Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Pembalasan untuk seorang Pengkhianat


__ADS_3

"Kau kira, kau yang bisa berbuat seperti itu. Kau tak tau saja apa yang aku perbuat di sini. Aku bahkan telah menikahi wanita lain di sini, bahkan wanita itu lebih muda dari mu. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Selama ini aku kira kau setia padaku, hingga aku memutuskan untuk menutupinya dari mu. Tak ingin membuat kau tersakiti, menganggap pernikahan kita baik-baik saja." ucap Yudha saat memandangi wajah Emeli di ponselnya. Rasa cintanya kepada Emeli sangatlah besar, Gina hanya istri sirinya. Dia menikahi Gina hanya untuk menyalurkan hasratnya selama bekerja di luar berpisah dengan Emeli. Tak ada cinta untuk Gina. Gina seorang mahasiswi di tempat Yudha bekerja, demi uang dirinya mau menjadi sugar baby Yudha.


"Sayang, apa kau tak menginginkan bercinta? Aku sudah sangat merindukanmu." goda Gina. Dia merasa kesal dengan Yudha yang selalu saja mencintai Emeli, Gina berharap di nikahi secara resmi dan Yudha menceraikan Emeli.


Yudha meletakkan ponselnya, bayangan Pengkhianat Emeli menari di pikirannya. Lantas siapa yang di salahkan dalam hal ini? Dia pun bukan seorang laki-laki yang setia. Meskipun dia mencintai Emeli, tapi dia berkhianat menikahi Gina secara siri.


Lain halnya Gina dan Yudha yang sedang asyik bercinta. Aditya justru sedang merasakan kehancuran. Aditya baru saja mengunjungi dokter untuk memeriksakan kondisinya terkini. Aditya di nyatakan impoten. Ejekan dirinya lalu kepada Tia saat di sidang perceraian ternyata terjadi padanya.


"Aku tak akan lagi memiliki keturunan. Hanya Elang yang aku miliki, tetapi dia tak mau dekat denganku. Mungkinkah semua ini karma yang aku perbuat selama ini kepada mantan-mantan istriku? Hiks ... hiks ...Aku sekarang menjadi laki-laki yang cacat, Emeli pasti akan meninggalkan aku. Dasar laki-laki tak berguna." teriak Aditya memukuli wajahnya. Penyesalan tinggallah sebuah penyesalan, semua tak akan pernah kembali lagi seperti dulu. Dia harus menerima pembalasan untuk seorang Pengkhianat.


Bukan hanya Aditya, Emeli pun sedang menangis meratapi nasibnya. Kini hanyalah tinggal penyesalan atas perbuatan selama ini yang sering kali berganti pasangan untuk menyalurkan hasratnya saat sang suami tak bersamanya. Dia pencinta laki-laki yang usianya di bawah dia, yang masih sangat perkasa di ranjang. Bukan hanya Aditya saja sebagai targetnya, lebih dari lima orang berganti partner. Tak memikirkan efek yang akan terjadi nanti. Emeli di nyatakan menderita HIV. Dia baru menyadari akhir-akhir kini, staminanya menurun. Penyakit ini menyerang kekebalan tubuh tidak secara instan, selama ini Emeli merasakan baik-baik saja hingga dirinya merasa terlena.


Hanya tinggal menunggu ajal akan menjemputnya. Rencananya esok dia akan mendatangi suaminya, untuk memberi tahu tentang kondisinya saat ini dan mengakui semua kesalahan yang pernah dia perbuat. Dia sangat takut dengan kematian ya kapan pun akan datang menghampiri dirinya. Berharap sang suami memaafkan dirinya dan bisa mengobati penyakitnya.


Wajah Emeli terlihat pucat meskipun sudah di tutupi riasan. Rencananya dia akan mengunjungi sang suami dan kedua anaknya yang di luar negeri. Sebelum dirinya menghembuskan napas terakhirnya, dia ingin bersama keluarganya. Menjalani kehidupan menjadi keluarga bahagia. Entahlah apa semua itu bisa terjadi seperti mimpinya.

__ADS_1


"Pak, tolong bawa saya ke alamat ini!" ucap Emeli ( percakapan dalam bahasa asing ).


