Sedangkan Felisa tentu saja merasa tak terima dengan ucapan Aditya. Dia tak sudi jika anaknya di urus Farrah. Dia akan berjuang di sidang perceraian nanti.


"Hal itu tidak akan pernah terjadi! Aku tidak sudi anak Aku nantinya di urus wanita ular. Aku akan memperjuangkannya sampai titik darah terakhir! Karena Aku yakin, jika hak asuh anak di bawah umur akan menjadi hak ibunya terlebih anak itu masih bayi membutuhkan ASI aku. Jadi mulai sekarang lebih baik kamu lupakan saja! Bukannya kamu bisa membuatnya dengan istri baru mu!" ucap Felisa tegas. Bahkan Felisa terlihat sangat kuat untuk bangkit dan duduk. Hatinya merasa panas.


Felisa berusaha untuk kuat, menahan air mata yang sejak tadi ingin menetes. Dia tak ingin menunjukkan sisi lemahnya di hadapan kedua manusia yang tak tau diri.

__ADS_1


"Lebih baik kalian pergi dari sini! Kita bertemu di pengadilan! Meskipun nantinya hak asuh jatuh ke tangan Aku, kamu tetap menjadi papa darinya! Kamu harus tetap menafkahi dirinya!" sahut felisa lagi.


Akhirnya Farrah menarik tangan Aditya dan mengajaknya pulang. Namun, sebelumnya Farrah sempat mendekati Felisa dan mengatakan "selamat menikmati penderitaan" dengan wajah penuh menang.


"Papa pulang dulu y, Nak!" ucap Aditya sebelum meninggalkan ruangan. Dia sempat melihat anaknya yang saat itu sedang tertidur pulas. Ingin rasanya dia menggendong sang anak, tetapi dia takut jika sang anak nantinya akan terbangun dari tidurnya.


Farrah terus menggandeng mesra tangan Aditya mengikuti langkah kakinya menuju keluar. Dan kini mereka sudah berada di parkiran mobil untuk menuju pulang ke apartemen lagi.

__ADS_1


__ADS_2