
"Berani sekali kau menamparku? Kau pikir kau ini siapa berani menamparku?" ucap Aditya sambil menarik tangan Tia kasar membuat selimut yang di pakai Tia terlepas menunjukkan tubuh indah Tia. Melihat pemandangan seperti itu tentu saja Aditya tak akan melewatkan kesempatan emas. Jika semalam dia melakukannya tanpa sadar, sekarang dia akan melakukannya dengan sadar. Tubuh indah Tia menggoda iman Aditya yang setebal kulit bawang.
Aditya langsung menggendong tubuh Tia dan meletakkan Tia di ranjang. Dirinya lupa dengan apa yang ingin dia lakukan tadi, yaitu segera pulang. Karena dia yakin Farrah akan mengamuk menunggu dirinya yang belum juga pulang sejak semalam.
"Mulut hari ini kamu milik aku!" ucap Aditya sambil membuka handuknya menunjukkan miliknya yang sudah berdiri tegak. Membuat Tia menelan salivanya melihat betapa perkasanya miliknya Aditya, melebihi milik Fatih. Setan sudah menutupi mata dan hati Tia, tanpa malu dia berzina dengan Aditya.
Aditya menghantam tubuh Tia kembali. Memberikan tanda kepemilikan di sekujur tubuh Tia. Kini tubuh Tia menjadi candu baginya. Sampai-sampai Tia merasa lelah mengimbangi keperkasaan Aditya di ranjang.
"Aku lelah!" ucap Tia.
Setelah mendapatkan pelepasan, Aditya baru menghentikannya. Aditya mengecup kening Tia.
Aditya langsung bangkit dari ranjang dan memakai pakaiannya kembali. Setelah itu dirinya baru mencari keberadaan ponselnya. Sedangkan Tia memilih untuk mandi. Membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
"Aku yakin Farrah pasti mengamuk karena aku semalaman tak pulang dan tak ada kabar sampai sekarang. Biar saja, toh sekarang aku memiliki mainan baru jika Farrah merajuk. Aku yakin dia pun tak akan berani marah, memangnya dia akan kemana kalau pergi dari aku." gumam Aditya.
Tia keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya satu persatu. Sedangkan Aditya terus memperhatikan apa yang di lakukan Tia.
"Oh ya nama kamu siapa? Kita belum saling kenal. Ayo kita bicara dulu, untuk saling kenal sambil kita makan! Aku pesan makanan dulu, kamu mau makan apa?"
Tia mengikuti Aditya saja, makanan yang dia pilih jatuh kepada nasi goreng dan telor mata sapi. Aditya benar-benar melupakan sang istri yang saat ini menunggu dirinya. Bahkan Farrah saat ini sedang gelisah, dia belum tidur sama sekali dari malam.
__ADS_1
"Sebegitu marahnya kak kamu kepadaku? Sampai tak ada kabar seperti ini."
Sedangkan sang suami saat ini sedang menikmati makan pagi menjelang siang bersama wanita lain. Karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi. Mereka asyik berduaan menikmati makan bersama. Berbincang, saling mengenal satu sama lain. Tia merasa nyaman mengobrol dengan Aditya, meskipun di awal dirinya sempat tidak terima dengan ucapan Aditya.
"Apa kamu sudah berkeluarga?"
Tia mengatakan kalau dirinya adalah seorang janda, tentu saja hal itu membuat Aditya merasa senang. Di saat dirinya merasa bosan dengan Farrah, kini dia sudah memiliki sang pengganti yang tak kalah hot dari sang istri hanya perlu sedikit di ajarkan untuk memuaskan dirinya.
"Lantas bagaimana dengan kamu? Kalau istri kamu tahu bagaimana? Aku yakin pasti dia akan sangat marah padaku kalau mengetahui hal ini."
"Masalah istriku, biar aku yang urus!" sahut Aditya dengan santainya.
"Kamu tinggal di mana? Biar aku antar sekalian aku tahu rumah mu."
"Dengan senang hati, Nyonya! Tapi kamu suka dan menikmati keperkasaan aku di ranjang?" ujar Aditya membuat wajah Tia memerah menahan malu.
