Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Bahagia melihat dia menderita


__ADS_3

"Assallamualaikum. Kak, apa kabar? Sombong ni sekarang mentang-mentang sudah sukses. Aku di lupain deh." sindir Nisa yang niat hanya bercanda dengan Felisa. Setelah sidang perceraian dengan Aditya, Nisa belum bertemu lagi dengan Felisa. Karena Felisa harus sibuk mondar mandir ke Bandung dan mengurus pembukaan Salon dan butiknya. Selain itu, dia juga harus mengurus kepindahan rumah barunya dan mengembangkan usahanya.


" Kamu main ya ke butik aku! Sudah lama kita tidak mengobrol bareng. Nanti pulangnya aku bawain oleh-oleh deh buat kamu dan Bunda kamu dan kakak kamu." ucap Felisa. Nisa sempat bercerita kalau dirinya mempunyai seorang kakak angkat yang di angkat kedua orang tuanya saat dirinya di buang dan belum di temukan. Tia sempat menceritakan tentang hubungan dirinya dengan sang kakak yang tak harmonis tak seperti dirinya dengan kakaknya Kenzi.


Membicarakan soal kakak angkatnya, Nisa jadi teringat akan pernikahan kakak angkatnya dengan mantan suami Felisa. Selama ini Farrah adalah akar masalah dari pernikahan mereka. Penderitaan Nisa di rasakan akibat Kenzi lebih memilih Farrah hingga Kenzi tega menyakiti hatinya. Sama halnya dengan perceraian Felisa dan penderitaan yang di rasakan Felisa semua itu karena Farrah. Mereka akan tersenyum puas karena Farrah yang kini berada di posisi tersebut. Menerima Tia sebagai madunya, tersakiti, dan di selingkuhi kembali.


Nisa menerima tawaran Felisa untuk datang mengunjungi butiknya . Sekalian dirinya akan memberi tahu kepada Felisa tentang pernikahan Aditya mantan suami Felisa. Dengan mengendarain mobil sendiri, Nisa sudah sampai di depan butik Felisa. Ini adalah hal pertama kali bagi Nisa untuk mengunjungi butik dan salon Felisa.


"Syukurlah Kak kehidupan kamu sekarang lebih baik. Kamu bisa membesarkan Elang tanpa mengemis ke laki-laki breng*sek itu. Aku ikut bahagia melihatnya." gumam Nisa saat memasuki sebuah Salon dan juga terdapat butik di dalamnya.

__ADS_1


Nisa di antar sang pelayan Butik untuk naik ke lantai paling atas, tempat ruangan Felisa berada. Setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam, Nisa masuk ke dalam ruangan Felisa. Hal itu membuat Felisa merasa bahagia karena kedatangan Nisa, Felisa langsung bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Nisa untuk melepaskan perasaan kangennya. Felisa menganggap Nisa seperti adiknya sendiri. Dia sudah mengerti bahwa cinta tak bisa di paksakan sama halnya dengan dirinya yang tak ingin kembali lagi dengan Aditya mantan suaminya meskipun Elang membutuhkan seorang ayah. Hubungan Felisa dan Nisa tetap berjalan baik, walaupun Nisa tak menjadi adik iparnya lagi.


"Aku sedang banget melihat perubahan Kakak yang luar biasa seperti ini. Keren kak, seperti ini akan membuat mantan menyesal telah meninggalkan Kakak dulu." ucap Nisa sambil terkekeh.


"Ngomong-ngomong soal mantan, aku jadi ingat kejadian kemarin hari. Tau ga Nis aku ketemu siapa kemarin di Mall? Aku ketemu sama mantan suami aku. Dengan bangganya dia mengatakan kalau dia akan menikah sebentar lagi dan yang buat aku ketawa saat dia bilang kalau wanita yang bersama dia itu sedang mengandung anaknya. Dia sengaja mau manas-manasin Kakak. Kakak mah bodo amat deh. Kakak sudah tidak mau tau urusan dia. Gi*la ya dia, untung Kakak cerai sama dia kalau tidak bisa makan hati Kakak ga bisa hidup bahagia seperti ini. Yang ada Kakak tekanan batin, kurus kering, mati deh. Makanya Kakak bersyukur banget Allah masih sayang sama Kakak, meskipun dulu Kakak pernah bersikap buruk. Allah masih memberi kesempatan kepada Kakak untuk menjalani kehidupan lebih baik lagi," cerocos Felisa.


