
Kenzi menghembuskan nafasnya dengan kasar, kini dirinya sudah terjerat oleh cinta mantan istrinya. Tapi sayang, masa lalu yang pahit membuat Aisyah enggan memaafkan dirinya. Istilah roda berputar itu terjadi pada diri Aisyah dan Kenzi. Kini Kenzi yang berada di posisi di bawah.
"Mau sampai kapan hubungan kalian seperti ini terus? Tidak bekerja, tapi setiap hari istrimu kerjaannya pergi. Apa kamu tak menaruh curiga istrimu itu pergi ke mana?" ujar mama Eliza.
"Entahlah ma, aku juga tak mungkin bersikap keras dengan Farrah. Karna semua ini karna kesalahan aku, aku yang buat dia seperti ini. Aku ingin menikah dengan Aisyah mah, tapi aku ga tau harus bagaimana menaklukkan hatinya." sahut Kenzi.
Mama Eliza menyarankan Kenzi untuk menceraikan Farrah. Kemungkinan besar Aisyah akan menerimanya kalau dia sudah tak berstatus suami orang. Mama Eliza tentu saja merestui sang anak menikahi mantan menantunya yang tak di hargai itu. Mama Eliza yakin jika sang anak mendekati Aisyah terus menerus, perlahan Aisyah akan terketuk hatinya dan akhirnya mau menerima sang anak kembali.
"Doakan saja ma, semoga Aisyah mau menerima aku lagi! Kenzi menyesal telah menggoreskan luka di hati Aisyah." ujar Kenzi meminta doa sang mama.
Lain halnya sang suami yang sedang memikirkan wanita lain, merasakan penyesalan yang tidak henti-hentinya. Kini Farrah justru sedang asyik bercinta dengan Aditya. Karna kini Aditya lah yang lebih banyak memberikan dia uang dan kepuasan, hingga akhirnya Farrah menerima menjadi kekasih gelap Aditya. Dia akan menunggu sampai waktunya Aditya menceraikan Felicia sang kakak ipar.
"Faster baby. Aaahhh...sayang..." racau Aditya. Akhirnya dirinya berhasil menumpahkan cairan miliknya. Namun Aditya mencari aman, dia menyuruh Farrah untuk KB agar Farrah tak aman. Dan dengan bodohnya dia mengikuti keinginan Aditya.
Setelah merasa terpuaskan, Aditya langsung mengecup kening Farrah dengan lembut. Perlahan rasa cintanya kepada Felicia semakin memudar, dan hatinya mulai terpatri dengan nama Farrah.
__ADS_1
Felicia merasakan gelisah, entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang di rahasiakan sang suami. Terlebih saat dirinya mengetahui sang suami sering kali berbuat bohong padanya. Tapi dia bisa apa? Setelah menikah dengan sang suami dan mengandung anaknya, Aditya menyuruh Felicia untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus kehamilannya. Terlebih nafkah yang di berikan sangatlah cukup untuk dirinya tanpa harus bekerja. Namun enam bulan belakangan ini, sang suami mulai mengurangi jatah uang untuk dirinya.
"Kamu kenapa si mas? Kenapa kamu sekarang berubah? Kamu tak lagi memintanya padaku? Apa ada wanita lain lagi di hidupmu yang memuaskan dirimu? Kamu juga seperti menghindar dan tak peduli padaku." ucap Felicia lirih. Felicia menatap wajahnya di cermin. Pernikahannya terasa semakin hambar, sang suami telah berubah padahal pernikahan mereka masih terbilang baru.
Felicia sampai rumah lebih dulu, karna Aditya memilih untuk berhenti dulu sampai Felicia sampai lebih dulu di rumah.
"Dari mana saja kamu? Jawab! Apa yang kamu lakukan di luar sana?" bentak Kenzi membuat Farrah tersentak kaget.
