
Berbeda halnya dengan Farrah bersiap menerima karmanya, menerima pernikahan suaminya lagi dengan wanita lain, dan hidup satu atap dengan madunya. Felisa justru sedang berada di puncak kariernya.
"Terima kasih ya sayang, kamu selalu menjadi penyemangat untuk Mama untuk terus bersemangat meraih kesuksesan. Mama akan buktikan, kalau tanpa Papa kita bisa hidup bahagia. Biarkan saja Papa melupakan kita, tetapi kita masih memiliki orang-orang yang menyayangi kita. Oma, Opa, Nenek, Kakek, Om Kenzi semua sayang kita." ucap Felisa sambil memeluk sang anak yang semakin menggemaskan.
Selain memiliki butik, Felisa kini beranjak ke dunia e-commerce dengan melakukan penjualan secara online. Dia juga berniat ingin sekolah menjadi seorang designer untuk menghasilkan produk sendiri dengan brand sendiri di butiknya. Hal ini sudah dia bicarakan ke mertuanya dan Mama Indah menyetujuinya. Felisa juga akan membuka sebuah konveksi untuk pakaian menengah ke bawah.
Cobaan berakhir kesuksesan inilah yang di rasakan Felisa saat ini. Dulu saat dirinya menjadi istri Aditya, hari-harinya hanya di rumah dan kumpul sama teman-teman sosialitanya. Kini semenjak dirinya menjadi seorang janda dengan satu anak dan mengurus kedua orang tuanya, Felisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggungjawab. Rezeki terus mengalir, Felisa menjadi sosok yang sukses. Tentunya semua ini karena dukungan dari mertua dan keluarganya.
❤❤❤
"Ma, aku titip Elang ya! Hari ini aku ada pertemuan dengan klien aku di sebuah mall. Doain ya Ma semoga klien aku memakai jasa butik aku untuk acara pernikahannya. Mama tau tidak, klien aku artis terkenal. Suatu kebanggaan kalau dia memilih butik aku. Aku sih yakin dan optimis kalau dia akan tertarik, aku kemarin sempat lihat sketsa Leona. Bagus banget." ucap Felisa.
Jika hari-hari biasa, Felisa sering kali membawa serta Elang bersamanya. Karena dia ingin memberikan ASI eksklusif. Namun, kalau dia bertemu dengan kliennya dia terpaksa meninggalkan Elang kepada Mamanya. Meskipun dirinya sudah mempekerjakan seorang baby sister, Felisa tak mempercayai 100 persen. Harus tetap dalam pengawasan dia atau Mama nya. Mama Indah dan Papa Rizal sungguh baik kepadanya, demi kenyamanan cucunya dia rela membelikan mobil untuk Felisa bawa pergi bersama Elang. Meskipun demikian, tak membuat Felisa berpangku tangan dia justru lebih bersemangat. Dia ingin mencicil uang yang di berikan mertuanya itu.
"Tolong kamu siapkan semuanya! Siang ini kita akan bertemu dia." ujar Felisa kepada Designer yang bekerja sama dengan butiknya. Meskipun Leona bukan Designer terkenal, tetapi karya-karyanya sangat baik. Leona dan Felisa berjuang bersama. Leona adalah sahabat Felisa sejak duduk di bangku SMP. Awalnya Leona merasa tidak yakin dengan kemampuannya, dia hanya belajar secara otodidak.
Felisa sudah bersiap-siap untuk berangkat. Kini Felisa sudah menggunakan baju gamis syar'i, terlihat anggun dan bertambah cantik. Perceraian sudah banyak memberikan hikmah tersendiri untuknya.
__ADS_1
Seorang wanita di katakan cantik bukan hanya dengan berpakaian seksi dan terbuka. Felisa ingin mencari sosok suami yang lebih baik untuknya. Kini Felisa sudah dalam perjalanan menuju mall tempat mereka berjanjian. Pertemuan mereka di adakan di sebuah restoran yang berada di dalam mall tersebut. Meskipun mobil yang di miliki Felisa saat ini bukanlah sebuah mobil mewah, dia sudah sangat bersyukur. Felisa bergegas memasuki mall bersama Leona, setelah dirinya memarkirnya mobilnya di parkiran basement. Mereka berjalan secara beriringan menuju restoran tempat mereka berjanji untuk bertemu.
Ternyata ada seorang yang menatap dirinya tak berkedip, merasa tidak yakin kalau itu adalah Felisa mantan istri yang dia tinggalkan di saat mengandung anaknya. Saat itu Aditya sedang bersama Tia untuk mencari perlengkapan yang dia butuhkan untuk pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari.
