Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Putusan Pengadilan


__ADS_3

"Semoga putusan pengadilan hari ini tidak mengecewakan." gumam Felisa yang sudah berdandan cantik bersiap-siap ke pengadilan untuk mendengarkan putusan.


Meskipun pernyataan saksi dan Felisa sudah memberatkan posisi Aditya, hakim ketua tetap memutuskan melakukan mediasi berharap agar pernikahan mereka masih bisa terselamatkan. Namun, Felisa sudah tak menginginkannya terlebih Aditya masih mempertahankan Farrah menjadi istrinya.


"Kak, hari ini aku ikut kakak ya ke persidangan. Aku ingin mendampingi kakak." ucap Farrah yang saat itu sedang berdandan. Aditya pun sedang memakai pakaiannya bersiap-siap untuk berangkat.


"Emmm, terserah kamu saja!" sahut Aditya. Dia tak ingin memusingkan hal ini. Keinginan untuk mengemis cinta kepada Felisa pun dia urungkan. Dia berpikir wanita bukan Felisa saja di hidupnya. Banyak wanita di luaran sana yang mengharapkan dirinya yang mampu membuat dirinya bahagia termasuk Farrah dan Tia.


Demi mendengar putusan langsung, Mama Indah dan Papa Rizal rela pergi ke Jakarta. Sekalian dia ingin membicarakan masalah usaha untuk Felisa dan Pak Hadi, dan juga mencari rumah untuk Felisa. Sore kemarin Mama Indah sudah sampai di Jakarta dan menginap di hotel yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Felisa. Bagi Mama Indah, hal ini pantas untuk Felisa. Dia sangat menyayangi Felisa seperti anaknya sendiri.


Kini mereka sudah berada di pengadilan, jika Felisa di dampingi oleh orang-orang yang menyayangi dirinya berbeda dengan Aditya yang hanya di dampingi Farrah. Aditya sudah tak memakai jasa pengacara lagi, karena dia sudah pasrah dengan keputusan yang akan dia dengar.


"Pada hari ini Pengadilan memutuskan bahwa Aditya Herlambang dengan Felisa resmi bercerai, dan hak asuh akan jatuh kepada Felisa selaku ibu dari Elang Herlambang. Meskipun demikian, saudara Aditya tetap harus memberikan nafkah kepada Elang selaku bapak dari Elang."


Hakim mengetuk palu sebagai tanda putusan pengadilan. Tentu saja Farrah mendengarnya merasa tak suka. Karena Aditya tetap harus menafkahi anaknya, yang membuat jatah dia terbagi. Terlebih Aditya saat ini sudah mulai mengurangi jatah bagian untuknya. Ternyata menjadi istri seorang Aditya tak lebih enak dari berpacaran.


Felisa sudah bisa bernapas lega, karena pada akhirnya dia 'lah yang memenangkan persidangan ini. Dirinya sudah merasa tenang karena hak asuh Elang jatuh kepadanya. Tak hanya kedua mertuanya dan keluarganya saja yang datang, Nisa pun hadir di persidangan itu. Untuk memberi support kepada Felisa.

__ADS_1


"Selamat ya Kak, akhirnya hak asuh Elang jatuh ke kakak." ucap Nisa.


Farrah terus menggenggam tangan Aditya seakan takut Aditya akan terlepas. Bahkan saat dirinya berhadapan dengan Kenzi, seolah dirinya tak pernah menjalin hubungan dengan Kenzi.


"Cih, ternyata hubungan mereka masih berlanjut. Tapi sayangnya aku sudah tidak peduli, aku sudah menemukan tambatan hati yang lebih segalanya dari Kenzi." ujar Farrah dalam hati melihat Nisa dekat dengan keluarga Kenzi dan juga Kenzi. Padahal hubungan kedekatan Nisa hanya sebatas rasa pedulinya kepada Felisa.


"Setiap bulannya aku akan transfer dua juta untuk Elang. Aku rasa nominal itu sudah sangat cukup. Aku titip Elang sama kamu, urus dia dengan baik!"


