Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Pertemuan


__ADS_3

Adrian bukan hanya merasakan cinta yang biasa kepada Felisa, sampai-sampai dirinya terbawa mimpi bisa dekat dengan Felisa. Siang ini dirinya berniat untuk menghubungi saudara sepupunya tentang pertemuan dirinya dengan Felisa.


"Assalamualaikum, Si kapan ni kamu mengenalkan aku sama wanita itu? Aku sudah tidak sabar untuk mengenalnya," tanya Adrian dengan penuh semangat.


"Kalau menurut aku dia pasti tak ingin pacaran deh, dia pasti ingin mencari sosok suami yang serius melamarnya," sahut Messi.


Adrian mengatakan kalau dirinya siap jika harus langsung di suruh melamar Felisa. Usianya pun sudah tak muda lagi, dia ingin segera memiliki pendamping hidup dan juga keturunan.


"Bagaimana kalau besok kamu pertemukan dia sama aki Si? Seolah kamu berjanjian sama dia sebagai ucapan terima kasih, nanti kamu mengajak aku saat pertemuan dengan. Akhirnya Messy menyetujuinya.


Messy sudah mencoba menghubungi Felisa untuk berjanji bertemu. Felisa tentu saja tak menolaknya, hitung-hitung melakukan pendekatan dengan kliennya. Malam ini adalah acara pertemuan mereka, di sebuah restoran mewah di daerah Jakarta.


Adrian dan Messy sudah sampai lebih dulu. Felisa berdandan sangat cantik, meskipun hanya memakai riasan natural. Felisa mulai melangkahkan kakinya memasuki restoran. Matanya tertuju pada dua orang yang berada di posisi pojok.


"Mengapa Messy bersama laki-laki itu? Apa laki-laki itu adalah saudaranya?" Felisa sempat tertegun saat melihat Adrian. Namun, pada akhirnya dia tetap memantapkan langkahnya menuju mereka.

__ADS_1


"Assalamualaikum. Maaf sudah lama menunggu ya? Maaf tadi jalanan cukup macet, jadi aku terlambat datang." ucap Felisa lembut. Tatapan Adrian membuat Felisa merasa canggung, tetapi dia berusaha untuk bersikap biasa.


Messy langsung memperkenalkan Adrian kepada Felisa, tetapi Felisa enggan melakukan jabat tangan dengan Adrian. Karena Adrian bukan muhrimnya. Messy mempersilahkan Felisa duduk dan menawarkan makanan dan minuman yang dia inginkan.


"Ini orang kenapa menatap aku terus si?" gerutu Felisa yang merasa risih di tatap terus menerus oleh Adrian.


"Mba Fel, ke sini sendiri?" tanya Messy meyakinkan, dan Felisa menganggukkan kepalanya mengatakan kalau dirinya repot jika harus membawa anaknya.


Messy langsung to the point mengatakan kalau sepupunya merasa tertarik dengan Felisa dan berniat ingin berkenalan dengan Felisa. Membuat Feli tersedak saat meminum.


"Tidak masalah bagiku. Itu hanyalah sebuah status. Aku siap menjadi Ayah sambung untuk anak kamu. Aku akan menerima kamu apa adanya. Jujur sejak aku melihat kamu saat memberi ucapan kepada sepupu aku, aku telah jatuh hati padamu. Ada getaran di hatiku." sahut Adrian tegas. Bahkan Messy melongo mendengarnya. Felisa pun merasa kagum dengan sosok Adrian yang tegas dan serius. Tetapi bagaimana pun mereka belum saling mengenal satu sama lain.


"Maaf Mas, ini bukan suatu permainan. Pernikahan adalah suatu yang sangat sakral terlebih bagi aku yang seorang janda yang pernah merasakan pernikahan. Saya ingin mencari sosok suami bukan hanya sekedar untuk berpacaran. Memangnya Mas ini duda ya?" sahut Felisa.


