
"Mengapa tubuh aku akhir-akhir ini terasa lemas ya, inginnya bermalas-malasan. Tak nap*su makan pula." gumam Nisa yang merasakan tubuhnya sedikit berbeda. Dia memegang keningnya tetapi tak merasakan panas di tubuhnya.
"Sebenarnya aku sakit apa ya? Apa tekanan darahku rendah membuat kepalaku sering kali terasa pusing dan bahkan mataku sering kali merasa kunang-kunang seperti orang yang mau pingsan," Nisa bermonolog pada hatinya sendiri.
Meskipun tubuhnya tak merasa tidak enak badan, pagi ini Nisa ingin membuatkan sarapan untuk suami tercintanya. Setelah sholat Shubuh dirinya memilih untuk langsung memasak ke dapur.
Owek ... Owek ... Owek
Nisa berlari menuju ke kamar mandi yang berada di dekat dapur. Perutnya terasa mual saat mencium wangi bawang putih. Tubuhnya semakin lemas saja, bahkan dirinya harus berjalan sampai berpegangan tembok. Hal itu tentu saja membuat Bi Inah histeris panik dan membantu nyonya nya untuk duduk di kursi meja makan, kemudian dirinya membuat teh manis hangat.
"Ibu kenapa? Wajah Ibu terlihat pucat sekali. Ibu sakit? Kalau sakit lebih baik Ibu tidur saja, biar saya yang memasak untuk sarapan," ujar Bi Inah.
"Aku juga ga tau Bi, sejak kemarin aku sudah merasa tak enak badan tetapi puncaknya pagi ini," sahut Nisa. Nisa menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dari kemarin dan pagi ini.
"Ibu hamil kali, soalnya ciri-ciri yang Ibu bilang itu seperti orang yang lagi hamil mengidam. Wah selamat ya Bu, akhirnya Ibu dan Bapak di berikan keturunan," ungkap Bi Inah.
__ADS_1
Nisa belum begitu yakin, dia masih mengira kalau dirinya masuk angin. Bagaimana tidak masuk angin, hampir setiap malam dirinya melakukan ritual olahraga ranjang melayani suami dudanya. Terlebih dirinya yang memang belum berpengalaman, pastinya masih merasa bingung dengan apa yang dia rasa.
Merasa tubuhnya sudah merasa agak mendingan, dirinya masuk ke dalam kamar untuk membangunkan suaminya yang tertidur kembali setelah sholat Shubuh. Saat itu Fatih masih merasa mengantuk dan akhirnya memilih untuk tidur kembali, sedangkan Nisa memilih untuk memasak.
Nisa berlari kembali ke kamar mandi, lagi-lagi dirinya memuntahkan kembali. Tubuhnya semakin pucat. Dirinya sempat memanggil suaminya saat kepalanya terasa berputar-putar dan matanya terasa kunang-kunang. Untungnya Fatih seorang suami siaga, saat mendengar sang istri memanggil namanya, dia langsung loncat dari ranjangnya dan berhasil tepat waktu menangkap istrinya.
"Sayang, bangun! Kamu kenapa? Jangan membuatku khawatir!" ucap Fatih yang terlihat panik. Fatih meletakkan tubuh istrinya di ranjang, dan berusaha menyadarkan sang istri yang jatuh pingsan. Fatih memanggil ART nya untuk membuatkan teh manis hangat untuk sang istri. Dia juga langsung memberikan minyak angin di hidung istrinya. Kepanikannya bertambah dan akhirnya dia memutuskan untuk membawa sang istri ke rumah sakit.
Setelah berganti pakaian, Fatih langsung membopong sang istri untuk membawanya ke rumah sakit. Dirinya terlihat panik, merasa takut jika terjadi sesuatu dengan istrinya. Bahkan dirinya memarkirkan mobilnya dengan asal, baginya nyawa sang istri yang terpenting. Dia berlari memasuki ruangan IGD.
Nisa perlahan membuka matanya dan melihat sang suami dan tim medis yang berdiri di dekatnya. Dia baru menyadari kalau saat ini dirinya berada di rumah sakit. Dirinya tak habis pikir, mengapa dirinya sampai jatuh pingsan seperti itu.
