
"Sepertinya kau sedang memiliki masalah dan butuh hiburan?" goda Emeli dengan genit.
Aditya tersenyum kecut, tetapi justru membuat Emeli semakin tertantang. Bukan pertama kalinya dia menemui laki-laki yang usianya lebih muda seperti kucing yang sangat menggemaskan. Terlebih gaya Aditya yang cool dan memiliki wajah yang tampan dan bertubuh atletis.
"Kita bisa sama-sama saling memuaskan!" bisik Emeli membuat bulu-bulu halus Aditya merinding. Aditya menatap wajah Emeli seksama dan dengan genitnya Emeli mengedipkan matanya.
"Bagaimana? Apa tawaran aku menggiurkan? Kau tak perlu khawatir, suamiku sering ke luar negeri karena dia memiliki perusahaan di Inggris. Aku memiliki dua orang anak, mereka saat ini kuliah di luar negeri. Aku merasa kesepian," ucap Emeli sambil meraba dada bidang Aditya.
"Memangnya berapa usiamu? Apa kau sering seperti ini dengan laki-laki lain?" tanya Aditya menyelidik. Emeli tersenyum senang, karena pada akhirnya Aditya membuka pembicaraan kembali.
"Menurut mu usia aku berapa? Kau tak perlu khawatir, meskipun usia ku sudah tak muda lagi tapi milikku masih sangat nikmat," goda Emeli kembali.
Emeli memang sering mendatangi cafe-cafe dan sering mencari mangsa yang usianya masih terbilang mudah. Emeli memiliki kelainan sek*s, hingga sering kali menginginkan fantasi liar saat bercinta. Dia suka laki-laki model seperti Aditya. Makanya sejak Aditya memasuki cafe, Emeli sudah memperhatikannya.
Aditya menghela nafasnya panjang, antara rasa malas dan suka dirinya berbincang dengan Emeli yang baginya sangat berani dan menantang.
"Baiklah, ini kartu namaku! Jika kau membutuhkan aku, kau bisa menghubungi ku! Ku yakin kau pasti akan tergoda. Tapi satu hal yang harus kamu ingat, aku paling tak suka kalau kamu sedang bersama ku kau menerima panggilan dari siapa pun. Kau hanya menjadi milikku saat bersamaku." ucap Emeli tegas. Aditya meraih kartu nama pemberian Emeli dan membacanya. Ternyata Emeli seorang pengusaha kecantikan.
__ADS_1
"Emmm, sangat menarik. Aku suka hal ini. Kami hanya sekedar saling membutuhkan." gumam Aditya.
Emeli meninggalkan Aditya begitu saja. Yach Emeli sangat cantik tubuhnya pun sangat indah meskipun kedua anaknya telah dewasa. Dia membutuhkan kehangatan di ranjang. Dirinya kerap bergonta-ganti pasangan. Bahkan dirinya rela membayar berondong untuk memuaskan dirinya.
❤️❤️❤️
"Dari mana saja kamu?" ucap Tia saat Aditya memasuki apartemen.
"Aku tak ingin bertengkar, aku lelah!" sahut Aditya dan melangkahkan kakinya meninggalkan Tia begitu saja.
Tia meringis merasakan perutnya yang terasa sakit, karen merasa kesal dengan sikap suaminya tak peduli dengan perasaannya. Hatinya merasa kesal. Hal itu membuat perutnya mengalami kontraksi.
Darah segar mengalir dari selang*kangan Tia. Jeritan Tia semakin histeris bahkan di iringi isak tangis. Akhirnya mau tak mau Aditya bangkit dari ranjang menghampiri Tia. Baru saja dirinya mau mengomel, dirinya harus melihat pemandangan darah segar mengalir dari selang*kangan istrinya, tak lama kemudian Tia jatuh pingsan. Hal itu membuat Aditya merasa panik. Dia langsung meraih kunci mobilnya dan juga dompet miliknya kemudian langsung menggendong tubuh istrinya tanpa berganti pakaian lebih dulu.
"Ti, sadar Ti! Bertahan!" ucap Aditya yang terus berusaha menyadarkan istrinya sambil dirinya fokus menyetir. Hanya memakan waktu 15 menit, Aditya sudah sampai di rumah sakit. Aditya langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya untuk di periksa. Tia mengalami pendarahan yang cukup hebat.
