Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )

Istri Yang Tak Di Hargai ( Berubah Cantik )
Kedatangan Aisyah


__ADS_3

Kenzi merasa tak enak hati kepada Aisyah, karena bagaimana pun Aisyah lah yang memberi dia pekerjaan meskipun hanya sebagai office boy. Kenzi berusaha untuk menjalaninya dengan baik dan ikhlas. Mungkin sudah menjadi jalan hidupnya untuk lebih bersabar dalam menerimanya, yang terpenting keluarganya tidak kelaparan. Kenzi bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dari hasil jerih payah dirinya.


Hari ini dirinya memutuskan untuk bekerja setelah tiga hari izin tidak bekerja karena ingin melihat perkembangan sang kakak. Kenzi langsung berniat menemui Aisyah untuk meminta maaf karena sudah izin bekerja selama tiga hari. Sebenarnya Aisyah tak masalah, dia sudah mengizinkan.


"Assalamualaikum. Maaf jika kedatangan Aku mengganggu kamu! Aku hanya ingin meminta maaf karena baru bisa masuk hari ini!" ucap Kenzi meminta maaf dengan tulus.


"Kan Aku sudah ngomong, kalau tidak apa-apa. Oh ya bagaimana keadaan Kakak kamu? Maaf Aku belum sempat menengoknya." ujar Nisa alias Aisyah.


Kenzi menceritakan kondisi sang Kakak saat ini yang masih terbaring koma. Hal itu membuat Nisa merasa tersentuh dan merasa iba, berniat ingin menengoknya.


❤️❤️❤️


Sesuai keinginannya, Nisa baru saja sampai di rumah sakit. Tak lupa dirinya mampir dulu ke toko buah untuk membeli parcel buah sebagai buah tangan untuk menengok Felisa. Dia juga memberikan satu buah stroller untuk kado anaknya Felisa yang dia simpan di mobilnya dulu.


"Aisyah?" ujar Mama Eliza, dia merasa terkejut saat melihat kedatangan Aisyah ke rumah sakit.

__ADS_1


"Emm...Maaf nama Saya bukan Aisyah, nama Saya Annisa." sahut Nisa. Nisa melihat respon Mama Eliza yang tak suka padanya, padahal Nisa sudah berusaha untuk berdamai. Dia merasa pelajaran untuk keluarga Kenzi sudah lah cukup, meskipun Mama Eliza masih saja belum berubah.


Nisa berusaha bersikap sopan, meskipun hatinya merasa dongkol dengan sikap Mama Eliza. Tetapi Nisa mencoba menghilangkan perasaan itu, tujuannya hanya satu untuk melihat kondisi Felisa terlebih Kenzi sempat menceritakan apa yang terjadi dengan Felisa membuat rasa iba di benak Nisa.


"Maaf apa boleh Saya menemui Felisa?" tanya Nisa dengan anggun. Tentu saja Kenzi dan Papa Hadi tak melarangnya, dan Mama Eliza hanya diam karena mendapat kode dari sang suami agar tidak berulah.


Annisa melangkahkan kakinya memasuki ruang rawat Felisa dan menduduki bokongnya di kursi yang letaknya di samping Felisa.


"Assalamualaikum. Kak, Aku datang! Kakak yang kuat ya! Kakak harus semangat demi buah hati Kakak! Ingat Kak roda akan selalu berputar, Aku yakin suatu saat Kakak bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik! Ikhlaskan mantan suami Kakak! Agar Kakak bisa hidup tenang bersama anak Kakak! Aku yakin kalau Kakak sebenarnya orang baik, hanya saja cara orang tua Kakak yang salah mendidiknya! Tetapi semua itu sudah berakhir, Kakak tidak akan menderita lagi! Seorang pengkhianatan memang pantas mendapatkan pengkhianat lagi! Dia bukan jodoh Kakak! Kita lihat saja karma yang akan mereka dapatkan dari authornya! Aku yakin Kakak wanita yang kuat! Jika Kakak butuh Aku, jangan segan-segan menemui Aku! Aku akan bantu untuk membuat laki-laki itu menyesal!" ucap Nisa di akhir elusan di tangan Felisa.


