
Fatih baru saja sama di kediaman Fahri. Kedatangannya kali adalah untuk yang kedua kali untuk melamar putri dari Fahri. Dia berharap pernikahannya kali ini adalah pernikahan terakhirnya. Dia yakin Nisa adalah jodoh terbaiknya.
Fatih beserta keluarganya di sambut dengan baik oleh Fahri.
Nisa dengan di dampingi sang bunda menuruni anak tangga. Dia terlihat cantik dan anggun dengan menggunakan pakaian muslimah. Rona bahagia terpancar dari wajahnya. Fatih sampai terpanah tak henti menatap wajah calon istrinya.
"Ehem..." deheman dari Fahri menyadarkan Fatih dari lamunannya dan juga Nisa. Membuat keduanya tersipu malu.
"Sepertinya Abang Fatih sudah tak sabar ni untuk menghalalkan dek Nisa." goda pemandu acara. Acara lamaran di adakan secara tertutup dari kalangan publik hanya di hadiri keluarga terdekat saja.
"Apakah Dek Nisa bersedia menerima Abang Fatih sebagai calon suaminya?" tanya sang pembawa acara.
Situasi di mana jantung Fatih berdegup kencang, dirinya merasa tegang. Dia khawatir jika Nisa menolak menjadi istrinya, karena bisa saja Nisa berubah pikiran.
"Saya bersedia menerima Abang Fatih sebagai imam saya," jawab Nisa tegas. Membuat mata Fatih berbinar-binar. Hatinya merasa bahagia. Ucapan rasa syukur dia ucapkan.
Serangkaian acara prosesi lamaran di mulai. Rencananya pernikahan mereka akan di adakan tiga bulan lagi. Segala persiapan akan di lakukan Fahri. Nisa dan Fatih hanya melakukan prosesi foto prewedding, pemilihan baju pengantin, seserahan yang akan di bawa saat prosesi ijab kabul, dan juga satu set perhiasan untuk mas kawin. Semua biaya akan di tanggung Fahri, Fatih tidak akan memberatkan Fatih. Fatih hanya memberikan semampunya.
"Makasih ya Dek sudah mau menerima Abang jadi calon imam Ade, semoga Abang bisa menjalankan tugas Abang sebaik mungkin. Abang bisa menjadi suami yang baik untuk Ade." ucap Fatih dan di aminkan oleh Nisa.
__ADS_1
Saat ini mereka terlihat sedang menikmati makan bersama di tempat duduk yang berada di pinggir kolam renang. Dari jauh terlihat Ayah Fatih dan Bunda Almira tersenyum bahagia. Mereka bersyukur karena pada akhirnya anaknya bisa meraih kebahagiaan bersama orang yang mencintai dan di cintai anaknya.
Kini jari manis Nisa sudah tersematkan cincin pertunangan yang di pasangkan Fatih. Sebentar lagi mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri. Fatih berniat untuk tidak menunda memiliki keturunan, mengingat usianya yang sudah tak muda lagi.
Penasaran malam pertama Abang Fatih sama Nisa🤔 Abang Fatih sepertinya sudah tak sabar ni buat unboxing Dek Nisa😄😁🤣
"Semoga semuanya di lancarkan sampai hari H," doa yang di ucapkan Fatih di aminkan kembali oleh Nisa.
"Ibu dan Bapak pamit ya, soalnya kami akan langsung pulang ke Yogya. Nanti kalau kalian sudah resmi menikah, bulan madunya ke Yogya saja main ke rumah Ibu dan Bapak! Ibu dan Bapak hanya bisa berdoa semoga pernikahan kalian di lancarkan," ucap Bapaknya Fatih dan di aminkan oleh semuanya.
"Terserah Abang saja Bu, Pak. Nisa ikut saja!" sahut Nisa.
❤️❤️❤️
"Akhirnya anak Ayah yang cantik sebentar lagi akan menjadi manten. Semoga di lancarkan semuanya!" ucap Fahri dan Nisa langsung memeluk sang Ayah untuk meluapkan perasaan bahagianya.
"Tapi tidak apa-apa kan Yah kalau Nisa menikah sama Abang?" tanya Nisa yang tiba-tiba saja merasa khawatir.
