Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Kemarahan Fahri


__ADS_3

Ternyata Tia masih belum puas meluapkan amarahnya kepada Nisa. Tia menarik baju Nisa dengan paksa membuat kancing dua kancing bajunya terlepas mengeksplor buah dadanya membuat Kenzi dan Fatih menelan saliva nya. Namun, dengan cepat kedua pria itu berusaha melerainya agar Tia tidak bertindak lebih gila lagi. Kenzi menolong Nisa membawanya ke ruangannya, sedangkan Fatih membawa Tia ke ruangannya.


"Kau ini sudah gila ya?"


"Iya aku memang sudah gila! Bahkan aku akan lebih gila kalau kamu menolak aku!" sahut Tia ketus.


Diam-diam Fatih mengirim pesan kepada Fahri memberitahu bahwa Tia berulah di kantor.


"Kamu diam dulu di sini! Aku mau lihat keadaan Nisa dulu!" ujar Fatih.


"Tidak! Aku tidak akan mengizinkan kamu pergi meninggalkan aku! Biar saja dia sama laki-laki itu!


Fatih menyuruh bagian administrasi untuk membeli kemeja untuk Nisa dan menyuruhnya untuk memberikan kepada Nisa. Setelah itu dia menghubungi Nisa di ruangannya. Saat ini Nisa di dalam ruangan sendiri, karena dia langsung menyuruh Kenzi keluar.


"Assalamualaikum, Nis. Abang sudah menyuruh Yuli membeli kemeja untuk kamu, nanti dia langsung anterin ke kamu. Kamu tunggu ya! Kamu jangan keluar ruangan dulu!" ujar Fatih.


Mendapat informasi dari Fatih, Fahri bergegas langsung ke perusahaan Aneka Karya bahkan dia rela meninggalkan meeting begitu saja. Fahri baru saja sampai, dia langsung mencari keberadaan anaknya. Hal yang pertama kali menginjakkan kakinya.


"Nisa, apa kamu baik-baik saja nak?"


Nisa langsung berhambur dalam pelukan sang ayah, meluapkan kesedihannya.


"Sudah jangan menangis! Ayah tak ingin melihat kamu menangis! Apa yang telah Tia lakukan kepadamu?" tanya Fahri.

__ADS_1


Nisa langsung menceritakan tentang penyerangan Tia kepadanya. Tia mengatakan kalau dirinya telah merebut apa yang menjadi miliknya. Dia merasa tidak terima karena Fatih menolaknya. Awalnya Tia menarik rambutnya, membawanya ke luar ruangan dan mendorongnya hingga dirinya tersungkur ke lantai. Namun, ternyata Tia masih merasa belum puas hingga akhirnya dia menyerang Nisa kembali menarik baju Nisa dengan kasar membuat dua kancing bajunya terlepas. Mendengar cerita dari sang anak tentu saja membuat Fahri merasa geram. Karena Tia berani mengganggu anak semata wayangnya.


"Apa yang Fatih sudah lakukan untuk hal ini?


"Bang Fatih langsung melerai Kak Tia, sekarang dia berada di ruangan Bang Fatih. Bang Fatih juga sedang menyuruh Yuli untuk membeli kemeja untuk aku." jelas Nisa.


"Berarti Tia sekarang ada di ruangan Fatih ya? Ya sudah Ayah ke sana dulu ya, kamu jangan ke mana-mana dulu tunggu sampai Yuli datang memberikan baju ganti untuk kamu!"


Fahri langsung menuju ruangan Fatih untuk membuat perhitungan kepada Tia, anak angkat yang tak tau diri.


"Tia, apa yang kamu sudah lakukan kepada Nisa? Berani-beraninya kamu mengganggu Nisa," ucap Fahri yang datang tiba-tiba.


"Tia kesal Yah, semua yang di miliki Tia di rebut dia termasuk kasih sayang Ayah kepadaku. Sama halnya dengan Kak Fatih yang justru membela dia. Tia ingin kembali sama Kak Fatih, please Yah satukan kami kembali. Tia sangat mencintai Kak Fatih." sahut Tia dengan tak ada malunya.


"Maaf Pak, saya tidak bisa menerimanya. Saya tidak mencintai Tia, lagi pula terlalu banyak perbedaan di antara kami." ujar Fatih ikut bicara.


Tia menghentak-hentakkan kakinya keluar dari ruangan dan pergi meninggalkan kantor dengan perasaan hati penuh dendam. Ucapan Fatih dan Fahri tak mampu merubah sifat Tia, dan justru menambah rasa dendam di hati Tia.


"Maaf Pak, saya tidak bisa kembali kepada Tia."


"Iya Tih saya tidak masalah kok. Lagi pula saya juga tidak setuju kalau sikap Tia masih seperti itu, tidak berubah. Dia tak pantas untuk kamu." sahut Fahri.


Nisa sudah memakai baju gantinya dan menghampiri sang ayah di ruang Fatih. Masuk dan duduk di sebelah sang ayah. Fatih tak lepas memandang wajah Annisa membuat Nisa salah tingkah. Hal itu tidak terlepas dari pandangan mata Fahri, membuat dirinya tersenyum melihat dua insan yang malu-malu.

__ADS_1


"Ehem...." deheman dari bibir Fahri membuat wajah Nisa memerah dan membuat Fatih salah tingkah.


"Mengapa Bang Fatih memandang aku seperti itu? Apa memang benar yang di katakan dia tadi?" serentetan pertanyaan menari di pikiran Nisa.


❤️❤️❤️


"Breng*sek kalian! Kenapa hidupku seperti ini sih? Mengapa tak ada satu orang pun yang peduli denganku?" ujar Tia sambil memukul-mukul stir mobilnya. Hatinya merasa kesal atas penolakan dari Fatih.


Bruug


"Duh, ada-ada saja sih segala nabrak mobil orang segala. Jadi berurusan deh." gerutu Tia.


Tia terpaksa turun dari mobil, karena mobil yang di tabrak oleh nya langsung turun menghampirinya.


"Eh, bisa nyetir mobil tidak sih loch?"


"Ma-maaf! Aku tidak sengaja menabrak mobil kamu." sahut Tia memohon maaf.


"Cantik juga ni cewek lumayan buat cadangan kalau lagi jenuh di rumah." gumam Aditya dalam hati.


Mobil yang di tabrak itu mobil Aditya, suami dari Felisa, mantan suami dari Felisa. Adit sang playboy melancarkan aksinya. Pura-pura merasa terima dan berniat meramaikan jika Tia tak bertanggungjawab.


"Please jangan memperpanjang urusan ini! Aku akan membiayai perbaikan mobil itu sampai rapi kembali!" ujar Tia memohon.

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang gue minta nomor ponsel lo! Gue akan hubungi lo nanti kalau gue butuhkan lo!" sahut Adit. Tia langsung memberikan nomor ponselnya kepada Adit, tentu saja hal ini membuat Adit merasa menang.


"Ok hari ini gue bebaskan lo! Nanti gue hubungi lo!Jangan pernah berpikir untuk kabur dari gue! Ke ujung dunia pun lo akan gue cari!" ujar Adit membuat tegang suasana padahal dalam hatinya bersorak gembira karena mendapatkan mangsa baru.


__ADS_2