
Felisa langsung di boyong ke rumah yang Adrian belikan untuknya. Adrian sudah mempersiapkan saat pertama kali mereka lamaran. Selama ini Adrian tinggal bersama orang tuanya, dia tidak di izinkan hidup mandiri. Kini sudah tak ada alasan lagi bagi Mama Dina untuk melarang anak semata wayangnya hidup mandiri karena kini sudah ada yang merawatnya.
"Masyaallah bagus banget rumahnya." ujar Felisa. Dia merasa bersalah karena belum menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, sedangkan Adrian terus membuatnya bahagia.
"Semoga kamu suka dengan design dan isi di dalam rumah ini. Maaf aku tak memberi kamu andil dalam pemilihannya, karena aku ingin memberikan surprise ke kamu. Rumah ini aku berikan kepada kamu," ucap Adrian membuat Felisa merasa terharu karena sikap Adrian lebih manis dari Aditya dulu.
Adrian langsung mengambil alih menggendong Elang, mereka terlihat sangat bahagia. Tak henti-hentinya Felisa mengulas senyum bahagia. Dirinya merasa tersanjung, meskipun dirinya hanya seorang janda tetapi justru dia mendapatkan segalanya.
"Bagaimana sayang, apa kamu suka dengan design? Aku sengaja membeli ranjang ukuran king agar kita cukup tidur bersama anak-anak kita nanti, karena kalian adalah penyemangat dan penghilang rasa lelah ku selama bekerja. Aku tak akan membatasi ruang gerak kamu untuk berkarier, tapi ku mohon anak-anak tetap dalam pengawasan kamu. Mereka adalah harta berharga kita," ujar Adrian. Felisa hanya menganggukkan kepalanya, sungguh dirinya sangat terharu dengan ucapan-ucapan Adrian.
Sudah waktunya dia membahagiakan sang suami. Sepertinya Felisa sudah mulai merasakan jatuh cinta dan dirinya tersadar ingin menjadi seorang istri yang baik. Pengalaman dulu akan dia jadikan pelajaran, karena perceraian terdahulu semua bukan kesalahan Aditya 100 persen. Berawal dari sikap Felisa yang bersikap cuek dengan suaminya hingga membuat dirinya mencari kenyamanan dengan wanita lain.
"Bismillah, semoga keputusan aku tidak salah. Sudah waktunya aku membuka hatiku untuk suamiku dan membahagiakan dirinya. Memuaskan dirinya di ranjang. Bagaimana pun dia laki-laki normal," gumam Felisa dalam hati yang saat itu melihat Adrian yang asyik berenang dengan Elang.
Rumah pemberian Adrian sangat mewah, memiliki kolam renang di dalamnya dan juga play ground. Dia menyiapkan untuk kenyamanan anak-anaknya kelas. Tak ada alasan bagi Felisa untuk tidak cinta Adrian. Adrian terlihat tampan dan macho saat berenang.
"Ayo dong Mama ikut turun, main sama kita," goda Adrian meniru suara Elang layaknya seorang anak kecil.
Awalnya Felisa malu-malu, merasa tak percaya diri. Tapi Adrian mengajaknya untuk berenang bersama. Hingga akhirnya Felisa menuruti permintaan suaminya. Adrian menelan salivanya berkali-kali meskipun Felisa hanya mengenakan celana legging dan kaos rumahan yang terlihat tipis. Body Felisa begitu menggoda Adrian.
"Yang, nanti malam bisa ga? Aku sudah sangat menginginkannya," bisik Adrian di telinga Felisa membuat desiran hebat, jantung Felisa seakan melompat. Untungnya dia membelakangi tubuh Adrian, Adrian tak tahu kalau wajah Felisa sudah memerah.
__ADS_1
Siang telah berganti Sore dan Sore telah berganti Malam, saatnya mereka makan bersama. Felisa berusaha untuk belajar memasak melalui resep dari google dan juga video YouTube. Dia ingin membahagiakan suaminya menjadi istri yang sesungguhnya.
"Maaf kalau masakan aku tak enak. Selama ini aku tidak bisa memasak. Tapi aku berusaha ingin membuatkan makanan untuk kamu," ucap Felisa malu. Karena Adrian hampir tersedak saat pertama kali memasukkan makanan.
"Kata siapa ga enak. Bagi aku enak kok, karna di buatnya dengan cinta. Lagi pula aku salut sama kerja keras kamu untuk membuat aku senang, aku berterima kasih banget. Apapun yang kamu masak, pasti aku makan. Aku yakin lambat laun kamu pasti bisa masak, semua orang butuh proses," ujar Adrian.