"Ok, tidak masalah. Untuk masalah itu kamu tidak perlu khawatir, aku akan berusaha mendidik Elang untuk tidak seperti kamu!" ucap Felisa ketus. Dalam tetapi sangat menusuk ke hati. Dirinya merasa tertampar dengan perilaku dirinya selama ini yang tak baik. Terutama dalam urusan wanita.


Felisa bisa menampilkan senyuman di wajahnya, meskipun hatinya masih merasakan sakit kala dirinya mengingat kejadian yang terjadi di hidupnya. Laki-laki yang dulu mengejar dirinya dan membuat dirinya untuk jatuh cinta kepadanya, pada hari ini telah resmi menjadikan dirinya seorang janda.


"Kak, kakak kan sudah resmi bercerai. Berarti tak ada lagi halangan untuk Kakak menikahi aku secara resmi. Aku ingin kakak secepatnya menikahi aku, aku tak mau di jadikan istri siri terus. Kasihan anak kita kalau nantinya aku hamil dan melahirkan." cerocos Farrah.


Semua itu hanyalah sebuah janji yang Aditya ucapkan dulu. Namun, saat ini dirinya merasa ragu untuk menepati janjinya. Karena hatinya kini telah terbagi dengan Tia.


"Kak, mengapa Kakak diam saja? Jangan bilang Kakak berubah pikiran dan mangkir dari janji Kakak kepadaku," ujar Farrah sambil menggoyang-goyangkan tubuh Aditya.

__ADS_1


"Nanti kita bicarakan lagi di rumah, aku lagi fokus menyetir mobil. Bisa bahaya nanti. Namun, Farrah terus saja mengoceh. Dia yakin kalau laki-laki yang berada di sampingnya mencoba mengelak.


"Jangan gini donk yang, bisa diem ga sih mulut kamu?" ujar Aditya kesal karena Farrah terus menarik-narik tangannya, padahal dia sudah berusaha untuk mengingatkan. Inilah hal yang paling Adit tidak suka dari Farrah, sering kali mengoceh tanpa henti. Bahkan saat dirinya pulang kantor, dirinya langsung di sambut ocehan Farrah.


Kini mereka sudah sampai di apartemen. Aditya langsung memilih untuk mandi untuk menyegarkan tubuh dan otaknya. Entah dirinya harus merasa senang atau sedih karena bercerai dengan Felisa. Dia berharap keputusan dirinya tidak salah.


"Kakak mau ke mana? Pokoknya aku tidak akan mengizinkan Kakak pergi! Aku jenuh Kak kalau setiap hari hanya di kurung Kakak di apartemen." protes Farrah.


"Ya kamu cari hiburan 'lah sendiri! Kamu harus tau, kalau aku ini tipe cowok yang tidak suka di atur. Suka-suka aku mau ngapain di luaran." sahut Aditya sambil memakai pakaiannya.


"Aku kangen main sama Kakak seperti dulu. Ayo Kak kita main ke cafe yang biasa kita datangin dulu waktu pacaran!" ucap Farrah manja sambil bergelayut manja kepada Aditya. Namun, Aditya langsung menghempaskan tangan Farrah membuat Farrah melongo.


"Kita itu dulu pacaran, masa pacaran masa yang paling indah. Sekarang kita sudah menikah, bagiku justru menjenuhkan. Aku butuh suasana baru, butuh hiburan. Kamu kan tau mengapa aku dulu selingkuh dari Felisa, ya harusnya kamu paham 'lah, sahut Aditya.


Dia tak peduli jika Farrah nantinya akan merasa sakit hati dan sedih dengan ucapannya. Memang Aditya seorang tak punya hati. Baik hanya saat menginginkannya, membuangnya begitu saja di saat dirinya merasa bosan, dan mencari penggantinya.


"Kak, Kakak jangan pergi! Kenapa Kakak seperti ini padaku! Aku benci Kakak! Hiks...hiks..." teriak Farrah. Namun, Farrah tak mempedulikannya.

__ADS_1


"Aw, sakit. Mengapa perutku sering kali terasa nyeri. Aku sakit apa sih? Di saat kondisi rumah tangga aku seperti ini, aku harus merasakan sakit yang luar biasa." ucap Farrah lirih sambil terisak tangis.


__ADS_2