Adrian mengatakan kalau dirinya adalah seorang perjaka dan bahkan selama ini dia tak pernah sekalipun berpacaran. Belum pernah ada wanita yang membuat dirinya jatuh cinta. Tetapi saat pertama kali melihat Felisa, entah mengapa dirinya merasa sangat yakin.

__ADS_1


"Jika kamu memang serius, kamu boleh mendatangi rumah aku dan melamar aku kepada kedua orang tua aku dan berkenalan dengan anak ku. Aku ingin mencari laki-laki yang serius. Jika ingin berniat mempermainkan hati, lebih baik kamu mencari wanita lain saja!" ujar Felisa. Membuat Adrian tersenyum dan merasa tertantang. Baru kali ini dirinya merasa tertantang.


Adrian mengatakan kalau sabtu ini dirinya akan mengunjungi rumah Felisa bersama keluarganya. Untuk menentukan tanggal proses lamaran, dan pernikahan. Hal itu membuat Felisa melongo dan bahkan Messy mengatakan kalau saudara sepupunya itu gi*la.


Setelah menikmati makan malam bersama, Felisa pamit pulang. Sebenarnya Adrian ingin mengantar Felisa pulang, tetapi Felisa menolaknya karena dia membawa kendaraan sendiri. Felisa masih tak habis pikir dengan apa yang di ucapkan Adrian kepadanya tadi. Terlebih mereka memiliki status yang berbeda. Dia merasa khawatir kalau orang tua Adrian tak merestui hubungan mereka dengan statusnya sebagai janda.


❤️❤️❤️


"Pa, Ma ada yang Felisa ingin bicarakan kepada kalian. Felisa ingin bercerita kalau tadi Felisa habis bertemu dengan Messy klien aku yang menggunakan jasa pembuatan gaun pernikahan mereka kemarin itu. Ternyata saudara sepupunya jatuh hati kepada aku saat pandangan pertama, pertemuan kita ke sana. Tadi dia mengatakan kalau dirinya ingin melamar aku menjadi istrinya. Aku sempat mengatakan status aku yang seorang janda dan telah memiliki satu orang anak. Ternyata dia seorang lajang. Menurut kalian gimana? Felisa meminta pendapat Mama dan Papa. Sepertinya apa yang dia katakan serius dan yakin." ungkap Felisa.


"Kalau menurut Papa, kalau dia mendatangi kami untuk melamar kamu berarti dirinya memang serius. Banyak kok yang mengalami seperti kamu. Berkenalan dan langsung menikah tak ada istilah pacaran, mereka berpacaran saat mereka telah resmi menjadi suami istri. Lagi pula kalau dirinya mau menerima status kamu dan juga Elang, kenapa tidak? Sudah sepatutnya kamu hidup bahagia dan membuka lembaran baru," ujar Papa Hadi.


"Kalau menurut Mama, kita adakan pertemuan keluarga dulu. Setelah itu kamu baru bisa menentukan. Emangnya aneh juga ya lihatnya, masa baru kenal sudah bisa langsung jatuh cinta dan bahkan melamar. Orang yang sudah saling kenal berpacaran bertahun-tahun suka banyak yang ga cocok. Lagi pula kamu juga kan pastinya ga mau gagal kembali." cerocos Mama Eliza tak mau kalah.


Akhirnya Felisa memutuskan untuk menerima tawaran Adrian untuk mengadakan pertemuan antar dua keluarga. Agar mereka saling mengenal. Tetapi Felisa tak berjanji kalau nantinya pasti akan menerima Adrian. Adrian menyetujuinya, tapi tentunya dia tak akan melewatkan kesempatan ini. Dia akan berusaha membuktikannya dengan baik agar Felisa mau menerima pinangan darinya. Dia sudah siap konsekuensinya yang akan dia hadapi kelak. Baginya seorang janda bukanlah status yang buruk. Terlebih bagi dia yang sudah cukup umur. Yang terpenting baginya, Felisa bisa menjadi istri yang baik untuknya. Kelak dia juga akan mau mengandung keturunan dari nya. Sama halnya dengan dia yang akan menerima Elang sebagai anaknya.

__ADS_1


__ADS_2