
"Aku memang seorang Pengkhianat tetapi kamu juga tak jauh beda denganku. Bahkan diam-diam kau telah menikahi pelacur itu secara siri." ucap Emeli geram.
"Aku seorang laki-laki, wajar kalau aku melakukan hal seperti ini. Dulu aku pernah meminta kamu untuk menemani aku di sini, tetapi kamu lebih membela kehidupan sosialita kamu. Sekarang aku baru tau kalau kau sering bermain di belakang aku. Aku jijik denganmu! Lebih baik kita bercerai saja! Aku tak mau memiliki istri yang murahan seperti kamu!" ungkap Yudha membuat mata Emeli membulat sempurna. Dia tak menyangka kalau laki-laki yang selama ini selalu membelanya, hari ini lebih membela wanita lain dan juga menghinanya.
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan, aku terima.
Lagi pula aku juga tak mau hidup berpoligami. Aku ingin hidup dengan tenang menunggu ajal ku tiba. Aku berharap kau pun merasakan hal yang sama seperti aku. Aku terpapar HIV, aku yakin kamu dan wanita pelacur mu itu akan tertular. Karena terakhir kamu pulang, kita sempat bercinta." ujar Emeli membuat Yudha ketakutan mendengarnya hingga dirinya tersulut api amarah.
"Dasar wanita sia*lan kamu! Penyebar virus! Pergi kau dari sini! Jangan pernah menampakkan wajahmu di depan aku lagi! Aku benci kau!" bentak Yudha.
__ADS_1
"Harusnya kamu menyadari, bisa saja virus itu berasal dari mu. Bisa saja wanita ja*lang mu yang mengidap lebih dulu dan menyebarkan virus kepadamu dan menular kepada aku." sahut Emeli tak terima.
Mata Yudha kini mengarah kepada Gina. Yudha mengacak-acak rambutnya frustasi. Dia takut jika hal itu terjadi juga di hidupnya. Yudha merasa ketakutan dan gelisah.
"Lebih baik kau pergi dari sini! Aku tak ingin berurusan lagi denganmu! Hubungan kita sampai sini saja, aku talak kamu dan mulai hari ini kau bukan istriku lagi!" ucap Yudha membuat Gina merasa tak terima. Bagaimana nasibnya dia nanti kalau sudah tak bersama Yudha terlebih kalau dirinya juga mengidap penyakit HIV, virus yang mematikan.
Gina bersujud di kaki Yudha berharap Yudha menarik kembali ucapannya. Hidup Gina bergantung kepada Yudha. Emeli tersenyum kemenangan, karena pada akhirnya Gina mengalami nasib yang sama dengannya. Yudha tak bergeming, dirinya masih terlihat shock.
Dua puluh satu tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Emeli untuk melupakan kenangan bersama Yudha, kenangan indah kebersamaan mereka dulu. Nap*su menghancurkan pernikahan mereka. Bahkan kini nyawanya terancam karena penyakit yang dia derita.
__ADS_1
Emeli memilih untuk pergi dan menemui kedua anaknya yang kuliah di negara yang berbeda. Anara anak pertamanya saat ini sedang kuliah di Negara Singapura dan anak keduanya memilih kuliah di Malaysia.
"Ya Allah maafkan aku, maafkan semua kesalahan yang aku telah perbuat. Hamba sangat menyesal. Semoga aku masih di beri kesempatan sebelum ajal menjemput ku."ucap Emeli lirih.
Emeli sudah berada di depan kamar apartemen anak pertamanya. Anara tersentak kaget saat melihat pertama kali sang mami berada di hadapannya, dia langsung menyuruh sang mami untuk masuk ke dalam, menyambutnya dengan ramah.
"Wah tidak seperti biasanya Mami ke sini. Ada apa mi? Apa ada hal yang sangat penting?" tanya Anara ramah.
"Banyak hal yang ingin mami obrolkan denganmu setelah ini," ucap Emeli dan Anara Menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya temanku