Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Bonchap 2 ( Pertemuan keluarga)


__ADS_3

"Ma, Kenzi mohon. Jangan mengulangi kesalahan kita dulu! Kenzi yakin kalau Nabila adalah jodoh terbaik untuk Kenzi. Dia wanita yang sholeha, anak Abah Hamid," ujar Kenzi.


"Tuh dengar Ma omongan anaknya. Kita seharusnya menjadi orang tua, ikut bahagia melihat anaknya sudah mendapat calon pendamping hidup. Terlebih Nabila wanita yang sholeha, harusnya kita bersyukur karena dia mau sama anak kita," cerocos Papa Hadi yang ikut bicara.


"Iya, maafkan Mama. Mama mengaku salah. Tak sepantasnya Mama berkata seperti itu," ucap Mama Eliza penuh penyesalan.


Syukur Alhamdulillah, Mama Eliza merestui pernikahan Kenzi dengan Nabila. Mereka akan segera melamar Nabila untuk anaknya. Inilah salah satu cita-cita Papa Hadi, sebelum dirinya pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Dia ingin melihat anak-anaknya merasa bahagia, bersama pendamping yang baru.


Kenzi mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian. Mengucapkan terima kasih, karena kedua orang tuanya telah merestui langkahnya untuk menjalani rumah tangga. Menyempurnakan hidupnya kembali. Bagaimanapun Kenzi membutuhkan pendamping, menemani hari-harinya.

__ADS_1


"Kamu atur saja bersama Nabila. Lebih cepat, lebih baik," ucap Papa Hadi dan Kenzi menganggukkan kepalanya.


Tak ingin membuang waktu terlalu lama, Kenzi langsung menghubungi Abah Hamid. Kenzi membicarakan tentang rencana pertemuan keluarga dia dengan keluarga Nabila. Sebagai bentuk lamaran resmi. Kenzi menjelaskan kalau kedua orang tuanya sudah merestui hubungan dirinya dengan Nabila.


"Alhamdulillah. Syukurlah, Abah sangat senang mendengarnya. Semoga niat baik kalian diridhoi Allah. Di permudah semuanya." Doa terbaik yang Abah Hamid ucapkan untuk mereka berdua.


Setelah komunikasi dengan Kenzi terputus, Abah Hamid langsung menemui sang anak di kamarnya untuk memberitahukan rencana Kenzi untuk sang putri. Abah Hamid mengucapkan dengan lembut kepada sang anak.


Inilah hari yang di nanti untuk Nabila dan Kenzi, yaitu pertemuan keluarga. Hanya sebuah pertemuan sederhana, tetapi sangat berkesan. Kenzi merasa lebih tenang hidup di tengah-tengah keluarga pesantren.

__ADS_1


"Sebelumnya, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih karena keluarga Nabila menerima kedatangan kami dengan baik. Adapun maksud dan tujuan kami datang ke sini, tak lain ingin melamar Nabila sebagai calon istri Kenzi. Kami sudah merestui keinginan Kenzi untuk memperistri Nabila, dan kami berharap Nak Nabila mau menerima pinangan dari anak Saya, Kenzi," ujar Pak Hadi selaku orang tua Kenzi.


Rona bahagia terpancar dari keduanya. Berharap pernikahan mereka mendapatkan ridho dari Allah. Memudahkan mereka dalam beribadah.


"Bagaimana Sayang? Apa Nabila menerima Nak Kenzi menjadi calon suami Nabila? Abah sama umi menyerahkan semuanya sama Nabila," ujar Abah Hamid lembut, sambil mengelus punggung sang anak yang memilih menundukkan kepalanya..


"Iya, Abah. Nabila mau dan siap."


Semua yang berada di sana mengucap Alhamdulillah, sebagai rasa syukur mereka. Akhirnya, lamaran Kenzi dan Nabila berjalan lancar. Mereka hanya menentukan tanggal pernikahan mereka. Rencananya pernikahan mereka dilakukan dua bulan lagi, dan akan diadakan di rumah Nabila. Acara ini hanya akan dihadiri orang terdekat, dan diadakan secara sederhana.

__ADS_1


"Alhamdulillah akhirnya aku bisa menemukan pengganti mantan-mantan istriku dulu. Aku bisa menyempurnakan hidupku kembali, tentunya dengan wanita yang aku cinta. Wanita yang sholeha, yang akan menuntun aku ke jalan yang benar." Doa yang ucapkan Kenzi di dalam hatinya.


"Alhamdulillah akhirnya Allah memberikan aku jodoh untukku. Semoga laki-laki yang berada di hadapan aku, dan meminta aku dari orang tuaku adalah laki-laki yang baik untuk aku." Dia yang diucapkan Nabila di dalam hatinya.


__ADS_2