
"Dasar wanita murahan! Pergi kau dari sini! Aku tak menyangka kalau kamu sehina ini! Kau tau kan kalau pria itu adalah kakak ipar kamu? Aku talak kamu! Mulai hari ini kamu bukan istri aku lagi!" teriak Kenzi. Kenzi tak mampu menahan emosinya. Matanya terlihat memerah, menahan perasaan antara marah dan sedih. Dia tak menyangka kalau akhir cinta dirinya dengan Farrah harus berakhir dengan sebuah pengkhianatan.
Kenzi langsung mengemasi barang-barang Farrah ke dalam koper dan mengusirnya dari rumah. Farrah langsung memakai pakaian dan menyusul Aditya. Dia tak peduli dengan yang di lakukan Kenzi kepadanya. Karena dia sudah mempunyai sandaran hidup yang lebih baik, meskipun harus mengorbankan sang mantan kakak ipar.
Di satu sisi lain, Felisa pun tak mampu menahan perasaannya. Saat melihat sang suami sedang berada di atas tubuh wanita lain yang tak lain adalah adik tirinya.
"Kamu tega mas sama aku! Di mana perasaan kamu? Aku ini sedang mengandung anak kamu, tetapi kamu justru berselingkuh di belakang aku dan bahkan dengan istri adik aku. Apa ini caranya kamu membalas rasa cinta yang aku miliki hanya untuk kamu?" ucap Felisa lirih. Air matanya sejak tadi mengalir deras. Hatinya terasa sakit, nafasnya terasa sesak, dan tubuhnya terasa lemas tak berdaya.
Felisa menatap wajah sang suami yang kini berdiri di hadapannya yang masih dalam keadaan polos. Saat penggerebekan terjadi, Aditya dan Farrah sama-sama dalam keadaan polos.
"Kak, kakak harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada aku! Ceraikan wanita itu dan nikahi aku!" ucap Farrah yang tiba-tiba saja masuk ke kamar Felisa. Datang sebagai seorang wanita yang tak memiliki malu, hati, dan perasaan yang tega menyakiti hati sesama wanita.
Felisa langsung menghampiri Farrah dan memberikan dua buah tamparan di wajah Farrah. Api amarah sedang menghampiri Felisa. Dia sangat marah karena Farrah begitu tega padanya.
Kenzi dan Aditya langsung melerai pertengkaran dua wanita yang sempat saling dekat. Di mana Farrah datang ke rumah itu sebagai istri dari adiknya. Inikah balasan dari kebaikan yang selama ini keluarga Wijaya berikan? Mereka salah menilai seorang wanita bernama Farrah, mengurus seorang ular yang akhirnya melukai mereka.
__ADS_1
"Mas, ku mohon jangan pergi! Kasihanilah anak kita yang harus tak memiliki ayah saat dirinya hadir ke dunia!" ucap Felisa memohon. Hati Kenzi memang sakit saat melihat pengkhianatan yang di lakukan istrinya, namun hatinya terasa lebih sakit saat melihat sang kakak harus mengemis sebuah cinta kepada seorang ba*jingan.
Namun sayangnya Aditya tak mengindahkan perkataan wanita yang selama ini dia cintai. Dia tetap memakai pakaiannya dan mengemasi barang-barangnya. Tentu saja hal ini membuat Farrah tersenyum puas, karena pada akhirnya dia lah yang menjadi pemenang. Dia tak peduli dengan apa yang di alami mantan kakak iparnya selanjutnya.
Kenzi hampir saja melayangkan bogeman ke wajah Aditya. Tetapi Aditya menepisnya.
"Jika kamu berani melakukan hal itu kepada saya! Saya tak akan segan-segan membuat kakak kamu itu menderita karena harus mengurus bayi yang masih dalam kandungannya sendiri! Terima saja nasib kalian berdua, tak perlu menyalahkan kami! Kalian lah yang membuat cinta kami hadir! Teruntuk Felisa mantan istriku, wanita yang sempat aku cintai. Mulai saat ini aku talak kamu sebagai istri aku! Setelah anak ini lahir, aku akan mengurus perceraian kita! Tetapi kamu ga perlu khawatir, meskipun kita tak bisa bersama lagi, aku akan tetap memberikan nafkah untuk anak itu dan aku akan tetap menjadi ayah dari anak itu!" ujar Aditya kepada Kenzi dan juga Felisa.
