Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Meminta kembali


__ADS_3

"Sayang, aku ingin main ke mall. Sudah lama kita tak jalan berdua. Ayo donk sayang, ini permintaan anak kita." ucap Tia manja.


"Aku cape! Besok saja 'lah! Sekarang kita langsung pulang saja," sahut Aditya ketus, tetapi Tia terus merengek seperti anak kecil yang tak kesampaian hingga akhirnya membuat kepala Aditya merasa pusing dan akhirnya menuruti keinginan istrinya. Lagi pula, sudah lama juga dirinya tak mengajak sang istri untuk jalan-jalan.


Setelah memarkirkan mobilnya, Tia dan Aditya masuk ke dalam mall tersebut. Aditya tak terlepas dari genggaman Tia tetapi dia menuruti saja. Dia tak ingin kepalanya tambah pusing karena mendengar istrinya akan mengoceh terus menerus.


"Aku ingin makan ayam kriuk," rengek Tia. Aditya menuruti lagi keinginan Tia. Perutnya juga saat itu terasa lapar. Mereka melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran.


Deg!


Jantung Aditya tiba-tiba saja berpacu sangat cepat saat melihat wajah sang istri yang sedang menyuapi Elang makan. Aditya mengepalkan tangannya saat melihat mantan istrinya duduk berhadapan sambil berbincang dengan laki-laki lain.


Tia langsung menarik tangan Aditya, dia tak suka kalau Aditya menghampiri mantan istrinya dan juga anak kandungnya. Hal itu membuat Aditya semakin merasa panas, berusaha melepaskan tangan Tia.


"Kamu itu apa-apaan sih? Lepasin tangan aku!" ucap Aditya emosi.


"Ga! Aku ga mau! Lebih baik kita pulang saja tidak usah mkn!" sahut Tia tak mau kalah.


Akhirnya kedua orang tersebut menjadi tontonan pengunjung di sana. Felisa yang mendengar keributan, merasa penasaran mencari sumber suara. Dirinya tersentak kaget saat melihat mantan suaminya dan istri baru nya yang bertengkar. Aditya menghampiri Felisa dengan perasaan emosi. Dia merasa tidak terima melihat Felisa bersama laki-laki lain.

__ADS_1


"Jika kamu ingin bersama laki-laki lain, jangan pernah bawa-bawa Elang! Satu lagi, kalau kamu tak mampu membesarkannya, sini biar aku saja yang membesarkannya!" ucap Aditya yang datang tiba-tiba menghampiri Felisa dan juga anaknya.


"Oh ya? Sehebat apakah kamu? Bukannya justru bagus, Elang di bawa? Biar dia merasakan gimana rasanya punya ayah seperti yang lain, menikmati kebersamaan dengan orang tua. Lagi pula kami berdua tau diri, bukan pasangan tak tau malu seperti kalian yang berzina. Jangan harap aku akan memberikan Elang kepada seorang playboy dan sering kali berbuat zina, bisa-bisa Elang akan rusak seperti kamu. Kalau sudah tidak ada hal penting yang ingin di bicarakan, silahkan kalian pergi dari sini sebelum kami akan mengusir paksa!" ucap Felisa tegas.


"Bagaimana kalau kita kembali lagi demi Elang? Pasti dia membutuhkan sosok seorang ayah dalam hidupnya, kasihan." ucap Aditya dengan tak tau malunya. Felisa langsung tertawa, baginya perkataan Aditya sangatlah lucu. Sangat percaya diri sekali. Sedangkan Tia melongo tak menyangka kalau suaminya mengatakan ingin kembali kepada mantan istrinya. Dia tak ingin cinta suaminya terbagi kembali.


"Apa urat malu kamu sudah putus bicara seperti itu atau kah memang kamu sudah tak memiliki harga diri lagi? Elang sudah mendapatkan pengganti Ayah kandungnya yang justru sangat menyayanginya. Bukankah kamu akan memiliki anak dari wanita lain? Urus saja dia. Sejak dulu aku juga tak pernah melarang kamu untuk dekat dengan Elang, kamu sendiri yang seperti itu. Tak peduli dengannya. Melupakan dirinya. Lantas mengapa sekarang mempermasalahkan. Satu hal lagi, jangan pernah bermimpi aku mau kembali denganmu." ujar Felisa membuat Aditya mengepalkan tangannya.