Tes


Tes


Tes

__ADS_1


"Ma, Kakak sadar! Lihat Ma!" panggil Kenzi kepada sang Mama. Felisa sudah sadar, membuat mereka bertiga meneteskan air mata penuh haru. Ucapan dan motivasi Annisa lah yang membuat Felisa semangat untuk hidup kembali! Rasa putus asa yang dia rasakan akan hidupnya membuat dirinya enggan membuka matanya. Dia tak ingin lagi melihat dunia yang begitu menyakitkan. Hidup tanpa suami dan harus membesarkan anaknya dengan ekonomi yang seperti itu.


Melihat sang anak yang sudah tersadar membuat Mama Eliza ingin sekali berlari menghampiri sang anak. Namun, Papa Hadi dan Kenzi mencekalnya agar Mama Eliza tak mengganggu momen kebersamaan Annisa dengan Felisa.


"Alhamdulillah akhirnya Kakak sudah sadar! Selamat ya Kak atas kelahiran putranya! Semoga kelak dia bisa menjadi anak yang Sholeh dan pelindung untuk sang Mama! Kakak memang seorang wanita yang luar biasa, yang bisa merasakan hamil dan melahirkan! Tetap semangat ya Kak!" ucap Annisa dan memberikan senyum termanisnya.


"Ma-makasih ya, Syah! Meskipun Aku pernah jahat sama kamu, tetapi kamu masih mau menengok Aku! Aku minta maaf atas kesalahan yang selama ini pernah Aku perbuat kepada kamu!" sahut Felisa dengan kondisi masih sangat lemah.


"Insyaallah Aku sudah melupakan, Aku rasa pelajaran yang di berikan oleh Allah sudahlah cukup untuk keluarga kalian! Semoga kita masih bisa bersilaturahmi, Aku sudah memaafkan semua kesalahan kalian! Allah saja maha pemaaf masa Aku yang hanya manusia biasa tak bisa memaafkan kesalahan kalian. Felisa hanya mampu menganggukkan kepalanya lemah. Dia merasa menyesal atas apa yang dia lakukan kepada Aisyah dulu. Bagaimana dia mengerjai Aisyah layaknya seorang pembantu di rumah orang tuanya.


"Sebaiknya Kakak di periksa dulu ya sama Dokter, agar mereka mengetahui kondisi Kakak saat ini!" ujar Annisa. Dia memanggil Dokter dan Perawat yang berjaga, Annisa memberi tahu kondisi pasien yang bernama Felisa sudah sadar.


Nisa pamit untuk pulang kepada Felisa agar bisa berganti dengan keluarga Felisa. Tak lupa doa terbaik untuk Felisa, Nisa ucapkan. Nisa melangkahkan kakinya ke luar ruangan untuk menemui Kenzi beserta orang tuanya, bergantian dengan dirinya. Papa Hadi yang masuk ke dalam untuk bertemu dengan Dokter, sedangkan Kenzi memilih mengantarkan Nisa sampai depan rumah sakit. Namun, sebelum itu Papa Hadi sempat mengucapkan terima kasih kepada Nisa karena berkat kedatangan Dia sang anak tersadar dari komanya. Nisa pamit dengan mencium tangan Mama Eliza sebagai bentuk rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Tentu saja hal itu membuat Mama Eliza menjadi tak enak hati, merasa malu dengan sikapnya selama ini.


"Makasih ya, Nis sudah menyempatkan waktu kamu untuk menengok Kakak Aku! Terima kasih juga karena berkat kamu, Kakak Aku terbangun dari komanya dan memiliki semangat untuk hidup! Oh ya kamu belum sempat nengok anaknya Kak Felisa ya tadi, Aku lupa tadi ngajak kamu ke ruang bayi dulu. Lucu banget Nis ganteng, wajahnya mirip Kak Felisa banget." sahut Kenzi dengan wajah berbinar. Entah apa maksud ucapan dan antusias Kenzi menceritakan tentang seorang bayi, sekedar mempromosikan keponakannya atau dia memang menginginkan memiliki anak berharap Nisa pun ikut merasakan apa yang di ucapkan dirinya.

__ADS_1


Sambil menunggu Author up, mampir yuk di karya bestie author. Ceritanya seru loch, mampir dan beri dukungan ya😄😍



__ADS_2