Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Pelakor Tak Punya Hati


__ADS_3

Di saat Felisa berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan buah hatinya bersama Aditya, Aditya baru saja selesai bercinta dengan Farrah. Aditya benar-benar perkasa di ranjang tak mengenal kata lelah, dirinya baru berhenti saat Farrah sudah tak mampu lagi menandinginya.


"Aku lelah sayang, sudah dulu!" ucap Farrah lesu yang tubuhnya kini terasa remuk.


"Sedikit lagi sayang!" racau Aditya yang hasratnya sudah memuncak. Akhirnya Aditya berhasil menumpahkan benihnya di dalam rahim Felisa, tetapi mereka tak akan memiliki anak karena Felisa masih menggunakan alat kontrasepsi.


Benar saja Farrah langsung tertidur pulas, sedangkan Aditya bangkit untuk membersihkan sisa-sisa percintaannya dengan sang istri. Setelah selesai kini dirinya mencari keberadaan ponselnya, dia ingin bermain game online sampai merasa ngantuk.


"Felisa? Ada apa?" gumam Aditya saat melihat banyak panggilan masuk dari Felisa di ponselnya. Akhirnya dia membuka pesan chat yang masuk, dia ingin tahu apa yang membuat Felisa menghubungi dirinya. Selama ini Felisa sering menghubungi dirinya, namun Aditya berusaha menghindari. Dia hanya ingin berurusan dengan Felisa jika dalam hal penting.


Aditya membaca pesan masuk yang di kirim oleh Felisa satu persatu. Mulai dari Felisa merasakan mulas, minta Aditya mengantarnya ke bidan, dan dia juga mengatakan kalau dia merasakan sakit yang luar biasa.


"Kasihan, aku harus segera menemuinya. Aku coba hubungi ponsel dia dulu menanyakan keberadaannya saat ini." gumam Aditya.


Aditya menghubungi Felisa balik untuk menanyakan di mana Felisa sekarang. Ponsel Felisa berdering, Kenzi langsung membuka tas Felisa dan mencarinya. Dan baru panggilan kedua Kenzi mengangkat telepon dari Aditya.


"Halo. Gimana keadaan Felisa? Sekarang dia di mana?" cerocos Aditya. Dia merasa panik saat mendengar Kenzi lah yang mengangkat ponsel milik Felisa.

__ADS_1


"Sebaiknya Kakak segera ke rumah sakit! Keadaan Kak Felisa dalam bahaya, hingga dokter menyarankan melakukan tindakan operasi. Sekarang Kakak lagi di kamar operasi. Tadi aku mencoba menghubungi Kakak, tetapi berkali-kali Kakak tak mengangkat teleponnya." ujar Kenzi. Bagaimana dirinya mengangkat telepon dari Felisa jika dirinya sedang sibuk bercinta dengan istri barunya, terlebih dia memang sengaja silent ponselnya agar tak mengganggu aktivitas ranjangnya.


Aditya merutuki kebodohannya. Sampai-sampai Kenzi lah yang harus menandatangani surat perjanjian sebelum melakukan operasi. Meskipun nantinya dia akan bercerai dengan Felisa, Felisa tetap ibu dari anaknya yang saat ini sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan buah hatinya ke dunia.


"Kakak mau siap-siap pergi ke mana? Bukankah ini masih malam?" tanya Farrah yang terbangun dari tidurnya karena mendengar suara yang di lakukan Aditya di kamar.


"Aku harus segera ke rumah sakit, Felisa sedang berjuang melahirkan anak Aku!" sahut Aditya sambil memakai jaketnya. Melihat sang suami hendak pergi menemui mantan istrinya, tentu saja Farrah merasa tidak terima. Dia langsung bangkit dan menghalangi Aditya yang hendak keluar dari kamar.


"Enggak! Pokoknya Aku ga mau kalau Kakak pergi! Kakak itu sudah bercerai darinya, jadi besok saja Kakak ke sananya bersama Aku!" ujar Farrah membuat Aditya naik pitam.