"Sudahlah sayang, ayo kita makan! Perutku sudah lapar, kasihan anak kita. Lagi pula ada anak dalam kandungan aku, biar saja anak itu sama dia." rayu Tia.


Aditya akhirnya pergi meninggalkan meja Felisa dengan perasaan malu dan sangat marah. Dirinya merasa terhina dan tidak terima. Tia mengelus punggung suaminya, mencoba menenangkan.


Felisa mengajak Adrian untuk pulang, dirinya menjadi tak bersemangat dan tak nap*su makan. Bagaimana pun Felisa memiliki hati dan perasaan. Rasa kecewanya muncul kembali.


Felisa menggendong tubuh mungil sang anak, mereka memilih pulang. Adrian berjalan beriringan dengan Felisa. Aditya tak mampu menutupi kecemburuannya, melihat mantan istrinya berjalan dengan laki-laki lain


❤️❤️❤️


"Aaaahhhh, breng*sek! Berani-beraninya kau menolak ku. Lihat saja nanti, aku tak akan pernah membuat kamu hidup tenang dan bahagia," gumam Aditya dalam hati. Hatinya belum bisa mengikhlaskan mantan istrinya untuk di miliki laki-laki lain.

__ADS_1


"Berkali-kali aku bilang, biar saja Elang sama ibunya. Sebentar lagi, kita pun akan memiliki anak. Lebih baik kamu sayangi anak ini." ujar Tia membuka obrolan. Aditya pergi meninggalkan Tia tanpa kata. Dia butuh tempat ketenangan. Tia mengoceh pun, Aditya tidak peduli.


Aditya terus memukul-mukul stir mobilnya dan mengumpat mantan istrinya berkali-kali. Ada penyesalan di hatinya kala melihat mantan istrinya dekat dengan laki-laki lain seakan dirinya tak rela.


"Siapa laki-laki itu? Berani-beraninya mendekati Felisaku. Felisa hanya milikku sampai kapan pun." ucap Aditya. Wajahnya terlihat frustasi, hatinya terasa sakit.


Aditya memarkirkan mobilnya di sebuah restoran. Restoran yang menjadi tempat favorit. Tempat yang sering kali dia datangi dulu bersama Farrah. Aditya memilih duduk di bagian belakang yang mengarah ke kolam ikan. Cafe ini sangat pas untuk melepas kegelisahan hati. Aditya hanya memesan satu gelas orange jus menemani hatinya yang sedang galau.


"Boleh aku menemani?" sapa seorang wanita berperawakan tinggi langsing. Dari gayanya wanita itu orang kaya, dan dari segi usia wanita itu lebih tua dari Aditya. Meskipun demikian dia masih terlihat cantik.


"Emmm, silahkan! Jika memang kau mau, aku tak masalah!" sahut Aditya. Emeli mendudukkan bokongnya di sebelah Aditya. Aditya hanya bersikap cuek, fokus memandang ke arah kolam ikan. Jiwa playboy nya lagi tak ada, hatinya sedang merasa gelisah.


"Sepertinya kau sedang memiliki masalah? Sejak tadi aku perhatikan kamu terlihat termenung," ujar Emeli to the point.


Aditya terperangah saat penuturan Emeli yang apa adanya. Baru kali ini dia bertemu wanita yang memperhatikan dirinya, biasanya dia 'lah yang harus bekerja beras menaklukkan hati seorang wanita.


"Really?" tanya Aditya meyakinkan.


"Yes. Aku tertarik padamu!" sahut Emeli tak tau malunya.

__ADS_1


Aditya tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Suatu lelucon terdengarnya. Baru kali ini ada seorang wanita yang mengatakan perasaannya saat pertama bertemu.


__ADS_2