Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Pernikahan Aditya dan Tia


__ADS_3

"Akhirnya besok aku akan menikah dengan Adit. Senangnya hatiku. Akhirnya aku bisa memenangkan hatinya." ucap Tia sambil memandang langit-langit di kamarnya. Dia membayangkan bahwa dirinya akan menjadi orang yang beruntung.


Berbeda halnya dengan Tia yang sudah tak sabar menanti hari esok, saat dirinya telah resmi menjadi pasangan suami istri. Farrah justru sedang meratapi nasibnya dan masih memohon kepada Aditya agar semuanya tak akan terjadi.


"Sudah aku bilang, permintaan kamu itu akan pernah bisa terkabul. Aku akan tetap menikahi Tia. Semua itu aku lakukan sebagai bentuk tanggung jawab aku sebagai Bapak dari bayi dalam kandungan dia." sahut Aditya ketus.


"Sudahlah tak perlu kita bahas lagi, aku ingin tidur cepat. Besok kita harus bangun pagi agar tidak telat," ucap Aditya. Aditya memilih untuk menutupi pernikahan ini dari orang tuanya. Baginya, semua percuma jika dirinya bicara kepada orang tuanya. Pasti mereka akan menolaknya.


Aditya sudah tertidur pulas, sedangkan dirinya masih terjaga. Farrah terus memandangi wajah suaminya yang besok akan menikahi wanita lain. Tentu saja mulai besok dirinya akan berbagi ranjang dengan madu. Bisa saja suaminya itu menyuruh dirinya pindah ke kamar lain, karena suaminya akan melewati malam pengantin bersama wanita lain. Dia akan merasakan Aisyah dulu, mendengar suaminya bercinta dengan wanita lain dan bahkan dia di suruh merapihkan sisa percintaan suaminya. Bukankah hal ini sungguh menyakitkan?


❤❤❤


Hari yang di nanti Tia telah tiba, Tia sedang di rias layaknya seorang pengantin. Tak ada kemewahan di pernikahan mereka, pernikahan di adakan secara tertutup dan hanya sekedar akaf nikah saja. Bahkan setelah selesai, Tia langsung di boyong oleh Aditya ke apartemen. Tetapi sesuai permintaan Tia, dia ingin melewati malam pengantin mereka di hotel. Tia meminta Aditya untuk menyewanya.


Sakit rasanya saat Farrah membantu suaminya memakai dasi. Mengantarkan suaminya untuk menikah dengan wanita lain. Bagaimana pun dirinya hanyalah seorang manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan. Wajar jika dirinya merasa sakit hati.


"Ayo cepat kamu segera bersiap, agar kita tak datang terlambat!" titah Aditya kepada Farrah.


"Aku ga ikut ya Kak? Aku takut tak kuat menahan perasaan aku di sana," ucap Farrah lirih. Tetapi Aditya tetap memaksa Farrah untuk ikut. Dia ingin Farrah menjadi saksi dalam pernikahannya. Mau tak mau akhirnya Farrah mengikuti keinginan suaminya untuk hadir di acara pernikahan suaminya dengan wanita lain.


Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua angkat Tia. Aditya hanya datang berdua Farrah, karena semenjak dirinya memaksa untuk mempertahankan Farrah, orang tuanya sangat marah terlebih mama nya. Farrah terus menguatkan hatinya untuk tetap kuat menghadapinya.


Kini Aditya sudah berada di hadapan ayah angkat Tia, dirinya akan segera melakukan prosesi ijab kabul. Farrah tak sanggup menahan air matanya, meskipun dirinya sudah berkali-kali menghapus air matanya agar orang lain yang berada di sana tak melihatnya. Tetapi tetap saja terlihat

__ADS_1


Sah!


Aditya dengan Tia telah resmi menjadi pasangan suami istri. Entah Nisa harus tersenyum atau merasa iba melihat wajah Farrah yang sendu. Nisa bisa merasakan apa yang Farrah rasakan saat ini, karena dulu dia pernah berada di posisi itu. Rona bahagia justru terpancar dari wajah Tia. Dengan bangganya dia menggandeng tangan Aditya mesra. Dia tak peduli dengan perasaan Farrah saat itu. Tia berharap agar Farrah mundur dan berceria dari Aditya, agar dirinya menjadi istri satu-satunya Aditya.


