Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Kanker Serviks


__ADS_3

Nisa dan Fatih sudah kembali ke Jakarta. Hari ini Fatih masih izin tidak bekerja, mereka akan mengunjungi rumah orang tua Nisa untuk memberikan oleh-oleh yang Nisa beli untuk kedua orang tuanya.


Kini mereka baru saja sampai di rumah orang tua Nisa, mereka langsung mencari keberadaan orang tuanya. Mendengar anaknya akan mengunjungi rumahnya, Fahri sengaja tidak ke kantor. Dia sudah sangat kangen dengan anaknya.


"Bunda, Nisa kangen sama Bunda." ucap Nisa sambil memeluk mesra sang Bunda. Sama halnya dengan sang anak, Almira pun sudah merasa kangen dengan anak semata wayangnya. Fatih mengikuti istrinya, berdiri di sebelahnya untuk mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian.


"Jadi sama Ayah ga kangen ni," protes Fahri.


Nisa melepaskan pelukannya ke pada Bundanya, dan beralih memeluk Ayahnya yang sudah merasa cemburu. Sama halnya kepada sang bunda, Nisa juga meluapkan kerinduannya kepada Ayahnya.


"Bagaimana sudah ada tanda-tanda Ayah dan Bunda akan segera memiliki cucu?" goda Ayah Fahri. Nisa dan Fatih membalasnya dengan senyuman dan selalu meminta doa dari orang tuanya.


❤️❤️❤️


Berbeda halnya dengan Nisa dan Fatih yang sedang menikmati manisnya berumah tangga, Farrah justru sedang merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan dirinya jatuh pingsan dan harus segera di larikan ke rumah sakit. Dengan perasaan terpaksa Aditya membawa istri sirinya ke rumah sakit.


"Huhft, bikin susah orang saja harus menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit. Sebenarnya Farrah sakit apa sih? Apa sebenarnya dia sedang hamil, tetapi tak menyadarinya?" ucap Aditya. Farrah mengalami pendarahan hebat, darah segar mengalir dari miliknya. Sama halnya dengan Aditya, Tia pun mengira kalau Farrah saat ini sedang hamil dan mengalami keguguran.

__ADS_1


Bagaimanapun Farrah masih menjadi istrinya, meskipun hanya sekedar istri siri. Tanggung jawab masih berada padanya jika Farrah terjadi sesuatu. Kini mobil Aditya baru saja sampai di rumah sakit, Aditya langsung menggendong tubuh istri sirinya ke IGD.


Wajah Farrah terlihat pucat seperti mayat hidup, tubuhnya semakin kurus akibat sel kanker yang menggerogotinya. Nap*su makan Farrah semakin berkurang, stamina tubuhnya merosot. Sel kanker sudah menjalar di tubuhnya.


Farrah langsung mendapatkan pertolongan pertama, saat ini Farrah masih tak sadarkan diri. Dia membutuhkan transfusi darah untuk mengganti darah yang sudah keluar banyak. Suasana terlihat tegang di rumah sakit. Aditya baru memperhatikan sosok wanita yang sempat dia cintai. Bahkan dirinya dulu dengan rela meninggalkan anak dan istrinya demi Farrah.


"Dok, sebenarnya apa yang terjadi dengan istri saya? Dia sakit apa?" tanya Aditya penuh tanda tanya. Setelah dirinya menikah dengan Tia, Aditya sering kali melupakan istri sirinya yang kini sedang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit. Bahkan tanpa sepengetahuan kedua istrinya, Aditya sudah menjalin hubungan dengan wanita lain.


Dokter yang menangani Farrah, mengajak Aditya untuk berbicara ke ruangan. Ada hal penting yang ingin dia bicarakan kepada suami dari pasien.


"Ada hal penting yang saya ingin bicarakan kepada suami pasien. Apa sebelumnya pasien pernah memeriksakan penyakitnya dan apakah anda sebagai suami sudah mengetahui penyakit yang di derita istri anda? Kondisi pasien sudah sangat parah." ucap Dokter Yohanes membuat Aditya tertegun. Bingung dengan maksud ucapan Dokter tersebut.


