Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Menyadari kesalahan


__ADS_3

"Sayang ... hari ini kita ke rumah Bunda sama Ayah yuk! Aku kangen sama mereka, minggu kemarin kita kan tidak ke sana." ucap Nisa sambil bergelayut manja kepada suaminya. Ini ' lah yang Fatih suka dari istri kecilnya yang selalu bersikap manja kepadanya, tetapi bersikap dewasa dalam menjalankan kehidupan rumah tangganya. Nisa paling pintar menyenangkan hati suaminya.


"Ok. Apapun yang Putri inginkan, kakanda pasti mewujudkannya. Kecupan mesranya dulu donk." ucap Fatih dan langsung mendapatkan capitan dari sang istri. Suaminya memang paling suka menggoda dirinya.


Sesuai janjinya pada sang istri, Fatih dan Nisa sudah dalam perjalanan menuju rumah orang tua Nisa. Tak lupa mereka mampir ke sebuah toko kue untuk membelikan kue kesukaan orang tuanya. Mereka berdua selalu terlihat mesra. Mobil mereka sudah memasuki halaman rumah Fahri dan di sana sedang ada Al.


"Ada tamu siapa ya?" tanya Nisa saat melihat keberadaan mobil Al.


Pintu rumah terbuka, Nisa dan Fatih mengucap salam dan melangkahkan kakinya memasuki rumah. Mereka sempat terkejut melihat Tia sedang bermesraan dengan Al. Berpegangan tangan layaknya orang pacaran anak muda. Melihat kedatangan adik angkatnya dan mantan suaminya, Tia langsung bangkit dan memperkenalkan Al kepada mereka. Tentu saja Nisa meresponnya.


"Al, Nisa. Al, Fatih." ucap ketiganya saling berkenalan.


"Nis, ini calon suami Kakak. Setelah proses perceraian Kakak selesai, kami akan menikah." ujar Tia dengan bangganya. Nisa ikut bahagia, meskipun kesannya terlalu cepat. Bercerai resmi saja belum, ini sudah berencana menikah kembali. Nisa turut mendoakan semoga pernikahan ketiga kakaknya bisa langgeng dan menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah.


"Kak, aku ke dalam dulu ya mau bertemu Bunda dan Ayah," pamit Nisa di ikuti Fatih.


Gimana ya kalau di dunia nyata begitu? Nisa nikah sama Fatih mantan suami kakak angkatnya. Canggung ga ya perasaannya kalau ketemu begitu?😁😄

__ADS_1


Nisa langsung memeluk tubuh sang Bunda dan Ayahnya secara bergantian dan mengucapkan kangen. Sedangkan Fatih mencium tangan kedua orang tua Nisa secara bergantian. Bunda Almira langsung mengajak sang anak dan menantunya makan masakan yang dia buat.


"Ih seneng banget deh. Bunda kok tau aja aku lagi ke pengen makanan ini. Alhamdulillah dek, Mama kesampaian makan asem pade ikan tongkol," ucap Nisa sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata, seolah-olah dia bicara kepada anak dalam kandungannya.


Satu hal yang paling di sukai orang tua Nisa dari Fatih yaitu selalu perhatian kepada istri terlebih saat sama Nisa yang saat ini sedang hamil anaknya. Dalam hal ini, Tia yang tidak pernah bersyukur memiliki suami seperti Fatih. Fatih tersenyum melihat sang istri makan dengan lahap.


"Kandungan kamu gimana Nis? Sehat-sehat kan si kembar?" tanya Bunda Almira yang sedang menemani sang anak makan di meja makan.


"Alhamdulillah Bun. Kata Dokter sih semua baik-baik saja. Doakan Bun semoga si dede sepasang, cewek dan cowok." ucap Nisa sambil tangannya sibuk memasukkan makanan ke mulut.