Emeli baru saja sampai di apartemen tempat sang suami tempati selama bekerja di sana. Dulu, Emeli sempat ikut tinggal bersama sang suami. Jiwa liar yang membuat dirinya menginginkan sebuah kebebasan. Dia memilih kembali ke Indonesia menjalani hidup sendiri. Hidup layaknya sosialita, bahkan dia ikut arisan berondong yang mengajarkan dia untuk bermain-main dengan seorang berondong hingga akhirnya dia ketagihan.


"Semoga Mas Yudha ada di apartemennya. Lagi pula hari ini kan hari libur." Emeli bermonolog sendiri. Dia sengaja memberikan kejutan untuk suaminya, tak memberi kabar sebelumnya.


Ting Nong! Ting Nong!


Suara bel berbunyi. Gina bergegas membuka pintu apartemen. Sedangkan Yudha saat itu sedang berada di kamar mandi untuk mandi membersihkan sisa percintaannya dengan Gina. Gina tak tinggal satu apartemen dengan Yudha, hanya di saat Yudha menginginkannya saja.


"Siapa kamu? Mengapa ada di apartemen suamiku? Dasar wanita ja*lang pergi kau dari sini!" teriak Emeli menarik paksa Gina. Hal itu tentu saja membuat Gina merasa tak terima. Justru ini kesempatan baginya agar Emeli mengetahui hubungannya dengan suaminya.


"Lepaskan! Lepaskan aku nenek tua! Aku ini bukan seorang jala*ng seperti yang kau bilang! Aku juga istri suamimu. Saat berada di sini, suamimu milikku!" ucap Gina membela diri. Gina berusaha menghempaskan tangan Emeli.


Mendengar keributan, Yudha yang baru saja selesai mandi bergegas ingin melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


"Sayang ... Sayang ada apa? Siapa yang bertengkar? Sa ..." ucapan Yudha terhenti saat melihat sosok istrinya berada di hadapannya. Yudha keluar hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Ada perasaan tak tega di benak Yudha, bagaimana pun dia tak ingin menyakiti hati Emeli. Hal itu terhenti kala teringat kata-kata di pesan SMS dari Aditya yang dia baca. Istrinya selingkuh dengan laki-laki lain dan bahkan mereka sering kali melakukan hubungan suami istri. Dia memang bermain dengan Gina, tetapi dia tak pernah menyakiti hati Emeli.


"Tega kamu Mas, ternyata selama ini kamu berselingkuh di belakang aku. Pantas saja kamu betah di sini, jarang sekali pulang. Ternyata ada dia yang menemani kamu." ucap Emeli lirih. Bagaimana pun dia hanyalah seorang wanita yang memiliki hati dan perasaan. Terluka di saat mengetahui suaminya berkhianat.


"Bukankah yang kita lakukan impas? Kau kira aku tak tahu kalau kamu tak berselingkuh di belakang aku? Aku tahu semuanya, tapi aku memilih untuk diam sampai waktunya tiba. Aku senang karena akhirnya kamu merasakan apa yang aku rasakan juga. Bahkan aku lebih menang, tanpa kamu ketahui aku telah menikahi Gina secara siri. Jika kau tak sanggup berpoligami kamu bebas meminta cerai dari ku. Kamu bisa bebas bersama laki-laki itu!" ungkap Yudha. Meskipun dirinya berkhianat, tetapi selama ini cintanya hanya untuk Emeli.


"Jadi kamu mau membuang aku seperti sampah?" tanya Emeli dengan darah yang mendidih.


"Aku tak membuang kamu, kamu yang membuat aku menjadi laki-laki yang kejam. Meskipun aku berkhianat tapi cintaku masih milikmu, tapi sejak saat itu kamu telah menggoreskan luka di hatiku." ucap Yudha membuat Emeli tak mampu berkata-kata.


Kenyataan terkadang tak seindah yang di bayangkan. Berniat ingin merasakan kebahagiaan bersama keluarga tercinta sebelum ajal menjemput, Emeli justru harus menerima kejutan dari sang suami. Lantas apa yang akan Emeli lakukan selanjutnya menjalani kehidupan.


Sambil menunggu up mampir yuk di karya temanku yang pastinya seru.


__ADS_1


__ADS_2