"Loch emangnya kenapa? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Fahri.
__ADS_1
Nisa merasa khawatir kalau nantinya Tia akan mengacaukan pernikahannya. Terlebih Tia sempat meminta kembali kepada Fatih, bahkan dia sempat hampir melukai Nisa karena merasa cemburu Fatih membela Nisa. Sekarang hal ini menjadi kenyataan, Nisa sebentar lagi akan menikah dengan Fatih. Meskipun Tia sudah menikah dengan Adit, Nisa masih saja merasa khawatir.
"Kamu tenang saja, Ayah tidak akan tinggal diam jika hal itu sampai terjadi! Lagi pula kamu tidak pernah merebutnya. Hubungan Tia dan Fatih sudah berakhir lama sebelum Fatih bertemu kamu. Tia juga kan sudah menikah, masa iya masih ingin mengejar Fatih?" ucap Fahri menenangkan putrinya yang saat ini sedang gelisah. Nisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Dia harus merasa yakin kalau Fatih dan Ayahnya pasti akan melindungi dirinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Nisa berniat untuk menghubungi Kak Felisa kakak dari Kenzi mantan suaminya dulu. Nisa ingin memberikan kepercayaan kepada mantan kakak iparnya untuk membuatkan gaun pernikahan muslimah untuk dirinya dan juga baju untuk Fatih.
"Walaikumsallam, hai Nis. Tumben ni kamu telepon Kakak? Kirain lupa sama Kakak," ucap Felisa sambil terkekeh.
Nisa mengatakan kalau dirinya selama ini sedang sibuk hingga membuat lupa untuk menghubungi Felisa. Nisa mengatakan tujuannya dia menghubungi Felisa. Rencananya dia besok akan menemui Felisa sebelum dirinya datang bersama Fatih.
"Ok deh besok Kakak tunggu ya di butik!" ucap Felisa di iyakan oleh Nisa. Nisa sengaja untuk merahasiakan dulu, dan besok dia baru akan memberitahukan kepada Felisa tentang rencana pernikahan dirinya dengan Fatih.
Setelah menghubungi Felisa, Nisa langsung menghubungi Fatih untuk izin kalau dirinya akan menggunakan jasa Felisa mantan kakak iparnya untuk membuat baju pernikahan mereka. Rencananya besok dia akan menemui Felisa di butiknya. Awalnya Fatih berniat ingin ikut bersama Nisa, karena dia takut kalau sampai Nisa berubah pikiran. Fatih mengungkapkannya kepada Nisa.
" Insyaallah ga 'lah Bang. Nisa sudah memantapkan hati Nisa untuk memilih Abang. Jadi, Abang ga usah takut kalau Nisa sampai berpaling!" ujar Nisa sambil terkekeh. Nisa merasa terharu karena Fatih sangat mencintai dirinya, tetapi dia merasa lucu dengan sikap Fatih yang bar-bar.
Jam menunjukkan pukul 03.00 pagi, Nisa terbangun dari tidur lelapnya untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar pernikahannya berjalan lancar. Tak lupa dirinya mengucapkan kata syukur karena pada akhirnya kebahagiaan menyertai dirinya. Ini adalah pernikahan impiannya.
Sama halnya dengan Nisa, Fatih pun terbangun untuk bersujud melakukan sholat tahajud. Inilah rutinitas yang dia lakukan selama ini. Dia selalu berdoa agar dirinya bisa di berikan jodoh yang baik untuk menemani hari-harinya. Pernikahan dengan Tia adalah sebuah pernikahan yang salah. Kini dia menaruh harapan kepada Nisa untuk menjadi istri yang menyayangi dirinya dan kelak akan menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya.
__ADS_1
"I Love you..." tulis Fatih di pesan chatnya. Nisa langsung membukanya. Fatih melihat hal itu, hingga akhirnya dia mencoba menghubungi Nisa untuk berbincang sedikit dengannya. Padahal tadi dia sudah bertemu, tetapi rasa rindu selalu menghampiri dirinya untuk melihat wajah wanita yang dia cintai.