"Felisa? Ternyata hidup kamu masih bertahan dan bahkan lebih baik setelah berpisah dengan aku." gumam Aditya yang masih menatap punggung istrinya yang semakin menjauh.
"Sayang? Kamu kenapa? Mengapa ekspresi kamu seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tia menyadarkan lamunan Aditya.
"Eemm, tidak. Tak ada apa-apa. Aku hanya melihat wanita yang berjalan dari arah pintu masuk, dia mantan istri aku dan ibu dari anak aku. Dia Felisa istri pertama aku, kakak ipar dari Aisyah adik kamu." jelas Aditya.
"Ya sudah kalau itu yang kamu inginkan. Tapi ingat jangan berbuat macam-macam, beberapa hari lagi kita akan menikah! Tolong jangan buat masalah!" ancam Tia dan Aditya menyetujuinya.
Aditya berniat memanasi Felisa dengan bersikap mesra dengan Tia. Dia ingin memberi tahu kepada Felisa kalau dirinya mampu mendapatkan wanita lain, selain Farrah. Dia juga akan memberi tahu kepada Felisa bahwa dirinya akan memiliki anak dari wanita lain. Hatinya merasa kesal saat Felisa menolak dirinya untuk menikah kembali dengannya secara siri dan menerima Farrah sebagai madunya demi Elang.
"Di sini toh kamu? Hebat juga dia bisa mengobrol dengan artis terkenal. Apa yang sedang dia lakukan dengan artis tersebut?" pertanyaan yang terlintas di pikirannya.
__ADS_1
Aditya memasuki restoran bersama Tia dan mengambil tempat di bagian di depan dan mengadap ke arah Felisa. Letak posisi duduk Aditya cukup jauh dari Aditya. Aditya terus memperhatikan gerak gerik istrinya. Dia berniat untuk melakukannya saat Felisa akan keluar dari restoran tersebut.
"Cantik dan anggun sih kamu menggunakan pakaian seperti itu, tetapi aku yakin kalau kamu seperti ini karena untuk menutupi keterpurukan kamu. Bukan suath hal yang mudah untuk kamu menjalani hidup tanpa aku." ucap Aditya dengan percaya diri.
Setelah urusannya selesai dan kliennya sudah pulang, Felisa dan Leon pun berniat untuk pulang juga. Aditya menarik tangan Felisa saat Felisa melintas meja Aditya untuk keluar dari restoran. Felisa yang saat itu tak memperhatikan pengunjung yang ada, merasa tersentak kaget.
"Lepasin aku! Kamu bukan muhrim aku lagi!" ucap Felisa yang berusaha melepaskan tangan Aditya. Dirinya baru mengetahui kalau yang menarik tangannya adalah Aditya mantan suaminya.
"Sombong banget sekarang, sok suci! Senang kita bertemu kembali di sini. Bagaimana keadaan Elang sekarang?" tanya Aditya yang kini bangkit dari tempat duduknya dan berdiri di hadapan Felisa. Matanya mengarah menatap Felisa.
"Masih ingat kamu dengan Elang, bukankah kamu sedang sibuk bersama wanita-wanita lain?" sahut Felisa ketus sambil menatap sinis ke arah Tia.
"Rupanya kamu cemburu ya melihat aku bersama wanita lain. Asal kau tau ini adalah calon istri ku yang baru, minggu depan kami akan menikah dan saat ini dia sedang mengandung anak aku." sahut Aditya dengan bangganya.
"Cih, berzina saja bangga! Untuk apa aku cemburu, hanya membuang waktu ku saja. Aku bersyukur karena Allah telah menuntun aku ke jalan yang baik, membantu aku untuk terlepas dari kamu. Syukurlah kamu akan memiliki anak, karena aku tak sudi jika Elang bersama kamu. Semoga Elang menjadi sosok yang sholeh dan bertanggung jawab, tidak menyakiti seorang pengkhianat seperti bapaknya."
"Wah ... wah ... wah ..., rupanya kamu sekarang sudah pintar berbicara ya? Apa kamu mau juga di jadikan istriku juga?" sindir Aditya.
__ADS_1
"Jika sudah tak ada lagi yang kita bicarakan, aku permisi, jangan pernah bermimpi aku akan kembali kepada kamu. Karena tempatnya mantan di tempat sampah bukan di hatiku!" sahut Felisa yang langsung pergi meninggalkan Aditya Tentu saja hal ini membuat Aditya mengepalkan tangannya karena mendapatkan penghinaan dari Felisa.