Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Kau yang buat aku seperti ini


__ADS_3

"Breng*sek kau Aisyah! Lihat saja nanti, aku akan membalaskan perbuatan kamu ini! Aku merasa terhina!" teriak Farrah.


"Harusnya kamu sadar! Kau yang buat aku seperti ini! Mungkin kau lupa apa yang kau perbuat dulu lebih kejam dari yang aku lakukan padamu sekarang!" sahut Aisyah sinis.


"Seharusnya kamu merasa senang donk, karna aku memberikan pelajaran yang baik untuk kamu! Agar kau bisa lebih menghargai orang, tak menganggap rendah orang hanya karna posisi dia berada di bawah kamu!" ucap Aisyah kembali.


Kejadian dulu yang di lakukan Farrah kepada Aisyah, terjadi pada dirinya sendiri. Bagaimana dia terlempar keluar dari kantor dengan tidak terhormat. Tak ada satupun yang menolongnya, merasa iba kepadanya, termasuk suaminya sendiri.


Farrah langsung berusaha bangkit dan mengambil tasnya. Balasan sudah dia terima. Dia pergi dengan perasaan yang terhina. Baginya hanya Aditya yang mempedulikan dirinya, yang mencintai dia dengan tulus, dan memperlakukan dia sangat istimewa. Farrah tak menyadari jika dia hanya di jadikan sebuah mainan untuk memuaskan dirinya di ranjang.


"Hiks....hiks..." Farrah terisak tangis menghubungi Aditya.


"Sayang...kamu kenapa? Mengapa kau menangis?" ucap Aditya lembut. Dia memang paling bisa menenangkan Farrah.


"Aku di pecat dari perusahaan dan bahkan wanita itu melempar aku ke luar, menghina aku. Dan lebih sedihnya tak ada satu orang pun yang merasa iba padaku termasuk Kenzi. Hiks...hiks...sakit banget hati aku!" ungkap Farrah.


Aditya meminta Farrah untuk tenang. Dia akan meminta izin ke kantor dan menyusul Farrah. Aditya meminta Farrah untuk memesan kamar hotel. Farrah menuruti saja. Demi mengambil kesempatan dalam kesempitan dia sampai berbohong, mengatakan jika sang istri mengalami kontraksi. Padahal usia kandungan Felisa baru 6 bulan. Hingga akhirnya Aditya berhasil mendapatkan izin pulang cepat.


Farrah sudah sampai di hotel lebih dulu, dia sedang menunggu kedatangan Aditya ke hotel. Dan benar saja selang waktu satu jam, Aditya sudah sampai di tempat hotel Farrah check-in.


"Sayang..." ucap Aditya sambil memeluk tubuh kekasihnya.

__ADS_1


Aditya memapah Farrah ke ranjang, membantu Farrah merebahkan tubuhnya dan dia pun ikut tidur di sebelahnya.


"Sudah ya jangan nangis lagi! Ga usah pedulikan orang yang telah menghina kamu! Aku yakin kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi! Dari pada bersedih lebih baik kita bersenang-senang!" ucap Aditya dengan gaya modusnya. Apalagi jika ingin memanfaatkan tubuh Farrah untuk memuaskan hasratnya.


Aditya mulai melucuti satu persatu pakaian yang di kenakan Farrah dan hanya menyisakan kain segitiga nya saja, setelah itu dia pun melakukannya pada diri sendiri hingga kini mereka berdua sudah sama-sama polos. Aditya mulai melancarkan aksinya, mengukung tubuh Farrah hingga Farrah tak lagi berdaya dengan permainan yang di lakukan Aditya.


Aditya memang paling pinter membuat Farrah melayang hingga melupakan perasaan hatinya. Entah berapa kali dia sudah melakukannya. Bahkan Aditya tak memakai pengaman untuk melakukannya dengan Farrah. Farrah pun tak pernah merasa risau jika suatu saat dirinya akan hamil. Dirinya sudah terpikir ingin bercerai dari Kenzi, dia juga tak peduli jika menyakiti hati sesama wanita. Dia akan merebut Aditya dari kakak iparnya setelah Felisa melahirkan. Dan untuk saat ini dia memilih bermain cantik, bermain sembunyi-sembunyi di belakang kakak iparnya dan suaminya.


