
"Aku akan coba cari pengacara untuk mengurus kasus perceraian Kakak, nanti Aku hubungi Kakak ya! Kakak tidak perlu mikirin biayanya, biar Aku yang bayar. Oh ya nomor telepon Kakak berapa?"
"Makasih ya Nis, kamu baik banget jadi orang. Semoga Allah membalas semua kebaikan kamu!" sahut Felisa. Air matanya menetes satu persatu hingga membasahi wajah cantiknya. Ini adalah cobaan terbesar dalam hidupnya, menjalani kehidupan menjadi janda di usianya terbilang masih muda dan harus membesarkan anaknya sendiri.
"Kak maaf Aku langsung pulang ya, ga bisa mampir." pamit Nisa.
Setelah Felisa turun, Nisa langsung melajukan kembali mobilnya untuk pulang.
"Assalamualaikum." Felisa langsung membuka pintu rumahnya untuk masuk.
__ADS_1
"Dari mana saja kamu Fel? Katanya sebentar, kok baru pulang jam segini? Dari tadi si Elang rewel banget, dia gelisah. Mama gendong juga masih nangis, di kasih ASI di masukkan ke botol juga ga mau, sepertinya dia belum terbiasa minum ASI pakai botol terbiasa dari sumber langsung." cerocos Mama Eliza.
Felisa pamit mandi dulu membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sebelum mengambil sang anak dari mamanya. Dan setelah tubuhnya terasa segar Felisa baru mengambil Elang dari gendongan sang mama. Felisa memindahkan Elang ke kamarnya, meletakkan di ranjang.
"Assalamualaikum anak Mama. Kenapa tadi rewel kata Nenek? Kangen ya sama Mama. Maaf ya tadi Mama ninggalin kamu lama. Mama habis ketemu Papa tadi. Mama sedih banget mau pisahin Mama sama kamu. Doakan Mama ya agar selalu kuat membesarkan kamu, menjalankan hidup berdua sama kamu!" ucap Felisa kepada sang anak sambil mengelus rambut sang anak. Satu persatu air matanya menetes, dia tak kuasa melihat wajah tak berdosa anaknya. Padahal dulu Aditya mantan suaminya sangat menginginkan anak dan saat dirinya telah memberikan anak untuknya, Aditya justru menyia-nyiakan.
Elang terlihat tenang dalam pelukan sang mama sambil menyusu langsung di pusatnya. Dia terlihat lahap menikmati ASI dari sumbernya langsung.
"Oh jadi kamu terlambat pulang karena habis bertemu wanita itu? Pantas Aku telepon berkali-kali kamu tadi ga meresponnya, ternyata kamu lagi asyik bersamanya." sindir Farrah.
__ADS_1
"Iya maaf, Aku tadi habis membahas tentang hak asuh Elang. Tetapi dia tetap pada pendiriannya, tetap menginginkan hak asuh Elang. Aku terpaksa memakai jasa pengacara agar bisa menenangkannya." sahut Aditya.
"Aku tuh bingung deh sama Kakak, kenapa sih masih saja meributkan hak asuh Elang?" cerocos Farrah, dia merasa tak suka.
Aditya menjelaskan kepada Farrah, kalau dia tak bisa melepas Elang begitu saja. Elang adalah darah dagingnya sendiri. Terlebih Elang anak laki-laki kelak akan menjadi penerusnya. Mendengar hal seperti itu saja, Farrah sudah uring-uringan apalagi mengetahui kalau Aditya sempat meminta Felisa untuk menjadi istrinya kembali setelah dirinya menikah dengan Farrah.
"Sayang, jangan marah donk! Nanti cantiknya hilang loch! Meskipun Aku memiliki Elang, Aku juga tetap menginginkan anak dari rahim kamu!" ucap Aditya sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri dan meletakkan di pundak sang istri. Hal itu tentu saja membuat Farrah tersenyum Kemenangan. Karena dia merasa sangat di cintai suaminya.
❤️❤️❤️
__ADS_1
"Jhon, apa pun caranya gue minta lo memenangkan kasus ini! Gue ingin merebut hak asuh anak gue di sidang perceraian!" ujar Aditya.
Pihak pengacara nantinya akan bersaing di pengadilan membela kliennya memenangkan hak asuh Elang. Sama halnya dengan Aditya, Felisa bersama Nisa pun saat ini sedang bersama pengacara yang di tunjuk Nisa untuk membantu kasus perceraian Felisa.