Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Aku bukan Aisyah yang dulu


__ADS_3

"Yakin kamu ga minta apapun kepada saya? Saya rela kalau kamu minta di nikahkan sama Aisyah, karna saya yakin kamu pria yang pantas untuk Aisyah." goda Fahri membuat wajah Aisyah berubah memerah. Terlebih Fatih langsung menatap wajah Aisyah sebagai pertanda apa dia pantas mendapatkan cinta Aisyah dengan statusnya yang seorang duda dan perbedaan usia yang sangat jauh. Sedangkan Aisyah adalah seorang janda rasa perawan karna belum pernah di sentuh oleh Kenzi. Apa pandangan orang jika dia menikahi kembali anak bos nya itu. Karna sebelum Aisyah hadir, Fahri telah menikahi Fatih dengan Tia anak angkatnya.


Fahri tertawa geli dalam hati melihat tingkah keduanya yang terlihat malu-malu. Tapi dia tak akan memaksa putrinya, semua dia serahkan kepada Annisa.


"Tih, sekarang Aisyah namanya sudah kembali ke nama awal pemberian saya dan istri. Namanya Annisa Anantha, panggilannya Nisa." ujar Fahri kepada Fatih.


"Oh ya Nis, selanjutnya kamu gimana ni? Mau tetap mengurus perusahaan ayah apa kamu fokus sekolah dan kuliah dulu?" tanya Fahri kepada sang anak.


Fahri menyerahkan keputusannya kepada sang anak. Termasuk urusan Kenzi dan mantan mertuanya. Semua akan Fahri turutin. Dan akhirnya Annisa memutuskan untuk bermain-main dulu dengan Kenzi, dia ingin tetap bekerja di perusahaan sang ayah dan meminta posisi di bagian mantan mertuanya dan Pak Hadi di pindahkan ke bagian staf gudang. Tentu saja sang ayah menuruti keinginannya, Annisa bebas memilih posisi yang di inginkan.


Fatih langsung memanggil Pak Hadi untuk ke ruangannya. Membuat jantung Pak Hadi berdegup kencang. Rasa takut menghantuinya. Kalau sudah begini, penyesalan sudah tak ada gunanya.


Langkah kaki Pak Hadi terasa berat memasuki ruangan Fatih yang masih ada Aisyah dan Fahri. Suasana terasa mencekam. Seperti seorang terdakwa yang melakukan kesalahan.


"Baiklah, karna Pak Hadi sudah di sini. Saya ingin memberitahukan kalau sang pemilik perusahaan menginginkan posisi pak Hadi di gantikan oleh anaknya. Dan untuk posisi Pak Hadi akan saya pindah di bagian gudang." ujar Fatih menjelaskan kepada Pak Hadi. Tentu saja hal itu membuat Pak Hadi tak terima.


"Loh memangnya saya salah apa pak? Selama ini saya melakukan pekerjaan dengan baik." sahut Pak Hadi membela diri.


"Apa anda belum sadar letak kesalahan anda? Apa perlu saya jelaskan? Kesalahan anda karna anda telah menyakiti anak saya, menghina anak saya dengan menjadikan dia seorang pembantu di rumah anda. Dan saat ini dia meminta saya untuk menempati posisi anda! Jadi, posisi anda saya pindahkan ke bagian lain, yaitu bagian gudang!" ujar Fahri. Fahri akhirnya ikut membuka omongan.


Pak Hadi meminta maaf dan memohon agar Pak Fahri tidak menurunkan jabatannya, tapi sayangan ucapan Pak Hadi sudah tak berarti. Mau tak mau dia harus menurutinya karna yang berkuasa dalam hal ini adalah sang pemilik perusahaan.

__ADS_1


"Saya rasa perbincangan anda dengan Pak Fatih sudah selesai, mulai saat ini segera anda rapihkan barang-barang anda, karna mulai besok anak saya yang akan menempati ruangan anda! Dan tempat anda mulai besok di gudang!" ujar Fahri mengakhiri perbincangan Fatih dengan Pak Hadi. Dengan langkah gontai Pak Hadi keluar dari ruangan Fatih.


Dadanya terasa sesak, bila harus memikirkan hutang cicilan yang harus dia bayar. Dengan berganti posisi di bagian terendah, pastinya penghasilannya pun sangat rendah.