"Jadi Kakak sempat bertemu mereka? Kak Adit sama calon istrinya?" tanya Nisa untuk lebih jelas lagi dan Felisa menganggukkan kepalanya. Menyatakan kalau yang di tanya Nisa itu benar adanya.


Tia mengatakan kalau wanita yang di maksud Felisa itu adalah Tia kakaknya angkatnya. Membuat Felisa terkejut tak percaya, mengatakan dunia begitu sempit. Nisa menceritakan semua kejadian Aditya. Dia juga menceritakan kalau Farrah sempat ikut mendampingi Aditya saat melamar Tia sebagai istrinya.

__ADS_1


"Ya ampun kasihan banget ya Farrah. Berharap hidup bahagia malah harus merasakan hidup di poligami, di madu sama Kakak kamu. Dia akan merasakan bagaimana yang kita rasakan dulu. Kok Farrah mau ya di poligami, bukan milih bercerai sama laki-laki breng*sek itu. Padahal jelas-jelas si Adit mengkhianati dia. Karma banget ya si Farrah. Dulu Adit meninggalkan Kakak saat hamil demi Farrah. Sekarang dia di tinggalkan karena wanita itu lagi hamil. Tapi ya sudahlah itu kan urusan dia, Kakak tidak peduli. Kakak lebih bahagia dan tenang menjalani hidup seperti sekarang. Thanks ya Nis kamu sudah banyak menolong Kakak untuk melewati semua ini. Kakak juga bersyukur karena mertua orang tua Adit sangat menyayangi Kakak dan membantu Kakak dari keterpurukan dan bisa seperti ini." ungkap Felisa.


"Jahat ga sih kita kalau kita bahagia melihat dia menderita? Kakak berharap Aditya mendapatkan karmanya juga, bukan hanya Farrah saja. Karena letaknya ada di Aditya, yang tidak bisa setia." ucap Felisa.


"Tanpa kita mengucap itu dan membalasnya, Allah sudah membalas perbuatan Farrah satu persatu. Kita tinggal tunggu Authornya saja Kak nanti memberikan karma untuk Tia dan Aditya apa. Kita lihat pernikahan mereka ke depannya, apa bisa hidup bahagia bersama anaknya kelak." ujar Nisa.


Felisa berharap agar Aditya bisa memiliki keturunan dengan wanita lain, agar tak mengganggu Elang dari nya. Nisa pun mengamini. Dia merasa kasihan dengan kakak tirinya, berharap dengan hadirnya anak di tengah-tengah mereka agar membuat perubahan hidup di dalamnya.


"Sudahlah ga usah bahas mereka lagi, kita jadi penonton saja nanti. Lebih baik kita menikmati hidup kita. Oh ya gimana, apa kamu sudah mendapatkan calon pendamping hidup kembali? Jangan lupa undang-undang Kakak ya kalau nikah. Kakak doakan semoga kamu segera menikah dan mendapatkan suami yang baik." ucap Felisa.

__ADS_1


"Kakak dulu aja deh yang nikah duluan! Aku masih ingin sendiri Kak." sahut Nisa.


"Ya sudah jangan lama-lama nanti keburu tua. Kenzi pernah cerita sama Kakak, kata dia kamu dekat dengan Fatih direktur di perusahaan kamu. Ya sudah sah kan 'lah, jangan kelamaan. Eh tapi, laki-laki itu mantan suami kakak angkat kamu ya? Ya ampun perasaan sempit banget, kita harus berhubungan dengan orang-orang masa lalu kita." ujar Felisa sambil terkekeh. Dia merasa geli memikirkan takdir yang baginya begitu lucu untuknya.


__ADS_2