
"Mama?"
Aditya terbangun dari tidurnya karena mendengar dering ponselnya yang terus menerus berdering. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi, tetapi dia dengan Farrah masih tertidur pulas. Bagaimana tidak, mereka baru saja selesai bercinta menjelang shubuh. Berharap salah satu benih yang dia siramkan ke rahim sang istri, kelak berhasil. Farrah berharap agar dirinya bisa segera memberikan anak untuk Aditya untuk memperkuat pernikahan mereka agar Aditya tak mengelak untuk menikahi dia secara sah di mata hukum negara.
"Halo..." ucap Aditya dengan suara khas orang bangun tidur. Bahkan matanya terpejam kembali dan hanya mulutnya saja yang berbicara.
"Kamu masih tidur, Dit? Ini sudah siang, harusnya temani istri kamu jalan pagi! Dasar suami malas!" cerocos sang Mama.
Ucapan sang Mama membuat dirinya membuka Aditya membuka matanya. Dia tersadar kalau sang Mama belum mengetahui permasalahan ini. Terlebih sang Mama sangat menyayangi Felisa dan sangat senang jika sebentar lagi akan memiliki cucu. Aditya adalah anak satu-satunya di keluarganya.
"Mati gue, pasti Mama bakalan ngamuk kalau dia tau gue sudah bercerai sama Felisa dan mengetahui kalau Felisa sudah melahirkan. Aaahhh...jadi pusing gue." gerutu Aditya. Selama ini dia santai bercerai dari Felisa karena merasa Farrah mampu lebih memuaskan dirinya. Padahal pernikahan sejatinya bukan hanya sekedar se*ks.
"Sayang, kamu sudah bangun?"
Aditya langsung membungkam mulutnya dia masih terlihat panik untuk menghadapi sang mama. Dan lebih bingungnya, sang mama mengatakan kalau siang ini dia dan papa Aditya akan berangkat ke Jakarta dari Bandung untuk melihat keadaan Felisa, menurut perhitungan sang mama seharusnya Felisa sudah melahirkan. Karena kondisi di Jakarta tidak kondusif, Aditya mengatakan kalau dirinya lah yang akan ke sana bersama Felisa. Farrah di buat melongo saat mendengar penuturan suaminya itu.
__ADS_1
Farrah memilih langsung bangkit dan mandi. Sedangkan Aditya justru sedang pusing tujuh keliling. Dia yakin Farrah saat ini pasti sedang marah.
"Gue harus gimana ini? Mama mau ga ya menerima Farrah? Marah ga ya si Mama kalau tau gue sudah bercerai sama Felisa dan sudah menikah siri dengan Farrah?"
Farrah baru saja keluar dari kamar mandi dan sedang memakai pakaian. Aditya menjadi salah tingkah, dia memilih untuk mandi dulu sebelum membicarakan tentang hal ini kepada Farrah. Karena dia harus ke Bandung menjelaskan semuanya kepada sang Mama.
Kini mereka sudah di meja makan, menikmati sarapan pagi bersama. Mereka terlihat sama-sama diam, tak ada sepatah kata pun dari bibir mereka. Berharap pasangannya lah yang memulai pembicaraan. Dan baru setelah sarapan, Aditya memilih untuk memulai pembicaraan dengan Farrah.
"Yang, ada yang ingin Aku bicarakan sama kamu! Kita mengobrol di sana dulu yuk!" ajak Aditya. Kini mereka sudah duduk berdua di ruang TV.
Aditya memulai pembicaraan satu persatu. Dia menceritakan kalau sang Mama tadi menghubungi dirinya, bertanya tentang kelahiran Felisa. Hal ini sempat terlupakan oleh Aditya, dia tak memberi tahu kondisi saat ini kalau dirinya saat ini sudah bercerai dengan Felisa dan sudah menikahi Farrah sebagai istrinya secara siri. Dan berniat akan menikahi Farrah secara resmi setelah Aditya dan Felisa bercerai secara resmi.