"Ada aja masalah di hidupku. Tia kenapa lagi, ada-ada saja," gerutu Aditya.
__ADS_1
Setelah melakukan pemeriksaan, pihak dokter yang menangani mengajak Aditya untuk berbincang masalah yang di alami Tia. Sebenarnya sejak dulu, Tia di minta untuk melakukan aborsi tetapi Tia berusaha mempertahankannya karena dia takut jika sang suami meninggalkan dirinya. Dia tak peduli jika nantinya dia akan meninggal setelah melahirkan. Nyawanya menjadi taruhannya.
"Memangnya apa yang terjadi dengan istri saya dok?" tanya Aditya. Dia meminta penjelasan dari sang dokter. Aditya terperangah kaget mendengar kalau sang istri memiliki masalah di rahimnya selain itu Tia mengalami eklamsia, kemungkinan keguguran sangat tinggi dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dokter meminta agar Tia tak mengalami stres yang cukup tinggi.
Dokter harus melakukan tindakan operasi dan pengangkatan rahim Tia. Tia akan sulit memiliki anak kembali. Aditya merasa shock mendengarnya. Dia tak ada kesempatan untuk memiliki anak dari rahim Tia. Aditya tak bisa memiliki keturunan lagi. Menyesal pun tak ada gunanya, karena hanya Elang yang menjadi keturunannya. Anak yang dia sia-siakan. Satu persatu air matanya menetes, baru kali ini dirinya merasa rapuh.
"Maafkan Papa, Lang! Mungkin ini kesalahan terbesar bagi papa, di mana Papa justru menyia-nyiakan kamu. Padahal kamu yang jelas-jelas sudah terlahir dengan selamat dan sempurna, tetapi justru Papa malah menyia-nyiakan kamu. Menelantarkan kamu dan Mama. Papa ingin kembali kepada kalian. Papa menyesal. Semoga Mama berubah pikiran dan menerima Papa di hidup kalian lagi," ucap Aditya lirih.
Tangan Aditya bergetar, dia tak pernah menyangka kalau Tia akan mengalami seperti ini. Aditya segera menghubungi kedua orang tua Tia. Bagaimana pun kedua orang Tia harus mengetahui hal ini, dia tak mau terjadi kesalahan.
"Dok, apa harus di angkat rahimnya? Apa tidak ada jalan keluar lagi selain pengangkatan rahim?" tanya Aditya. Dia yakin Tia pasti akan merasa hancur kala mengetahui kalau dia mengalami keguguran dan bahkan tak akan pernah bisa lagi memiliki anak.
Tak ada alternatif lain, Tia harus di operasi. Jika tidak akan berkembang bisa menjadi kanker rahim. Lebih berbahaya lagi. Membahayakan nyawa Tia.
Fahri dan Almira tentu saja merasa kaget saat mendengar anak angkatnya yang masih di anggap anaknya masuk rumah sakit mengalami keguguran dan bahkan harus melakukan operasi pengangkatan rahim. Almira dan Fahri masih sangat menyayangi Tia, hanya saja dirinya merasa kecewa dan ingin memberikan pelajaran kepada Tia. Justru Tia yang merasa sombong, merasa kalau dirinya bisa hidup tanpa kedua orang tua angkatnya.
"Bagaimana keadaan Tia?" lamunan Aditya terhenti kala tiba-tiba mendengar suara Fahri yang bertanya padanya.
__ADS_1
"Tia sedang di dalam kamar operasi," sahut Aditya.
"Memangnya separah itu penyakit Tia, hingga dirinya harus melakukan pengangkatan rahim. Pasti Tia akan merasa hancur kala mengetahui kenyataan seperti itu. Semua wanita akan sedih, kala dirinya gagal memiliki keturunan di pernikahannya." ucap Almira. Almira tak tahan lagi membendung perasaan sedihnya. Dia sangat tahu sifat Tia, sejak kecil dirinya 'lah yang mengurus Tia. Tia tipe orang yang selalu menginginkan apa yang dia inginkan tercapai.