Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Aisyah anakku!!!


__ADS_3

Fahri meminta Fatih untuk memanggil Aisyah kembali. Dia ingin membicarakan tentang kecurigaan dirinya, bahwa Aisyah adalah anaknya yang pernah hilang.


Tok...Tok...


"Permisi pak! Ada yang perlu Aisyah bantu?" ucap Aisyah ramah.


"Silahkan duduk, Syah! Tujuan saya memanggil kamu, karna ada yang ingin pak Fahri bicarakan kepada kamu!" ucap Fatih. Hal itu membuat jantung Aisyah menjadi berdebar-debar.


"Sini Syah, duduk samping saya! Biar kita ngobrolnya lebih dekat! Santai saja ga perlu merasa sungkan sama saya! Tenang, saya ga gigit kok!" ujar Fahri sedikit melucu, dia ingin membuat suasana tidak terlalu tegang.


Aisyah berusaha menenangkan hatinya. Menormalkan jantungnya yang sejak tadi berdebar-debar. Entah apa yang sebenarnya dia rasakan, dia pun tak mengerti. Meskipun bibirnya berusaha tersenyum, namun tak seiring dengan wajahnya yang masih terlihat tegang. Aisyah menduduki bokongnya di sebelah Fahri.


"Sebelumnya saya minta maaf karna telah mengganggu waktu kamu! Dan maaf jika saya berkata lancang kepada kamu! Apa kamu memiliki orang tua?" tanya Fahri singkat. Meskipun Fahri berusaha bicara tenang, tapi tetap saja membuat perasaan Aisyah tak karuan.


Aisyah menceritakan jika dirinya memiliki orang tua, namun keduanya telah tiada. Dan kini dia hidup sebatang kara. Ayahnya meninggal karna kecelakaan kerja, sedangkan ibu nya meninggal karna gagal ginjal.


"Innailaihi wainailaihi rojiun. Saya turut berduka cita ya, Syah! Tapi kamu yakin jika mereka adalah orang tua kandung kamu? Pernah ga orang tua kamu bercerita sesuatu gitu tentang diri kamu?" ujar Fahri. Hal itu membuat Aisyah bertambah bingung dengan perkataan Fahri yang seperti teka teki.


Fahri akhirnya mengungkapkan kecurigaan dirinya, bahwa Aisyah adalah anaknya yang hilang 20 tahun lalu. Anaknya yang di buang oleh ibu tirinya dia. Dan saat di interogasi dulu, sang ibu tiri mengaku jika dirinya memang telah memberikan anaknya kepada seorang penjual gado-gado. Namun sayangnya saat Fahri mencarinya, penjual gado-gado tersebut sudah tak dagang di situ lagi. Membuat mereka kehilangan jejak.


Aisyah yang tak mengetahui masa lalu hidupnya dulu, tentu saja tak terusik dengan apa yang terjadi dengan Fahri. Karna identitas dirinya memang di tutup rapat oleh kedua orang tua angkatnya. Dan justru dirinya menjadi bertambah bingung dengan maksud dan tujuan ucapan Fahri.

__ADS_1


"Tanda merah di tangan kamu, menjadi keyakinan saya kalau kamu adalah anak saya yang telah hilang 20 tahun lalu. Bolehkah saya mengajak kamu melakukan tes DNA? Mencocokkan sampel rambut kamu dengan rambut saya dan istri saya? Saya akan mencoba mengatur waktunya!" ungkap Fahri to the point. Tentu saja membuat Aisyah tercengang.


"Mengapa bapak sebegitu yakinnya kalau saya adalah anak bapak? Bukankah tanda lahir seperti ini bisa saja di miliki orang lain? Tapi kalau bapak masih merasa penasaran, baiklah saya tidak akan merasa keberatan jika bapak menginginkan tes DNA dengan saya." ujar Aisyah.


❤️❤️❤️


Hari yang di nanti telah tiba, Aisyah sudah sampai di rumah sakit. Fahri dan Almira sang istri sudah sampai lebih dulu di sana. Aisyah menatap lekat wajah wanita di samping Fahri. Wajah Almira memiliki kemiripan dengan Aisyah, terutama di bagian mata. Senyum manisnya Aisyah pun sama seperti Almira.