"Bukankah kamu sudah tak pedulikan aku lagi? Jadi bebas donk aku mau ngapain juga? Aku jenuh kalau harus terus menerus diam di rumah. Memangnya aku pembantu kamu yang harus mengurus segala keperluan kamu?" sahut Farrah ketus membuat Kenzi mengepalkan tangannya. Hampir saja Kenzi menampar wajah Farrah, namun Aditya lebih dulu menahannya.
"Sudah...sudah kalian jangan berantem! Ini semua karna kamu Farrah! Wanita seperti dia tak pantas di bela! Jadi pengangguran malah semakin menjadi! Harusnya urus suami kamu dengan baik, bagaimana mau punya anak kalau kelakuan kamu seperti itu!" ujar Mama Eliza. Farrah tak menjadi mantu kesayangannya lagi. Mama Eliza yang gila dengan harta tentu saja akan memilih menantu yang bisa memberikan dia uang.
"Kenzi, didik istri kamu itu! Karna dia sudah tidak bekerja, dia suruh rapikan rumah dan urus kamu!" cerocos mama Eliza, tentu saja membuat Farrah membulatkan matanya. Farrah tak percaya jika apa yang di rasa Aisyah dulu, kini harus dia rasakan.
Mendengar keributan di bawah, Felicia langsung turun mencari tau. Dan langsung menghampiri.
__ADS_1
"Kenapa si mas?" tanya Felicia dengan wajah yang tak bersahabat.
Aditya menjelaskan kepada sang istri, bahwa adiknya hampir saja menampar Farrah. Mendengar sang suami membela dan sok mengajari entah mengapa Felicia justru merasa kesal. Karna giliran sama dia suami nya cuek. Dan Felicia sekarang lah yang justru berantem dengan sang suami.
"Loch...kok kalian jadian pada berantem begini sih? Bikin Mama pusing aja. Udah sana selesaikan masing-masing urusan kalian di kamar! Untuk Farrah, makanya kamu cepat beri keturunan untuk Kenzi biar rumah tangga kamu tentram jika suami kamu tak pindah ke lain hati!" cerocos mama Eliza. Membuat Aditya dan Farrah menelan salivanya. Karna bagaimana Farrah akan hamil jika selama ini Farrah menggunakan alat kontrasepsi dan Kenzi pun sudah lama tak menyentuhnya.
❤️❤️❤️❤️
Rumah tangga Kenzi dan Farrah semakin tak akur. Kondisi keuangan yang kurang kondusif membuat Kenzi membatasi uang belanja dan meminta Farrah untuk mengurangi pengeluaran yang tak penting. Hal itu tentu saja membuat Farrah merasa tak terima, Farrah menuding kalau sang suami sengaja membatasi uangnya.
Hal itu yang membuat Farrah semakin mendesak Aditya untuk menikahinya, dan dia akan menceraikan Kenzi. Tapi lagi-lagi Aditya melarangnya dan meminta Farrah untuk bersabar menunggu anaknya lahir dahulu.
Kenzi sepertinya sudah tak waras. Penyesalan berujung nekat, dia berani memasuki ruangan Aisyah diam-diam untuk memohon dan mengungkapkan penyesalannya.
"Please Syah! Aku ga bisa melupakan kamu! Aku akan ceraikan Farrah. Aku benar-benar menyesal, aku janji akan menjadi suami yang baik untukmu!" ucap Kenzi sambil berlutut di kaki Aisyah.
__ADS_1
"Kamu itu apa-apaan sih? Kan sudah berapa kali aku bilang, kalau aku ga akan pernah kembali lagi sama kamu. Masalah kamu mau bercerai atau tidak dengan Farrah itu bukan menjadi urusan aku! Aku minta sekarang juga kamu pergi dari ruangan aku sebelum aku teriak agar semua orang tau!" ucap Aisyah tegas. Dan akhirnya Kenzi mau tak mau menuruti kemauan Aisyah. Aisyah tentu saja bisa tersenyum puas melihat Kenzi menderita seperti itu.