" Sebenarnya apa yang ibu rasa sebelum ibu jatuh pingsan?" tanya Dokter balik. Dia ingin memastikan lebih detail lagi, karena menurut hasil pemeriksaan tak ada yang bermasalah pada tubuh Nisa. Hanya tekanan darahnya sedikit rendah.
Nisa menceritakan kondisinya saat itu yang merasakan kepalanya pusing, matanya berkunang-kunang, dan merasa mual terlebih yang wanginya menyengat seperti bawang putih. Sang dokter menyimpulkan kalau Nisa saat ini sedang berbadan dua. Dirinya menyarankan agar Nisa melakukan pemeriksaan ke poli obgyn, agar lebih pasti lagi.
__ADS_1
"Memangnya istri saya hamil? Mengapa anda menyarankan untuk melakukan pemeriksaaan lanjutan ke sana?" tanya Fatih yang akhirnya ikut bicara.
"Sepertinya. Lebih pastinya saya menyarankan agar Nyonya Nisa untuk melakukan pemeriksaan ke poli obgyn." sahut sang dokter.
Fatih langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat dan memberikan kecupan di kedua pipi dan juga kening Nisa. Meluapkan perasaan bahagianya karena sebentar lagi akan memiliki buah cinta di pernikahannya.
"Bang, apa abang tak terlalu berlebihan seperti ini? Semua kan belum pasti. Kita belum memeriksa ke sana, kalau nantinya aku tidak hamil dan memiliki penyakit lain bagaimana?" tanya Nisa yang masih belum yakin, dia takut jika yang saat ini dia rasa adalah penyakit.
Fatih akhirnya memindahkan tubuh istrinya di kursi roda, kemudian dia mendorongnya menuju poli obgyn dengan di anterin satu orang perawat yang berasal dari IGD. Fatih sudah tak sabar menunggu kabar bahagia untuk dirinya. Kini saatnya Nisa yang mendapat giliran untuk melakukan pemeriksaaan. Fatih mendorong kursi roda dan membawanya masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
Dua garis merah dan hasil dari USG hasil menyatakan kalau Nisa memang benar hamil. Fatih dan Nisa merasa sangat bahagia, karena akhirnya mereka nantinya akan menjadi orang tua. Fatih langsung menunjukkan sikap terimakasih nya kepada sang istri. Memberikan kecupan kepada istrinya, karena telah mengandung malaikat kecil di rahimnya.
"Saya ucapkan selamat untuk kalian. Tetapi ingat tetap harus di perhatikan. Kandungan ibu masih sangat lemah. Mual dan pusing sering kali terjadi pada ibu hamil. Ibu akan mengalami morning sickness dan mengidam di trimester pertama. Meskipun tidak nap*su makan, ibu tetap harus makan. Agar sang janin tetap mendapatkan nutrisi. Perbanyak minum air putih dan makan buah-buahan dan juga sayur-sayuran. Ini saya akan menuliskan resep untuk vitamin, pereda rasa mual, vitamin kecerdasan otak bayi, dan vitamin untuk penguat kandungan." ungkap sang dokter yang menangani Nisa.
"Dok, apakah di tri semester pertama kami boleh melakukan hubungan suami istri?" tanya Fatih untuk menyakinkan bahkan sampai mendapatkan capitan dari sang istri. Dirinya merasa malu dengan ucapan yang sangat tabu.
__ADS_1
"Kami kenapa sayang? Justru hal ini sangat penting demi kelangsungan hidup," ujar Fatih dengan santainya membuat wajah Nisa memerah. Dia tak menyangka laki-laki kaku nya bisa berubah menjadi suami yang mesum.
Dokter menyarankan agar menghentikan sementara aktivitas ranjang sampai semuanya aman. Jika harus melakukan karena terpaksa tak bisa menahan hasratnya, bisa di lakukan tetapi harus menggunakan pengaman atau membuangnya di luar. Karna sper*ma yang menyirami rahim akan membuat keguguran. Selain itu, dirinya juga harus melakukan dengan sangat pelan.