"Aisyah, perkenalkan ini istri saya namanya Almira! Sayang...ini wanita yang sempat aku ceritakan ke kamu kemarin!" ucap Fahri. Fahri mengenalkan Aisyah dengan Almira.


Jantung keduanya berpacu sangat cepat, ada getaran berbeda saat keduanya berjabat tangan. Untuk mempersingkat waktu, mereka mulai melakukan pengetesan lewat sampel rambut dan juga darah agar lebih menyakinkan bahwa mereka memiliki kecocokan. Aisyah memilih lebih banyak diam. Dia tak ingin berharap lebih jauh dalam hal ini. Jika memang dia adalah anak dari Fahri, tentu saja dia akan merasa bahagia karna ternyata dia masih memiliki orang tua.


❤️❤️❤️


Tangan Fahri bergetar saat dirinya menerima amplop putih yang berisi hasil dari tes DNA. Air matanya jatuh satu persatu saat membaca bahwa Aisyah memang benar anaknya yang telah hilang 20 tahun yang lalu.


"Gimana mas? Apa hasilnya? Apa Aisyah benar anak kita?" serentetan pertanyaan terucap dari mulut Almira.


Fahri langsung memeluk tubuh istrinya erat dan mengucapkan jika Aisyah memang benar anak mereka. Mendengar penuturan suaminya, Almira pun ikut terisak tangis. Merasa terharu karna akhirnya dia bisa bersatu kembali. Dulu mereka sempat merasa putus asa untuk menemukan anak kandungnya, tapi ternyata takdir masih berpihak kepadanya.


Fahri langsung menghubungi Fatih, untuk memberitahukan jika Aisyah adalah anaknya. Dan Fahri menanyakan kepada Fatih, alamat tempat tinggal Aisyah karna dia ingin memberikan kejutan kepada Aisyah.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya mas, aku bahagia banget. Akhirnya kita berkumpul kembali sama anak kandung kita." ujar Almira dan di iyakan oleh suaminya.


Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju tempat tinggal Aisyah. Mereka sudah tidak sabar ingin memberitahukan hal ini kepada Aisyah. Roda kehidupan memang selalu berputar. Aisyah pernah berada di posisi titik paling terendah, dan kini mereka tinggal menikmati buah kesabaran yang dia lakukan.


Tok...Tok


Pintu kamar kontrakan Aisyah di ketuk. Mendengar suara ketukan pintu, Aisyah bergegas untuk membukanya. Dia tak ingin membuat tamunya menunggu lama.


Alangkah terkejutnya Aisyah saat melihat Fahri dan Almira yang datang menghampiri dirinya.


"Pak Fahri dan ibu Almira?" ucap Aisyah yang merasa terkejut.


Aisyah mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk, meskipun hanya duduk di karpet. Kemudian pamit untuk membuatkan minuman untuk mereka.


"Silahkan di minum, Pak Fahri dan Bu Almira! Maaf hanya ini saja yang bisa saya sediakan!" ucap Aisyah sambil meletakkan sebuah nampan berisi dua cangkir teh manis hangat.


Almira yang sejak tadi menahan perasaannya, akhirnya runtuh juga. Dia langsung menghampiri dan memeluk Aisyah. Dan menumpahkan perasaannya. Tentu saja hal itu membuat Aisyah tersentak kaget, jantungnya terasa terhenti seketika. Saat Almira mengatakan jika dirinya adalah anak kandungnya.


"Kamu adalah anak kami! Darah daging kami yang sempat hilang. Maaf jika kami tidak bisa menjaga kamu dulu, membuat kamu harus merasakan hidup menderita seperti ini. Bunda janji tak akan membiarkan kamu merasakan hidup kekurangan lagi. Kamu adalah anak kami satu-satunya. Kami ingin kamu bisa hidup bahagia." ujar Almira di iringi Isak tangis. Bukan hanya Almira saja yang menangis, Aisyah dan Fahri pun ikut menangis. Tangis haru mengiringi pertemuan mereka. Semua terasa mimpi. Aisyah ternyata adalah anak orang kaya, anak pemilik perusahaan tempat dirinya bekerja.


Beri dukungannya ya kakak! 😍😘🙏

__ADS_1


__ADS_2