Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Cemburunya Fatih


__ADS_3

Berat rasanya Fahri dan Almira meninggalkan Tia dengan Aditya, terlebih Tia saat ini sudah membenci laki-laki yang dulu sangat dia puja-puja. Ternyata laki-laki itu 'lah yang menghancurkan hidupnya. Entah apa yang sebenarnya membuat Tia memiliki penyakit seperti itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Tia dan kamu? Apa yang membuat dirinya sangat membencimu? Kesalahan apa yang kamu perbuat kepadanya?" tanya Fahri yang saat ini mengintrogasi Aditya.


"Aku pun tak mengerti. Kalau masalah keguguran semua itu karena kandungan Tia lemah dan bermasalah. Sampai harus di angkat rahimnya. Bukankah om sudah mendengar langsung penuturan dokter yang menangani Tia tentang apa yang di alami Tia saat ini. Semua ini murni karna penyakit yang di derita Tia." jelas Aditya yang berusaha mengelak.


Fahri menghubungi Nisa dan Fatih agar mereka menengok Tia ke rumah sakit untuk memberi semangat. Nisa merasa kasihan dengan kondisi kakak angkatnya terlebih saat ini dirinya sedang hamil juga. Rencananya besok siang mereka akan menengok ke rumah sakit di mana tempat Tia di rawat.


"Kasihan ya Bang, Kak Tia. Padahal dia senang banget karena akan memiliki anak. Sekarang harapannya tak akan pernah menjadi kenyataan dan bahkan kata Ayah rahimnya harus di angkat, jadi kemungkinan besar dirinya akan sulit memiliki anak kembali.


"Iya, mungkin sudah jalannya yang. Dulu aku pernah merasa sakit hati sama ucapannya, aku di katakan laki-laki mandul. Katanya percuma bercinta sama aku, toh dirinya tidak akan bisa hamil. Sakit hati aku, tapi aku menyerahkan semuanya sama Allah dan tak lupa selalu berdoa agar kelak aku bisa mendapatkan keturunan. Semenjak itu Tia sering menolak melayani aku. Tapi qodarullah, saat menikah sama kamu aku justru akan mendapatkan dua orang anak sekaligus. Aku membuktikan kalau aku tidak mandul hanya Allah belum saja memberikan keturunan buat aku. Allah memiliki rahasia tersendiri, mungkin aku dan Tia memang tidak berjodoh hingga Allah tak memberikan anak di pernikahan kami." ungkap Fatih dan Nisa hanya menyimak kata demi kata yang di ucapkan Fatih.


"Terim kasih ya sayang kamu hadir di hidupku, menyempurnakan hidupku, dan memberikan warna tersendiri di hidupku," ucap Fatih sambil membawa sang istri ke dalam pelukannya. Nisa juga merasa bersyukur karena bisa di pertemukan laki-laki yang memiliki sifat penyabar, lembut dan sangat menyayangi dirinya. Berawal dari pertemuan tak sengaja, Fatih hadir sebagai Dewa penolong di hidupnya.


❤️❤️❤️


Setiap malam sebelum tidur, Fatih selalu memutar musik murottal Al-Qur'an berharap kelak putra putri mereka menjadi anak yang sholeh dan sholeha. Fatih juga setiap pagi dan malam hari selalu membuatkan susu hangat untuk sang istri, Fatih ingin sang anak dan istri bisa merasakan kalau dirinya sangat menyayangi mereka.

__ADS_1


"Selamat tidur istri cantikku, ibu dari anak-anakku. Semoga Allah selalu melindungi kamu di mana pun kamu berada dan selalu di berikan kesehatan," ucap Fatih sambil memakaikan selimut ke tubuh istrinya dan setelah itu dirinya baru berbaring di sebelah tubuh sang istri.


❤️❤️❤️


Hari ini hari libur, saatnya mereka bermesraan di ranjang. Fatih tak membiarkan sang istri untuk sibuk di dapur. Nisa sudah mulai terbiasa, saat suaminya libur adalah saatnya dia memanjakan suaminya. Jika di hari biasa, sang suami lebih banyak di sibukkan dengan urusan kantor. Nisa harus mengerti posisi suaminya.


