Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Perkenalan kedua keluarga


__ADS_3

"Ma, Pa, Adri sudah menemukan tambatan hati. Adri berniat ingin melamar wanita itu secepatnya. Adri memohon doa restu, Sabtu ini Adri ingin mengajak Mama dan Papa untuk melakukan proses perkenalan dengan keluarganya dan menentukan proses lamaran dan tanggal pernikahan." ungkap Adrian kepada kedua orang tuanya. Tentu saja kedua orang tuanya tersentak kaget mendengarnya.


"Kamu serius Dri? Apa tidak terlalu terburu-buru? Bahkan kami pun belum mengenal calon istri kamu. Kalian memangnya sudah saling mengenal? Ingat pernikahan butuh suatu pemikiran yang matang, jangan sampai salah langkah. Di satu sisi Mama senang mendengarnya karena pada akhirnya kamu menikah,tetapi tak perlu terburu-buru juga sayang. Mama bisa bernapas lega karena kamu bukan seorang gay yang mama takutkan selama ini," ungkap Mama Dina.


"Ya ampun Mah. Tega amat sih, anak tampan gagah begini di bilang gay. Aku normal mah. Selama ini memang belum ada yang cocok aja Mah. Tapi kalau sudah pas, wuih pasti akan gencar banget. Mama mau cucu berapa? Adri insyaallah akan kasih. Adri juga ingin punya keturunan yang banyak biar tidak kesepian kaya bapaknya gini jadi anak tunggal," sahut Adrian tak mau kalah.


Akhirnya kedua orang tua Adrian menyetujui sang anak untuk melakukan perkenalan dengan keluarga Felisa Sabtu ini. Adrian sudah menyiapkan satu buah cincin bermata berlian. Dia juga sudah meminta sang Mama untuk menyiapkan kue dan parcel buah untuk mereka bawa ke acara perkenalan.


"Fel, ponsel kamu berdering tuh," teriak Mama Eliza. Memberi tahu kepada sang anak kalau ponselnya berdering. Saat itu Feli sedang menyuapi Elang makan.


"Nomor siapa ya?" gumam Feli saat melihat nomor tak di kenal terpampang di layar ponselnya menghubungi dirinya.


Akhirnya Feli memutuskan untuk mengangkat panggilan telepon dari nomor tersebut. Takut jika ada yang penting yang berniat memesan gaun pengantin.


"Assalamualaikum." ucap Feli mengucap salam pembukaan. Adrian langsung menjawab salam dari Felisa, walaikumsallam. Saat itu Feli masih belum menyadari kalau yang menghubungi dirinya adalah Adrian.


"Maaf Mas, Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Feli kembali.

__ADS_1


Adrian mengatakan kepada Feli kalau dirinya ingin memesan pakaian untuk pesta pernikahan dirinya dengan calon istrinya. Dirinya berniat ingin bertemu dengan Felisa. Akhirnya Felisa menyuruh calon kliennya itu untuk bertemu di butiknya. Felisa masih belum menyadari kalau yang menghubungi dirinya adalah Adrian, laki-laki yang tergila-gila dengannya. Adrian berniat akan mendatangi butik besok. Dia mengatakan kalau dirinya bernama Wiguna.


Jam 4 sore, Adrian sudah sampai di butik milik Felisa. Dia sengaja pulang lebih cepat dari kantornya. Dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan sang pujaan hati. Asisten Feli yang sempat mengetahui hubungan mereka tentu saja merasa terkejut. Adrian meminta sang asisten untuk tidak memberi tahu kepada Felisa kalau dirinya 'lah yang datang. Sang asisten mengantarkan Adrian ke ruangan Felisa yang berada di lantai dua.


Adrian mengucap salam, karena sang asisten hanya mengantarkan sampai depan pintu ruangan. Dia memberikan kebebasan untuk Adrian bersama Felisa berdua. Felisa merasa terkejut, bahkan ucapan balasan salam dirinya sempat terhenti kala melihat laki-laki yang di hadapannya adalah Adrian.