"Tega kamu Kak sama Aku! Aku ini Istri Kakak sekarang! Dia itu hanya mantan istri Kakak!" ucap Farrah yang kini terisak tangis.


Melihat sang istri menangis karena ulahnya membuat Aditya merasa tak tega. Memang benar yang di katakan Farrah, harusnya dia lebih menjaga perasaan Istrinya kini di banding mantan istrinya. Lagi pula sudah ada Kenzi yang menemani Felisa.


"Sudah ya jangan menangis! Maafin aku! Aku panik saat Kenzi bilang Felisa dalam bahaya. Aku mengkhawatirkan anak Aku yang akan dilahirkan Felisa, terlebih anak itu Cowok." ucap Aditya sambil menghapus air mata yang membasahi wajah Farrah. Hal itu tentu saja membuat Farrah tersenyum bahagia karena suaminya lebih memilih dia.


Aditya menghela napas panjangnya, dan meraih ponselnya untuk menghubungi mantan adik iparnya untuk memberi tahu kalau dirinya sangat lelah sehingga tidak bisa ke rumah sakit malam ini. Aditya hanya mengirimkan pesan lewat chat dan setelah itu dirinya naik ke ranjang menemani sang istri. Memeluk erat tubuh sang istri untuk menenangkan hati sang istri.

__ADS_1


Sedangkan di rumah sakit terjadi kepanikan, karena Felisa membutuhkan transfusi darah dia mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan. Dan saat ini dia mengalami koma. Tentu saja membuat Papa Hadi, Mama Eliza, dan Kenzi tak henti-hentinya meneteskan air matanya. Mereka sangat takut jika sang kakak atau sang anak meninggalkan mereka untuk selamanya.


"Kasihan sekali nasibmu, Nak! Kamu terlahir dari Papa yang begitu tega kepadamu dan kini Mama mu sedang dalam kritis. Kamu harus kuat dan doakan Mama agar sehat kembali bisa mengurus kamu!" ucap Kenzi lirih dalam hati saat melihat bayi laki-laki mungil yang wajahnya sangat mirip dengan sang Kakak, bayi mungil yang tak berdosa yang harus merasakan kedua orang tuanya berpisah di saat dirinya terlahir ke dunia.


Kenzi berusaha menghubungi Aditya untuk memberi tahu kalau anaknya sudah lahir dan sang kakak saat ini dalam keadaan kritis. Namun, sayangnya Aditya masih tertidur pulas dia pun tak akan mendengar panggilan telepon dari Kenzi.


Farrah terbangun dari tidurnya, dan langsung mengecek ponsel milik suaminya. Wajahnya berubah seperti seorang ib*lis saat membaca pesan yang di kirimkan Kenzi kepada Aditya.


"Kenapa ga mati saja sih kamu! Biar tak ada lagi pengganggu di rumah tangga Aditya dengan Aku." gumam Farrah dalam hati. Dan dengan jahatnya, Farrah menghapus pesan dari Kenzi agar Aditya tak mengetahuinya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kalian untuk bersatu kembali. Jika rumah tangga aku bersama Kenzi hancur, kalian pun harus sama!" ucap Farrah menyeringai licik.


Setelah selesai mandi, Farrah langsung membangunkan Aditya untuk bersiap-siap berangkat ke kantor. Farrah membubuhi ciu*man di kedua pipi, kening, dan berakhir di bibir Aditya dan sedikit melu*matnya. Farrah sangat mencintai Aditya dan dia tak ingin Aditya di miliki oleh siapa pun termasuk ibu dari anaknya Aditya yang tak lain Farrah. Tentu saja hal itu membuat Aditya mengerjapkan matanya dan memberikan senyuman termanisnya untuk istrinya.


Kini Aditya sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja, mereka sudah duduk di meja makan untuk menikmati sarapan pagi. Farrah memilih merahasiakan hal ini dari Aditya.


Selamat hari Senin, selamat beraktifitas. Saatnya Vote, jika berkenan kirim vote untuk karya ini ya. Author minta dukungannya 🙏😄😍

__ADS_1


__ADS_2