"Apa kamu sudah merasa tenang sekarang?" ucap Aditya yang masih memeluk tubuh Farrah, membuat Farrah merasa nyaman.


Tak terasa hubungan mereka sudah berjalan tiga bulan, mereka sangat pandai menutupinya. Tak ada rasa salah sedikitpun yang di rasa Farrah kepada suaminya, karna Kenzi lah yang membuat dia berpaling seperti ini. Rasa cintanya yang tulus di balas dengan pengkhianatan Kenzi.


Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 Kenzi baru sampai rumah, tapi selalu saja sang istri belum pulang.


Sedangkan Aditya baru saja membuka matanya, tubuhnya terasa lelah akibat pergulatan ranjang tadi dirinya dengan Farrah. Hingga akhirnya mereka tadi memilih untuk tidur, dan baru sekarang dirinya membuka matanya.


"Sayang...bangun! Kita harus pulang! Ini sudah jam 8 malam. Nanti pasti mereka mencari kita." ucap Kenzi mencoba membangunkan kekasihnya. Farrah meleguh, perlahan membuka matanya, dan merenggangkan tubuhnya yang terasa remuk akibat ulah kekasihnya.


"Aku masih terasa lemas sekali kak, kakak benar-benar perkasa sekali!" ujar Farrah dengan polosnya. Membuat Aditya tersenyum bahagia karna di sanjung perkasa oleh kekasihnya.


Aditya mengecup kening Farrah dan berlabuh di bibir Farrah dan Melu*matnya. Namun kali ini Farrah menolaknya, dia mendorong tubuh Aditya.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau tak menginginkan kembali sebelum kita pulang? Agar nanti saat di rumah kamu bisa tertidur pulas!" rayu Aditya.


Aditya memang tak pernah merasa puas untuk bercinta, dia seorang maniak se*ke yang tak pernah puas untuk melakukannya.


"Sayang...tubuhku benar-benar sudah terasa lelah. Lebih baik kita pulang saja!" ujar Farrah dan akhirnya Aditya menurutinya. Terlebih Felisa menghubunginya.


Aditya menyuruh Farrah untuk diam sejenak untuk tidak mengeluarkan suara, karna dia ingin mengangkat telepon dari Felisa. Dia tak ingin Felisa merasa cemburu.


"Ya sayang...maaf aku baru bisa mengangkat telepon dari kamu. Hari ini aku benar-benar sibuk. Kamu mau makan apa? Biar nanti aku membelikan makanan untuk kamu sebelum pulang. Sebentar lagi aku pulang, sabar ya! I Miss you..." ucap Aditya mesra. Tentu saja membuat Farrah merasa cemburu dan kecewa.


Farrah langsung bangkit dan masuk ke kamar mandi. Setelah itu langsung bersiap-siap untuk pulang.


"Sayang...tunggu! Kita pulang bareng aja, aku mandi dulu!" ujar Aditya dengan tidak berdosa. Tak ada kata maaf yang terlontar dari bibir Aditya. Karna memang Farrah sudah tau posisinya, sudah mengetahui jika Felisa adalah istrinya.


"Mulai sekarang hubungan kita berakhir!" sahut Farrah ketus. Dia langsung menghentakkan tangannya dan pergi meninggalkan Aditya dengan perasaan luka.


Hal itu membuat Aditya mengacak-acak rambutnya, karna membuat Farrah merasa kesal karna kebodohannya. Bagaimanapun Farrah hanya seorang manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan. Meskipun dirinya tahu posisinya seperti apa di hidupnya Aditya.


"Tega kamu kak! Aku kira kamu tulus mencintai aku, ternyata kamu masih mencintai Felisa! Bahkan dengan cueknya kamu bicara mesra di hadapan aku, dan menutup mulutku untuk diam. Apa salahku? Mengapa semua pria hanya mempermainkan perasaan aku saja?" ucap Farrah lirih.


Farrah baru saja sampai di rumah. Meskipun rumah tangganya tak harmonis lagi dengan Kenzi, tapi ini lah tempat dia untuk berlindung. Kini dia hanya hidup sebatang kara, kedua orang tuanya meninggal dalam tragedi kebakaran yang melahap rumahnya tak tersisa.

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungannya ya kakak🙏😄


__ADS_2