"Apa aku boleh masuk ke dalam?" tanya Adrian dan akhirnya Felisa mempersilahkan Adrian masuk ke dalam dan duduk. Felisa merasa kikuk saat berhadapan dengan Adrian. Memang tak bisa di pungkiri kalau Adrian memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang gagah. Pasti banyak wanita yang akan tergila-gila kepadanya.


"Kok kamu bohongi aku sih? Segala pura-pura mau buat pakaian untuk pernikahan," ucap Felisa kesal. Hal itu justru membuat Adrian semakin gemas melihat ekspresi wajah Felisa.


"Ih siapa yang bohongi kamu, orang yang aku katakan benar kok. Aku memang ingin memesan gaun pernikahan untuk pernikahan aku dan kamu." sahut Adrian cengengesan.


"Aku bingung deh sama kamu, kok kamu yakin banget sih mau menikah sama aku? Kita saling kenal saja belum loch? Aku ini janda loh dan sudah punya anak. Lebih baik kamu mencari wanita yang sepadan sama kamu. Kamu tampan, kamu gagah, dan kamu kaya raya. Kamu bisa mendapatkan wanita model apapun yang kamu inginkan," sahut Felisa. Hal itu membuat Adrian tersenyum, karena tanpa sadar Felisa memuji dirinya.


"Aku maunya kamu, dan hanya kamu yang aku inginkan. Aku tak peduli status kamu. Aku yakin kamu calon istri yang baik untuk aku. Please mulai sekarang jangan pernah mengungkit status kamu. Aku akan menjadi ayah dari anak kamu," sahut Adri yakin.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Hari yang di nanti telah tiba, saatnya perkenalan dua keluarga. Keluarga dari Felisa dan juga Adrian. Dengan menggunakan kemeja batik dan celana dengan warna yang senada, Adrian sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah Felisa. Sama halnya dengan Adrian, Felisa pun sedang bersiap-siap untuk menunggu Adrian beserta kedua orang tuanya datang. Felisa sudah menyiapkan sajian makan siang untuk makan bersama. Mau tak mau dirinya melanjutkan prosesi ini, meskipun belum ada cinta di hatinya. Semua ini karna Adrian bersikeras untuk tetap menginginkan dirinya.


Adrian baru saja sampai di kediaman Felisa. Dirinya dan juga kedua orang tuanya di sambut dengan baik oleh keluarga Felisa. Mereka di persilahkan untuk masuk ke dalam untuk berbincang.


"Langsung saja ya Pak, Bu. Maksud dan tujuan kami ke sini untuk melakukan perkenalan dengan keluarga Felisa. Anak saya yang bernama Adrian sudah memiliki hati dan berniat ingin melamar Felisa menjadi seorang istri. Bahkan Adrian ingin menyegerakan pernikahan mereka," ungkap Papanya Adrian.


"Maaf sebelumnya ada yang ingin saya tanyakan sebagai bapak dari Felisa. Apakah Adrian sudah mengetahui status Felisa yang bukan seorang gadis lagi. Saat ini dia berstatus seorang janda yang memiliki satu orang anak yang berjenis kelamin laki-laki yang bernama Elang." ungkap Papa Hadi


"Sudah pak. Kami sudah mengetahui status Felisa dan Adrian akan menerimanya, dia sudah siap untuk menjadi Ayah sambung bagi Elang." jawab Bapaknya Adrian.


Pak Hadi dan Mama Eliza selaku orang tua Felisa menyerahkan semuanya kepada anaknya karena kelak Felisa 'lah yang akan menjalani pernikahan kembali. Doa dan harapannya agar sang anak bisa menemui kebahagiaan dengan suami barunya.


"Bagaimana Fel, apa kamu menerima lamaran dari Adrian?" tanya Papa Hadi kepada sang anak. Felisa terdiam, dia mencoba menimbang-nimbang ucapan dari Adrian. Tanpa di duga Adrian berlutut di kaki Felisa, memohon agar Felisa mau menerimanya sebagai pendamping hidupnya. Adrian mengeluarkan satu kotak merah berisi satu buah cincin bermata berlian.


Sambil menunggu karya aku up, mampir yuk di karya bestie aku yang seru.


__ADS_1



__ADS_2