Aditya menarik tangan Tia dan membawa ke dalam pelukannya. Setelah itu dia mengecup kening Tia mesra. Membuat hati Tia berbunga-bunga mendapatkan perlakuan lembut dan mesra dari Aditya.
Aditya menggenggam tangan Tia mesra keluar dari kamar hotel, mereka seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. Dunia seakan milik berdua. Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang, Aditya berniat mengantarkan Tia pulang ke rumah.
"Jaga anakku! Kalau kamu hamil, aku akan menikahi kamu!" ucap Aditya sambil mengelus perut rata Tia. Membuat Tia tersenyum bahagia, mendapatkan perlakuan mesra dari Aditya. Berbeda dengan Fatih yang justru bersikap cuek kepadanya.
__ADS_1
Tia turun dengan wajah yang sumringah. Aditya hanya mengantar Tia sampai depan rumahnya saja.
"Ternyata kamu kaya juga. Cantik lagi. Tak salah aku mengenalmu." gumam Aditya. Di banding Farrah tentu saja menang Tia. Tetapi Aditya tak tau kalau Tia hanyalah anak angkat di keluarga itu dan kelak dirinya akan bertemu dengan Aisyah.
Lantas apakah Tia masih akan tetap menjalani hubungan ini saat dirinya mengetahui masa lalu Aditya, seorang suami yang tak setia? Seperti saat ini juga. Saat masih bersama Farrah dia bercinta dengan wanita lain.
Kini mobil Aditya melajukan kembali menuju apartemennya. Dia yakin Farrah pasti akan mengamuk menyambut dirinya, tetapi dia tak peduli karena hatinya kini sedang berbunga-bunga.
Aditya melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Dia melihat Farrah yang tertidur di sofa depan TV. Aditya memilih langsung memasuki kamar tanpa membangunkan Farrah.
"Kalau lihat dia seperti itu, kasihan juga. Tetapi rasanya tak betah jika aku hanya memiliki satu wanita dalam hidupku. Lagi pula aku akan buktikan kepada Felisa kalau aku bisa mendapatkan wanita yang lebih segalanya darinya."
Farrah terbangun dari tidurnya. Dirinya langsung bangkit. Dia merasa ada yang masuk ke dalam. Dirinya langsung bergegas ke kamarnya dan benar saja suaminya sudah bangun dan saat ini sedang tertidur pulas bahkan sampai mendengkur keras.
"Sebenarnya kamu dari mana si Kak? Seperti orang yang sangat lelah." gumam Farrah. Farrah sudah merasa senang melihat sang suami sudah pulang. Dia berniat tak membangunkan sang suami. Dirinya ikut naik ke atas ranjang tidur di sebelahnya.
"Aku senang banget kamu sudah pulang Kak. Aku takut banget kalau kamu meninggalkan aku. Aku cinta sama kamu! Please jangan pernah tinggalkan aku!" gumam Farrah dalam hati sambil memeluk erat tubuh suaminya. Hal itu membuat Aditya terusik dari tidurnya. Namun, akhirnya dirinya memilih untuk melanjutkan tidurnya tak mempedulikan istrinya yang terus memeluknya.
Berbeda halnya dengan Aditya dan Farrah memilih untuk tidur kembali. Tia justru sedang di interogasi oleh sang Ayah. Sampai-sampai Fahri tak ke kantor, demi menunggu Tia pulang. Fahri sangat marah kepada Tia.
"Tia ini sudah dewasa Yah, bukan anak kecil!Memangnya Ayah masih peduli kepadaku?" ujar Tia ketus.
__ADS_1
"Jika nantinya kamu tidak merepotkan Ayah lagi, silahkan saja! Kalau kamu sudah siap mempertanggungjawabkan segala perbuatan kamu, silahkan saja! Mulai saat ini kamu urus saja sendiri hidup kamu, kalau kamu tak mau di atur oleh Ayah!" ucap Fahri yang merasa geram dengan tingkah sang anak angkatnya.