
"Abah lihat kamu sudah banyak perubahan," ucap Abah Hamid setelah memberikan ceramah. Kini Kenzi dan Abah Hamid sedang berjalan menuju kediaman Abah Hamid yang letaknya di belakang pondok pesantren miliknya. Inilah rutinitas yang Kenzi lakukan disaat hari Minggu.
"Alhamdulillah Abah. Semoga ke depannya Saya segera mendapatkan wanita yang sholeha untuk Saya jadikan pendamping hidup. Bukankah seorang laki-laki sholeh akan di pasangkan dengan wanita sholeha? Selama ini Saya berusaha keras agar bisa menjadi laki-laki yang baik. Kelak jika Saya menikah, Saya akan menjadi imam yang baik untuk keluarga Saya nanti," ungkap Kenzi.
Abah Hamid merasa senang mendengarnya, beliau sangat tahu perjalanan hidup Kenzi menuju hijrah. Disaat Kenzi merasa down, dia bertemu dengan Abah Hamid. Abah Hamid 'lah yang membawa Kenzi ke jalan yang lurus.
"Silahkan duduk, Nak Kenzi! Abang mau masuk ke dalam dulu menemui umi untuk membuatkan kopi untuk menemani kita mengobrol," ujar Abah Hamid dan langsung menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Ternyata Umi Aida sedang tak ada di rumah, dia masih berada di majelis taklim. Saat itu hanya ada Nabila, anak ketiga dari Abah Hamid. Abah meminta kepada Nabila untuk membuatkan dua cangkir kopi untuk dirinya dan juga Kenzi.
"Si-silahkan di minum kopinya," ujar Nabila terbata-bata. Dia terkejut melihat laki-laki yang saat itu pernah bertabrakan dengannya saat Nabila baru saja keluar dari toko buku yang berada di sebuah Mall. Sama halnya dengan Nabila, Kenzi pun merasa terkejut. Kenzi tak menyangka jika dirinya akan bertemu kembali dengan bidadari dari khayangan.
Nabila memiliki bola mata yang indah, bibir tipis berwarna pink, dan kulit putih seperti susu. Meskipun dia tak berias, dia tetap terlihat cantik. Tentu saja hal itu membuat Kenzi tak henti menatap Nabila. Netra mereka sempat saling menatap, tetapi hal itu tak berlangsung lama. Nabila langsung memilih untuk pergi meninggalkan Kenzi yang masih diam terpaku.
"Ehem, Ken kamu kenapa? Seperti habis melihat setan saja," ujar Abah Hamid. Hal itu sontak membuat Kenzi terlepas dari lamunannya.
__ADS_1
Kenzi tak melewatkan waktu, dia langsung bertanya kepada Abah Hamid tentang wanita muda tadi yang membuatkan kopi untuknya. Abah Hamid menjelaskan kalau wanita tadi bernama Nabila, putri ketiganya. Nabila baru saja pulang satu bulan yang lalu ke Indonesia. Nabila sempat menjalani pendidikan di Universitas di Negara Mesir.
"Oh, Nabila anak Abah. Mengapa Abah tak cerita kalau memiliki anak wanita secantik bidadari," puji Kenzi tanpa malu-malu. Sontak hal itu membuat wajah Nabila memerah mendapatkan pujian dari Kenzi. Diam-diam Nabila juga merasakan yang sama dengan Kenzi. Bagaimana tidak, bukan hanya memiliki wajah tampan saja, Kenzi terlihat alim. Penampilan Kenzi juga sudah banyak perubahan, dia berpakaian sesuai dengan syariat islam. Kenzi juga memiliki sedikit jenggot.
"Apa Nabila sudah memiliki pendamping," tanya Kenzi. Sepertinya Kenzi tak ingin Nabila keburu dipinang orang. Makanya dia memberanikan diri untuk menanyakan hal itu. Jika memang Nabila belum memiliki pendamping, Kenzi hendak melakukan proses ta'aruf dengan Nabila.
"Belum. Memangnya ada apa Nak Kenzi menanyakan hal seperti itu," tanya Abah Hamid balik.
__ADS_1
"Saya ingin mengenal Nabila lebih dekat, jika Abah merestuinya. Semoga Nabila berkenan untuk saling mengenal dan jika kami merasa cocok, Saya akan segera melamar Nabila.
Tiba-tiba saja bayangan masa lalu Nabila muncul. Nabila pernah merasa kecewa. Dulu dia sempat menjalin hubungan hingga akhirnya dia bertunangan. Namun, dirinya tak berjodoh hingga akhirnya dia menemukan calon suaminya berselingkuh karena baginya berhubungan dengan Nabila menjenuhkan, sangat kuno. Alfarez menginginkan pacaran yang sebenarnya. Hingga akhirnya hubungan mereka kandas sebelum mereka ke jenjang pernikahan.