"Far, kamu pulang saja tidak perlu menunggu aku! Karena kami akan langsung ke hotel untuk menginap," ucap Aditya. Tak ada kata sayang lagi yang terlontar dari mulut Aditya untuk memanggil Farrah. Dengan perasaan luka Farrah pergi meninggalkan tempat acara.


Farrah langsung menumpahkan kesedihannya. Sesampainya di apartemen dia langsung menaiki ranjang dan menangis.


"Hiks ... hiks ... hiks ...Tega kamu Kak sama aku. Di mana perasaan cinta yang kamu ucap dulu kepadaku? Kini sudah hilang tak tersisa. Berganti rasa sakit yang aku rasa." ucap Farrah lirih yang sudah terisak tangis.


"Aditya memang laki-laki breng*sek melebihi Kenzi dulu. Benar-benar tak memiliki perasaan. Begitu mudahnya dia berpaling ke hati yang lain." gumam Nisa saat melihat kemesraan Aditya dengan Tia.


Akankah rasa cinta Aditya kepada Tia akan abadi atau akan berpaling kembali ke wanita lain?


❤❤❤


"Jangan gini, Ti! Nanti saja!" ucap Aditya. Dia menolak saat tangan Tia memberikan rangsangan di leher Aditya. Tia bersikap agresif.


"Kamu ini kenapa sih? Kita kan sudah resmi menikah. Kenapa kamu justru malah berubah sih?" gerutu Tia.


"Bukan begitu Ti. Aku lagi badmood saja. Aku butuh waktu ingin beristirahat." ucap Aditya cuek.


Aditya membuka balkon kamar hotel dia pesan yang terhubung ke kolam renang. Tak lupa dirinya membuat satu cangkir kopi menemani untuk dia duduk santai. Pikirannya melayang entah kemana sambil menghisap rokok. Tia mengikuti suaminya dan duduk di sebelahnya. Menemani suaminya untuk mengobrol.

__ADS_1


"Ga nyangka ya Yang akhirnya kita menikah juga dan sebentar lagi akan menjadi orang tua untuk anak kita kelak," ucap Tia membuka pembicaraan.


"Emmm ..." hanya kata itu yang terucap dari bibir Aditya.


Farrah terlihat gelisa memikirkan suaminya yang kini tak pulang. Membayangkan apa yang terjadi dengan suaminya bersama madu nya. Sungguh hatinya tak rela melepasnya.


Sejak tadi Tia terus mengoceh karena Aditya yang bersikap cuek dengannya. Dia merasa tak terima di perlakukan seperti itu. Akhirnya malam itu Aditya memberikan nafkah untuk pertama kali dirinya resmi menjadi sepasang suami istri.


"Sayang ..." racau Tia yang sudah merasakan sentuhan dan rasa nikmat yang di berikan suaminya. Suaminya memang paling pintar membuat dirinya melayang terbang ke langit.


❤❤❤


Tia mengerjapkan matanya, perlahan dirinya membuka matanya. Dirinya tersenyum saat pertama kali melihat wajah suaminya yang masih tertidur pulas.


"I Love You. Semoga cinta kamu selalu abadi untuk aku. Kita bisa hidup bahagia bersama anak kita," ucap Tia sambil memberikan kecupan di kedua pipi dan kening suaminya. Membuat Aditya terusik dari tidurnya dan akhirnya membuka matanya.


"Selamat pagi suamiku, cintaku, Ayah dari anakku! Aku memcintai kamu." ucap Tia menyambut suaminya yang baru saja membuka matanya.


"Emmm ..." sahut Aditya.


Rona bahagia terus terpancar dari wajah Tia. Tia memilih untuk langsung mandi untuk membersihkan tubuhnya terasa lengket, sisa-sisa dari percintaannya tadi malam dengan suaminya.


"Siang ini kita langsung pulang ya ke apartemen. Soalnya besok aku harus bekerja," ucap Aditya.

__ADS_1


__ADS_2