Aditya menjelaskan bahwa saat ini dia merasa bingung atas apa yang harus dia katakan kepada Mamanya terlebih sang Mama sangat menyayangi Felisa dan sudah berharap menimang cucu. Oleh karen itu, Aditya akan berjuang untuk mengambil alih hak asus Elang.
"Terus nasib Aku gimana? Aku ga mau cerai sama kamu! Aku yakin kalau sebentar lagi kita juga akan memiliki anak." ujar Farrah. Dia merasa terima dan berharap agar Aditya tidak menceraikannya.
__ADS_1
"Sabar ya! Aku janji apa pun yang terjadi tidak akan meninggalkan kamu! Makanya Aku ingin kita ke Bandung untuk menemui Mama dan Papa. Aku akan menjelaskan kepadanya kalau kamu lah sekarang istri Aku, wanita yang Aku cintai." sahut Aditya mencoba menenangkan hati Farrah. Tentu saja hal itu membuat wajah Farrah berbinar-binar, merasa bahagia karena Aditya lagi-lagi memilihnya. Farrah tentu saja mau. Dia pun akan berjuang keras agar mertuanya kelak menerima kehadirannya. Padahal di lubuk hati Aditya yang terdalam, dia merasa ragu kalau sang Mama tak akan marah dan mau menerima Farrah sebagai istrinya yang sekarang.
Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju Bandung. Kedua hati mereka sama-sama tak tenang. Namun, berusaha untuk saling menutupi. Walaupun sikap mereka terlihat biasa, tetapi hati tak bisa di bohongi. Jantung mereka berdegup sangat kencang.
Aditya menjalani hubungan selama dua tahun. Setelah lulus kuliah, Aditya merantau bekerja ke Jakarta berharap bisa meraih kesuksesan. Perlahan karier dia menanjak hingga akhirnya dia di angkat sebagai Manager. Dan pertemuan dirinya dengan Felisa saat mereka bekerja satu kantor. Felisa bekerja sebagai sekertaris. Usia Felisa lebih muda dua tahun dari Aditya.
Sejak awal bertemu Aditya sudah jatuh cinta kepada Felisa, meskipun saat itu dia sudah memiliki kekasih di Bandung. Terlebih Aditya merasa tertantang karena Felisa sempat menolaknya. Felisa sosok yang sombong. Lambat laun akhirnya Felisa luluh. Tentu saja hal itu membuat Aditya merasa senang, dia langsung mengenalkan Felisa kepada kedua orang tuanya di Bandung. Tidak sampai situ saja, Felisa tidak langsung menerima lamaran Aditya hingga akhirnya mereka memutuskan berpacaran selama dua tahun. Aditya sebenarnya hampir merasa jenuh dengan Felisa, karena Felisa selalu menolak melakukan hubungan suami istri sebelum menikah hingga akhirnya Aditya memutuskan untuk berselingkuh dan memakai jasa wanita malam untuk menuntaskan hasratnya di belakang Felisa.
"Sayang, sudah sampai ini rumah orang tua Aku! Kamu harus semangat ya meluluhkan hati Mama Aku! Kamu harus bersabar, Mama Aku agak bawel." ujar Aditya menggenggam tangan istrinya untuk menguatkan. Ini adalah perjuangan yang sangat berat bagi Farrah, karena dulu Mama Eliza menyetujui hubungan dia dengan Kenzi hingga dirinya tak merasa kesulitan.
Dengan langkah ragu, Farrah turun dari mobil dan mengikuti langkah Aditya. Wajah Farrah terlihat tegang dan tersenyum terpaksa. Terlebih saat melihat rumah cukup mewah milik orang tua Aditya.
"Assalamualaikum. Ma, Ma....Bi, Mama sama Papa di mana?" ucap Aditya. Aditya menyuruh Farrah untuk duduk di ruang tamu dan dia masuk ke dalam mencari keberadaan sang Mama yang saat ini sedang berada beristirahat di kamarnya info dari ART yang bekerja.
Aditya langsung menaiki anak tangga untuk menemui sang mama di kamarnya. Memberi tahu tentang kedatangannya.
__ADS_1