"Tubuh kamu semakin seksi selama hamil. Bukit kembar kamu, bokong kamu, bibir kamu begitu menggoda." ucap Fatih sambil menyentuh bagian-bagian yang dia sebutkan.


"Udah ah, nanti minta lanjut deh. Hari ini kita kan mau nengok kak Tia," ujar Nisa membuat Fatih terkekeh, dia memang paling suka menggoda istrinya yang menggemaskan.


Mana bisa tahan memiliki istri cantik dan body yang aduhay. Semua itu karena kerja kerasnya dia dulu yang membantu Nisa merubah penampilan. Tapi pengorbanannya tidak sia-sia, karena dia 'lah sekarang yang merasakannya. Menikmati kerja kerasnya dulu.


Fatih langsung menyambar bibir istrinya, melu*matnya dengan penuh nap*su. Tangannya pun tak tinggal diam memberikan rangsangan ke istrinya hingga membuat Nisa terbawa suasana. Kali ini Fatih meminta agar Nisa yang memimpin permainan. Namun, sebelumnya dia ingin membuat sang istri terbang melayang.


Suara ketukan pintu membuat aktivitas ranjang dua insan yang sedang di landa hasrat harus terhenti. Awalnya Fatih meminta sang istri terus melanjutkan, tak mempedulikan ART nya memanggil. Tetapi Nisa menolaknya, dan merasa tak enak. Fatih memijit kepalanya yang terasa pening akibat tertahan untuk pelepasan.


"Ganggu aja orang lagi enak," gerutu Fatih. Dalam urusan seperti ini Fatih menjadi tak sabaran.

__ADS_1


"Jangan cemberut nanti kan bisa lanjut, Ya sudah aku keluar dulu ya sayang," ucap Nisa sangat manis. Dia memang paling pintar menenangkan sang suami.


Nisa terkejut saat melihat Kenzi 'lah yang bertamu ke rumahnya. Dia ingin bertemu dengan Fatih untuk meminta tanda tangan penting karena besok pagi dia tidak ke kantor lagi dan langsung bertemu kliennya. Kenzi berusaha untuk bersikap biasa, meskipun hatinya masih merasa sulit untuk mengikhlaskan tapi dia berusaha menahan perasaannya.


"Sebentar ya aku panggil Bang Fatih dulu," ucap Nisa. Kemudian dia melangkahkan kakinya naik ke atas menemui suaminya.


Fatih terlihat sedang bete tangannya sibuk mengotak-ngatik memainkan ponselnya, sejak tadi berusaha mengatur perasaan hatinya. Nisa tersenyum menghampiri suaminya.


"Masih marah ya? Tadi lanjut lagi ya. Di bawah ada Kenzi, dia ingin bertemu Abang. Kata dia ada berkas yang perlu di tanda tangani karena besok dia tak ke kantor dulu, tetapi langsung ke kliennya." ucap Nisa. Membuat Fatih semakin merasa kesal, karena ternyata Kenzi 'lah yang membuat aktivitas ranjang dengan sang istri harus terhenti.


"Ya sudah kamu ambil saja sana berkasnya, biar aku tanda tangan di sini. Malas turun aku," ucap Fatih ketus. Hatinya masih merasa kesal di tambah lagi yang datang adalah mantan suami istrinya.


Nisa langsung meraup bibir suaminya dan sedikit memainkan. Melihat sang suami sudah terbawa, dia langsung menghentikannya.


"Sudah temui dulu sana! Ga enak kalau terlalu lama!" cerocos Nisa.


"Owh jadi kamu lebih belain dia? Biarin saja dia menunggu lama, siapa suruh datang saat hari libur. Mengganggu orang lagi bersantai saja," ujar Fatih. Nisa langsung mencubit pipi suaminya, dirinya merasa gemas. Ternyata suaminya kalau sedang cemburu terlihat lucu.

__ADS_1


__ADS_2