Setelah hasil pemeriksaan medis, Dokter Yohanes menyatakan kalau Farrah menderita kanker serviks. Hal itu membuat Aditya melongo tak percaya.


"Apa diagnosa anda tak salah, Dok?" ucap Aditya yang masih tak percaya.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Aditya menatap wajah istrinya yang saat ini masih terbaring koma di ranjang rumah sakit. Berbagai macam alat medis terpasang di tubuh Farrah. Farrah terbaring lemah tak berdaya. Aditya berjalan keluar untuk segera menghubungi Tia, memberi tahu tentang kondisi Farrah saat ini.


"Bagus dong, berarti aku tak akan memiliki saingan lain? Mungkin lebih baik dia mati saja, dari pada hidup menyusahkan orang," ucap Tia sinis.


Akar permasalahan ini bermula dari Aditya. Untungnya Felisa tak memiliki dendam di hatinya, meskipun Farrah dan Aditya mengkhianati dirinya. Felisa lebih memilih melanjutkan hidupnya yang lebih baik, mengikhlaskan atas apa yang dia alami dulu. Justru dirinya bersyukur, setelah kejadian itu hidupnya justru menjadi lebih baik. Berbeda halnya dengan Farrah yang menaruh dendam kepada Tia, sama halnya dengan Tia yang merasa tak suka karena Farrah enggan bercerai dengan suaminya. Padahal setelah dia menikah dengan Aditya, perhatian Aditya lebih tertuju kepadanya. Karena Tia lebih beruntung sedang hamil anak dari Aditya. Uang yang di berikan Aditya juga lebih banyak kepada Tia. Bukan itu saja, Farrah di apartemen tersebut di anggap seperti pembantu yang mengurus segalanya.


"Saya pamit pulang dulu, jika ada yang di perlukan tolong hubungi saya! Saya titip istri saya!" ujar Aditya kepada salah satu perawat di sana. Aditya tak akan mau menjaga Farrah di rumah sakit.


Aditya baru saja sampai di apartemen, menduduki bokongnya di sofa dan menyenderkan tubuhnya sambil memijat keningnya yang tiba-tiba saja terasa pusing. Dia tak menyangka kalau Farrah menutupi penyakit tersebut darinya. Padahal selama ini Farrah tak pernah memeriksakan kondisi dirinya. Dia selalu menahan rasa sakit yang dia rasakan. Bahkan pernah dia menahan rasa sakit yang di deritanya saat berhubungan intim dengan Aditya demi memberikan kepuasan untuk suaminya. Farrah tak mencurigai saat darah segar keluar dari miliknya seperti orang datang bulan. Dia berpikir kalau hal itu terjadi karena suaminya bermain terlalu kasar.


"Apa sudah mati wanita itu?" ucap Tia yang tiba-tiba saja datang menghampiri suaminya.


"Kasar sekali bicara kamu. Tak sepantasnya kau berkata seperti itu! Apa kau tak ingat kalau Farrah seperti itu karena kamu?" ujar Aditya.


"Kok kamu malah menyalakan aku? Itu semua karena balasan yang dia rasakan karena telah merebut kamu dari istri kamu dulu," sahut Tia tanpa malunya padahal dia pun melakukan hal itu. Teriak pelakor padahal sendirinya seorang pelakor di rumah tangga Aditya dan Farrah.


"Cukup! Kau pikir kau Tuhan? Tak sepantasnya kau bicara seperti itu. Apa bedanya dia dengan kau? Apa kau tak menyadari, kalau kau juga melakukan hal yang sama kepada Farrah. Jangan sampai hal ini akan kamu alami juga," sahut Aditya.

__ADS_1


Deg!


Tia tersadar dengan ucapannya. Rasa takut menghampiri dirinya. Dia baru menyadari, kalau dirinya pun sering merasakan sakit dan bahkan Dokter sudah menyarankan dirinya untuk melakukan aborsi.


__ADS_2