"Ku mohon mas jangan talak aku! Aku sangat mencintaimu! Aku rela menerima Farrah sebagai madu aku, yang penting kamu bisa bersikap adil kepada aku dan anak kita nanti!" sahut Felisa. Dia masih ingin mempertahankan pernikahan dengan suaminya demi bayi yang ada di dalam kandungannya.
"Tidak, aku tak mau menjadi istri kedua! Cukup sekali saja yang aku rasakan dulu!" ujar Farrah.
"Dasar wanita ib*lis! Tak punya hati! Padahal kalian sama-sama seorang wanita, tetapi tega menyakiti hatinya!" ungkap Kenzi kepada Farrah.
"Kamu yang buat aku seperti ini! Aku tak sudi harus hidup susah bersama kamu. Lagi pula hubungan kita memang sudah tidak harmonis." sahut Farrah dengan entengnya tanpa dosa.
__ADS_1
Farrah memaksa Aditya untuk segera pergi dari rumah tersebut, dia sudah merasa malas harus mendapatkan hujatan dari Kenzi.
"Aku pergi! Maaf jika keputusan aku menyakiti hati kamu! Karena ini sudah menjadi pilihan aku! Ku harap kamu bisa terima! Jaga diri kamu dan anak kita! Kabari aku kalau kamu mau melahirkan!" ucap Aditya.
Aditya sempat memeluk tubuh mantan istrinya untuk terakhir kalinya dan memberikan kecupan di kening Felisa. Tetapi Farrah langsung menariknya, dia merasa takut kalau nantinya Aditya akan berubah pikiran.
Kenzi mengepalkan tangannya, hatinya terasa panas saat melihat sikap yang di lakukan Farrah kepada sang kakak.
"Sabar ya kak, mungkin Allah menyayangi kita! Membuka kebusukan yang selama ini mereka tutupi dari kita! Kakak tidak sendiri mengahadapi hal ini, aku akan selalu ada untuk kakak! Aku ga mau kakak merasa di sakiti terus menerus. Ini adalah keputusan terbaik untuk kakak dari pada kakak harus menjalani poligami, menerima Farrah sebagai madu kakak!" ucap Kenzi mencoba menenangkan sang kakak, memeluk tubuh sang kakak.
Kenzi berusaha menahan air matanya, dia tak ingin menunjukkan kesedihannya di depan sang kakak. Meskipun cintanya untuk Farrah sudah terbagi dengan cintanya ke Aisyah. Tetapi dia tetap mempunyai hati dan perasaan. Tetap merasa sakit hati saat melihat istrinya sedang berhubungan intim dengan pria lain.
"Kakak mau di rumah apa ikut aku lagi ke rumah sakit? Papa dan mama pasti menunggu kita. Aku mau menyiapkan pakaian dan perlengkapan untuk mama dan papa di rumah sakit. Kalau menurut aku, lebih baik kakak di rumah saja menenangkan hati kakak! Bagaimana kak?" tanya Kenzi lembut.
Dia tak tega harus melihat sang kakak yang terus saja menangis, meratapi pernikahannya yang telah karam. Saat ini Kenzi merasa bingung, harus menemani sang kakak atau ke rumah sakit mengantarkan pakaian sang mama dan papa.
__ADS_1
"Kakak ga boleh sedih terus, kasihan bayi dalam kandungan kakak! Kakak harus kuat, jangan lemah seperti ini! Kalau kakak lemah, mereka akan tersenyum puas karena membuat kakak terpuruk! Pikirkan bayi dalam kandungan kakak!" ujar Kenzi kepada sang kakak.
Author minta dukungannya 😍😄🙏