Pak Hadi memilih ke ruangan sang anak, menduduki bokongnya di kursi. Tubuhnya terasa lemas, wajahnya terlihat lesu, masa depannya serasa hancur.


"Papa kenapa? Kenapa wajah papa murung seperti itu?" tanya Kenzi. Dia merasa khawatir dengan sang papa.


"Papa di pecat Ken, posisi papa di ambil Aisyah dan sekarang papa di taro di bagian gudang. Dada papa terasa sesak. Bagaimana papa harus membayar cicilan mobil, kartu kredit belanjaan mama, dan cicilan rumah? Pasti mama shock kalau mengetahui hal ini. Papa bingung harus bagaimana? Semua karna kesalahan kita, jika kita dulu tak jahat kepada Aisyah mungkin kita tak akan merasakan nasib seperti ini." ucap Pak Hadi lesu.


"Tapi semua ini karna Aisyah, pah. Dulu dia kan emang jelek dan kampungan, tidak selevel dengan kita. Jika dari dulu dia sudah kaya seperti ini, Kenzi ga akan menghina dia, dan ga akan menyakiti hati dia." sahut Kenzi.


Hari demi hari, Annisa mampu membuat Kenzi merasa tertekan di bayangin penyesalan. Bagaimana tidak, Aisyah yang sekarang sangat berbeda dengan Aisyah sang penjual kue keliling yang kulitnya tidak terawat dan gayanya kampungan.


Aisyah di sulap memiliki kulit yang putih dan segar. Rambut Aisyah yang sekarang tergerai lurus dan indah tak seperti dulu keriting dan di kuncir. Penampilannya sangat menarik perhatian seperti wanita karier yang berkelas. Di tambah lagi Aisyah sekarang sudah bisa menyetir mobil sendiri.


"Syah..." teriak Kenzi. Melihat Aisyah yang akan keluar kantor dan hendak ke parkiran.


Aisyah menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. Mendengar Kenzi memanggil namanya.


"Kamu mau ke mana? Bisa kita mengobrol dulu? Tapi jangan di sini, kita cari tempat yang enak. Gimana?" ujar Kenzi dan Aisyah mengiyakan.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Kenzi mendapatkan angin segar, dia yakin kalau Aisyah kali ini akan menerima dirinya. Padahal tujuan Aisyah berbeda. Mereka pergi dengan menggunakan mobil masing-masing. Mobil Aisyah mengikuti mobil Kenzi, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari kantor. Aisyah turun dengan gaya anggunnya, tentu saja hal itu membuat Kenzi semakin terpanah tak karuan.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Kenzi lembut. Kenzi benar-benar melupakan sang istri yang berada di rumah. Karna setelah berhenti bekerja, Farrah belum mendapatkan pekerjaan lagi. Dan hanya di kerjain Aditya saja, sebagai pemuas naf*su. Setelah kejadian itu Farrah sempat marah kepada Aditya, tapi akhirnya Farrah jatuh kembali ke dalam pelukan Aditya. Karna Aditya berjanji akan menikahi Farrah setelah Felicia melahirkan. Dan sikap Aditya ke Felicia hanya sebuah kedok agar sang istri tak menaruh curiga.


"Silahkan bicara sekarang!" ujar Aisyah ketus.


Kenzi meraih tangan Aisyah dan menggenggamnya. Namun Aisyah menolaknya, melepaskan genggaman Kenzi secara paksa.


"Syah, aku ga bisa melupakan kamu. Aku cinta banget sama kamu. Aku siap menceraikan Farrah dan menjadikan kamu istri aku satu-satunya. Aku janji ga akan pernah menyakiti hati kamu lagi! Aku janji akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu, aku menyesali atas apa yang aku perbuat sama kamu dulu!" ujar Kenzi.


"Oh ya? Kamu bicara seperti ini bukan karna kamu mencintai aku, tapi karna aku telah berubah hingga kamu terobsesi untuk mendapatkan aku. Terlebih aku anak orang kaya dan pemilik perusahaan. Tapi sayangnya, dengan kondisi aku yang seperti ini tentu saja aku tak akan mau donk. Aku akan mencari yang lebih segalanya dari kamu. Karna aku bukan Aisyah yang dulu!" ujar Aisyah tersenyum sinis.


Like


Comment


Vote


Hadiah


🙏😄😄

__ADS_1


__ADS_2