
Hari ini adalah hari pernikahan Nabila dan Kenzi. Kenzi mengundang Nisa dan Fatih dalam acara pernikahannya. Rencananya Nisa dan Fatih akan hadir, walaupun kini Nisa sedang menunggu waktu untuk melahirkan. Rencananya Nisa akan melahirkan secara sesar. Karena ukuran bayi yang cukup besar, terlebih Nisa saat ini hamil anak kembar. Fatih tak ingin istrinya beresiko.
"Istri aku tambah cantik saja," goda Fatih yang kini memeluk tubuh istrinya yang sudah sangat besar.
"Abang, bisa saja. Memangnya kemarin-kemarin aku tidak cantik ya," ujar Nisa dengan mode ngambek.
"Cantik dong. Istri siapa coba? Membuat aku tak akan pernah berniat untuk berpaling. Bisa-bisa aku menyesal seperti Kenzi," cerocos Fatih.
"Bang, sudah sih jangan dibahas lagi. Semua ini sudah takdir yang maha kuasa, jodoh aku ya kamu. Semua sudah diatur sedemikian rupa. Lagi pula Kenzi sudah menemukan tambatan hatinya, sebentar lagi dirinya akan hidup bahagia dengan calon istrinya. Dari pada kita membahas Kenzi di sini, lebih baik kita bersiap-siap untuk menghadiri acara pernikahan mereka," ujar Nisa dan Fatih menyetujuinya.
Sah!
__ADS_1
Nabila sudah sah menjadi istri Kenzi. Kenzi mengucap kata syukur, karena akhirnya dia bisa menjadi seorang suami kembali. Namun, kali ini dia akan berusaha menjadi imam yang baik untuk keluarganya. Berharap kelak Allah akan memberikan keturunan yang baik untuk dirinya dan Nabila.
Nabila digandeng keluar oleh uminya, dan duduk di sebelah Kenzi, karena mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. Kenzi melirik ke arah Nabila yang menundukkan kepalanya. Wajah Nabila terlihat sangat cantik. Meskipun hanya dengan riasan natural.
"Terima kasih karena kamu sudah menerima aku sebagai suami kamu. Aku akan berusaha menjadi imam yang baik untuk kamu, tolong ingatkan aku jika aku lalai menjalankan kewajiban aku sebagai seorang suami," ucap Kenzi dan Nabila hanya menganggukkan kepalanya.
Kenzi memakaikan cincin di jari manis tangan Nabila sebelah kanan, sebagai bukti bahwa Nabila sudah menjadi miliknya. Kemudian Nabila mencium tangan Kenzi sebagai bentuk baktinya kepada suaminya, sedangkan Kenzi mencium kening Nabila sebagai bukti rasa cintanya.
"Selamat ya adik ku sayang. Akhirnya kamu mendapatkan wanita yang sholeha, jodoh terbaik untuk kalian. Semoga kelak kalian selalu mendapatkan kebahagiaan, dan pastinya bisa menyusul kakak memiliki keturunan. Ingatlah masa lalu, jadikan pelajaran hidup kedepannya. Pahamilah arti sebuah pernikahan, agar kalian saling menghargai pasangan," ujar Felisa dan di aminkan oleh Kenzi, Nabila, dan Adrian.
Setelah Felisa mendapatkan kebahagiaan dengan Adrian, kini giliran sang adik yang akan merasakan kebahagiaan. Pelajaran sangatlah berguna, perlunya komunikasi yang baik dan saling menghargai terhadap pasangan.
__ADS_1
"Assalamualaikum."
Ucap Nisa dan Fatih saat memasuki tempat resepsi pernikahan Kenzi dan Nabila. Tak ada pesta meriah, hanya sekedar makan bersama. Sebagai bentuk rasa syukur atas pernikahan mereka.
"Ya ampun, Nis. Sudah besar banget ya? Kapan perkiraan lahirnya," ucap Felisa.
Mereka saling berpelukan, meluapkan perasaan rindunya yang sudah lama tak bertemu. Hubungan Nisa saat ini sudah sangat baik dengan keluarga Kenzi. Nisa dekat dengan Felisa. Perbincangan mereka harus terhenti, karena Fatih mengajak Nisa untuk mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada kedua mempelai.
"Selamat ya Ken, Alhamdulillah. Aku ikut senang melihatnya. Doa terbaik untuk kamu dan Nabila," ucap Nisa. Suasana terasa hangat, bahkan Nisa berpelukan dengan Nabila.
"Terima kasih ya Pak sudah mau datang ke pernikahan Saya. Semoga kami bisa merasakan bahagia seperti Bapak dan Nisa, cepat mendapatkan keturunan," ujar Kenzi dan di aminkan oleh Nisa, Fatih, dan Nabila.
__ADS_1