"Nis, itu yang bantuin Bunda masak kan Tia. Bunda senang banget Tia sudah berubah, sekarang rajin belajar masak untuk menyenangkan hati calon suaminya. Katanya dia mau berubah ga mau seperti waktu nikah sama suami pertama dan kedua. Maaf ya Fatih kalau Tia dulu bukan istri yang baik." ujar Bunda Almira membuat Fatih merasa tak enak hati, mengapa ibu mertuanya membahas masa lalunya dengan Tia, karena dia tak ingin Nisa merasa tak enak hati. Untungnya Nisa, istri yang bukan langsung emosi dia justru bersikap biasa karena menyadari suaminya memang mantan suami kakaknya. Bagi Nisa semua itu hanya masa lalu.


"Nisa senang banget dengernya Bun, kalau Kak Tia telah berubah menjadi baik lagi. Semoga suami yang sekarang baik mau menerima keadaan Kak Tia apa adanya," ucap Nisa.


Setelah mengantarkan Al sampai depan rumah, Tia masuk ke dalam kembali dan menghampiri Nisa dan Fatih. Dia langsung mengambil tempat duduk di sebelah Bunda Almira.


"Nis, Fatih, aku minta maaf ya sama kalian kalau selama ini aku berbuat jahat kepada kalian. Aku menyadari kalau selama ini sudah bersikap sombong kepada siapapun. Doakan aku agar bisa hijrah menjadi orang yang lebih baik lagi. Aku ingin menjadi istri yang baik dan menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah meskipun kami nantinya tak bisa memiliki anak. Benar kata orang buah jatuh tak pernah jauh dari pohon, seperti hidup aku. Aku di sini menjadi anak angkat, kelak aku juga akan mengangkat anak di pernikahan kami. Semoga aku bisa mengurus anak angkat ku dengan baik tak seperti diriku, anak angkat yang tak tau diri." ucap Tia dengan penuh penyesalan. Nisa dan Fatih hanya bisa mendoakan semoga keinginan Tia bisa terwujud.

__ADS_1


Tia langsung menghampiri Nisa dan mengelus perut Nisa. Suasana terasa penuh haru Bahkan Nisa, Tia, dan Almira meneteskan air mata. Almira merasa bahagia melihat anak kandungnya dan anak angkatnya bisa berhubungan baik. Tia menyadari kesalahannya dulu.


"Semoga ada mukjizat dari Allah, aku bisa mengandung buah cinta kami. Aku di beri kepercayaan untuk memiliki anak dan menjadi seorang wanita yang sempurna. Merasakan menjadi seorang Ibu. Kamu luar biasa Nis, kamu bisa menjadi wanita yang sempurna tak seperti aku. Hiks ... hiks ..." ucap Tia lirih di iringi isak tangis.


"Terus berdoa kak dan jangan pantang menyerah. Kita ga pernah tau rahasia Allah, seperti aku dulu. Semua perjalanan hidup aku ini adalah rahasia Allah, kehendak Allah. Semoga Allah mendengar doa Kakak dan memberikan kesempatan kepada Kakak untuk memiliki buah hati." ujar Nisa dan Tia mengucapkan terima kasih. Sedang Fatih memilih untuk diam tak ikut campur. Dia menjaga hubungan silaturahmi dengan Tia.


"Maafkan aku ya Tih, aku dulu tidak menjadi istri yang baik untuk kamu dan selalu menolak memiliki anak padahal aku tahu dulu kamu sangat menginginkan anak dari aku." ucap Tia yang kini beralih ke Fatih. Situasi ini membuat Fatih bertambah tak enak hati, mengapa orang-orang membahas masa lalunya.


"Iya ga apa, Ti. Mungkin sudah jalan hidup kita. Semua Allah yang mengaturnya, dan kita tidak berjodoh. Yang lalu biarlah berlalu. Kamu jalanin sama calon suami kamu, menjadi istri yang baik. Aku juga sudah mendapatkan wanita yang luar biasa. Aku sangat mencintainya dan bahkan sebentar lagi kami akan memiliki dua anak sekaligus menambah kebahagiaan di pernikahan kami," sahut Fatih tegas.


Sambil menunggu up mampir yuk di karya temanku


judul : Begitulah Takdir


napen : Yuthika Sarah


__ADS_1


__ADS_2