Diam-diam Felisa sedang menyiapkan kejutan untuk sang suami. Felisa akan menidurkan Elang di kamar anak, saat Elang tidur Felisa menitipkan kepada baby sitter sang anak karena dia ingin membahagiakan Adrian. Felisa juga sudah menyiapkan lingerie merah menyala untuk menggoda suaminya.
"Sus, ibu titip Elang ya kalau nangis tolong kasih botol asi nya. Nanti dia suka langsung tidur lagi, yang penting jangan sampai telat ngasihnya. Ibu ke kamar bapak ya. Malam ini Elang tidur sama kamu dulu ya!" titah Felisa. Felisa berharap Elang tak menggagalkan rencananya untuk membahagiakan sang suami.
Felisa perlahan membuka pintu kamarnya dan melihat sang suami yang sedang memainkan ponselnya untuk mengecek laporan yang masuk ke email. Felisa terperanjat kaget saat Adrian memanggilnya.
Felisa langsung masuk ke dalam kamar mandi dan tak lupa mengambil satu lingerie yang sudah dia siapkan sebelumnya. Dia keluar menghampiri suaminya membuat sang suami tak berkedip. Dia tak peduli kalau gayanya sebagai seorang wanita penggoda yang agresif. Tujuannya hanya satu yaitu membahagiakan suaminya. Adrian seperti terhipnotis tak mampu bicara.
"Gimana seksi ga aku? Kamu suka ga?" ucap Felisa yang kini sudah duduk di pangkuan suaminya sambil jemarinya menyelusuri wajah Adrian. Membuat aliran tubuhnya berdesir hebat, jantungnya berdegup kencang. Ini hal pertama kalinya dalam hidupnya melakukan kontak fisik dengan seorang wanita.
"Kok malah bengong? Aku ga seksi ya?" tanya Felisa kesal. Adrian hanya diam terpaku tak ada respon.
"Kata siapa kamu ga seksi? Ini Bram aja sudah memberi hormat ke kamu, berdiri tegak," sahut Adrian to the point. Benar saja milik Adrian sudah memberi hormat kepada Felisa. Bahkan milik Adrian tak kalah perkasanya dengan milik Aditya.
"Kamu sudah siap merasakan surga dunia? Memang aku belum pengalaman, tapi aku yakin pasti akan pintar sendiri terlebih sama wanita cantik dan seksi seperti kamu," ujar Adrian. Membuat Felisa tersipu malu mendengarnya.
__ADS_1
Adrian menggendong tubuh Felisa ala bridal style dan membawanya ke ranjang. Adrian langsung mencum*bu mesra bibir Felisa, perlahan permainan bibir mereka semakin memanas terlebih tangan Adrian menyusup ke dalam bagian bukit kembar membuat desiran hebat di tubuh Felisa, membuat dirinya melayang.
Permainan mereka semakin memanas, Adrian perlahan membuka lingerie yang di gunakan Felisa dan pakaian yang menempel di tubuhnya. Adrian juga membuka penutup bukit kembar istrinya dan kain segitiga berenda milik istrinya. Membuat keduanya dalam keadaan polos.
"Tak perlu malu, kita nikmati saja. Mulai malam ini milikku menjadi milikmu dan milikmu menjadi milikku," ucap Adrian dan Felisa bersikap pasrah dan menyerahkan semuanya kepada suaminya.
"Jangan main di sekitar dada, itu milik Elang. Nanti saja kalau Elang sudah tidak menyusu," ucap Felisa dan Adrian menganggukkan kepalanya mengerti, dia bisa menjelajah ke tempat yang lain.
Felisa tak mampu lagi menahannya hingga membuat desauan lolos dari bibirnya. Tentu saja hal ini membuat Adrian bertambah semangat melanjutkannya. Adrian semakin menggila merasakan kenikmatan yang tiada tara, tubuh Felisa pun bergelinjang hebat hingga dirinya mengalami pelepasan. Ternyata suami perjaka nya luar biasa.
"Sayang milikmu sudah sangat basah, aku masukan Bram ya? Aku sudah tak tahan lagi," racau Adrian dan Felisa hanya menganggukkan kepalanya tak mampu lagi berkata-kata karena dia pun sudah sangat menginginkannya.
Bram sudah masuk dengan sempurna, meskipun Adrian bukan yang pertama tetapi dia tetap merasakan nikmat milik Felisa yang mengigit. Adrian semakin mempercepat karena sudah merasa akan pelepasan hingga akhirnya mereka mengerang bersama, Felisa mengalami pelepasan kedua kalinya. Adrian menyemburkan cairan hangat ke rahim Felisa.
"Terima kasih sudah membuat aku bahagia. I Love You baby ..." ucap Adrian sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya temanku.
Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit. Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?
__ADS_1